SUKABUMIHEADLINE.com l CIAMBAR -Sudah lama Sukabumi, Jawa Barat dikenal sebagai Kota Santri. Hal itu karena sudah sejak lama kota ini banyak berdiri pondok pesantren (ponpes) yang telah melahirkan banyak ulama besar.
Bahkan, sejak zaman penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang, ponpes di Sukabumi sudah banyak melahirkan ulama sekaligus pejuang kemerdekaan.
BACA JUGA:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
5 Pondok Pesantren Tertua di Sukabumi
Dari Rahim Al-Falah Lahir Banyak Ulama Besar, Ponpes Tertua di Sukabumi Berdiri Sejak 1908
Kini, seiring berjalannya waktu, semakin banyak berdiri ponpes di Kabupaten Sukabumi, tentunya menjadi kebanggaan bagi umat Muslim di kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali ini.
Kehadiran ponpes dengan berbagai fokus keilmuan yang dipelajari para santrinya, diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan dan daerah. Baca lengkap: Mengenal Adilla, Hafidzah 30 Juz dari Ponpes Al Qur’an Al Hidayah Ciambar Sukabumi
Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian semakin banyak para orang tua di Sukabumi yang memilih ponpes sebagai prioritas utama dalam memilihkan tempat menuntut ilmu bagi putra putrinya.
Salah satu ponpes pilihan orang tua di Sukabumi, adalah Al Qur’an Al Hidayah. Ponpes ink mengkhususkan diri bagi para santri putri calon penghafal AlQuran atau disebut hafidzah ini berlokasi di Villa Qur’an Al Hidayah, Kampung Lembur Jami RT 002/08, Desa Ciburnajaya, Kecamatan Ciambar.
Untuk diketahui, penghafal AlQuran laki-laki disebut hafidz sedangan wanita hafidzah. Hafidz atau hafidzah adalah sebutan bagi umat Muslim yang mempelajari, membaca atau menghafal AlQuran. Mereka adalah orang-orang pilihan yang memang dipilih oleh Allah SWT dan memiliki akhlak yang baik.
Dakwah Bil Hal Santri Ponpes Al Qur’an Al Hidayah

Untuk melahirkan santri-santri yang berakhlak baik, selain mendidik para santrinya dengan hafalan AlQuran Ponpes Al Qur’an Al Hidayah juga rutin mendidik santrinya dengan cara melakukan dakwah bil hal melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan kepada para santri non mukim dan warga sekitar ponpes.
Hal itu sesuai dengan visi lembaga, yakni “Menghasilkan Penghafal Al-Qur’an yang berakhlakul karimah dan berjiwa da’iyah untuk menebar kemaslahatan di tengah umat“.
Beberapa kegiatan kemasyarakatan seperti pemberian daging qurban, santunan, menjenguk warga yang sakit hingga menghadiri undangan pernikahan dan menengok santriwati non mukim yang telah menikah kemudian melahirkan, sering dilakukan.
“Ponpes kami rutin berbagi santunan kepada santri non mukim, yang semuanya merupakan warga setempat,” ungkap pimpinan Ponpes Al Qur’an Al Hidayah Ciambar, Ustadz Budhy Kurniawan kepada sukabumiheadline.com, Kamis (27/10/2022) malam.
BERITA TERKAIT: 5 Penerapan Fisika dalam Islam Menurut Pimpinan Ponpes Al Qur’an Al Hidayah Ciambar Sukabumi

“Setiap hari Jumat, misalnya, kami memiliki program Jumat Berkah, yakni berupa pemberian makanan kepada santri non mukim untuk dibawa ke rumahnya agar bisa dinikmati bersama keluarga,” tambah pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu.
Tak sekadar berbagi, program tersebut sekaligus untuk mengikat tali silaturahim dengan warga setempat.

Tak hanya itu, untuk santriwati non mukim yang telah menikah, maka santri lainnya akan menjenguk santriwati tersebut ketika melahirkan.

Selain itu, para santri juga dibiasakan menjenguk warga atau tokoh masyarakat setempat yang sedang menderita sakit atau tertimpa musibah.
Menjalin Hubungan Harmonis dengan Lembaga dan Pemerintahan
Cara Ponpes Al Qur’an Al Hidayah menjalin hubungan yang harmonis dengan lembaga maupun pemerintah menarik untuk ditiru, di mana pengelola Ponpes tidak hanya menunggu kunjungan dari lembaga atau instansi pemerintah.
Pengelola Ponpes juga terbilang rajin bersilaturahim, baik ke lembaga, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, maupun instansi pemerintah, seperti Kantor Kemenag dan kecamatan hingga TNI dan Polri.
Hubungan harmonis dengan lembaga pemerintah bisa dilihat dari keterlibatan Ponpes Al Qur’an Al Hidayah dalam keikutsertaan mereka pada peringatan Hari Santri Nasional 2022 hingga mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Kabupaten Sukabumi mewakili Kecamatan Ciambar.