Dibayar segini, ibu muda di Sukabumi kurir narkoba di alat kelamin terancam 20 tahun

- Redaksi

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang ibu muda berinisial RP ketahuan selundupkan narkoba jenis sabu dan obat terlarang ke dalam Lapas) Kelas IIB Sukabumi - Lapas Sukabumi

Seorang ibu muda berinisial RP ketahuan selundupkan narkoba jenis sabu dan obat terlarang ke dalam Lapas) Kelas IIB Sukabumi - Lapas Sukabumi

sukabumiheadline.com – Seorang ibu muda berusia 21 tahun yang menjadi kurir narkotika dan obat terlarang (narkoba) ke Lapas Kelas IIB Sukabumi. Kini terancam pidana penjara selama 20 tahun.

Kasus yang dilakukan wanita berinisial RP tersebut, bermula ketika ia diamankan petugas lapas pada Rabu (2/4/2025) lalu, saat melakukan kunjungan keluarga narapidana pada Lebaran lalu.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, RP menyelundupkan sabu di dalam alat vitalnya setelah dibayar Rp8 juta oleh seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini sudah ditangani pihak Polres Sukabumi Kota. Menurut Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota AKP Tenda Sukendar, RP sudah ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai kurir untuk seorang pria terpidana kasus penganiayaan di Lapas Nyomplong.

Baca Juga :  November kelabu, kisah-kisah Wanita Sukabumi tak putus dirundung malang

Sejumlah barang bukti yang disita polisi yaitu narkotika jenis sabu seberat 14,12 gram, 15 butir obat keras terbatas, serta satu telepon genggam.

“Temuan ini akan kami kembangkan. Upaya pemeriksaan terhadap terduga pelaku juga telah kami lakukan,” kata mantan Kasat Polairud Polres Sukabumi tersebut, Ahad (6/4/2025).

“Hasil pemeriksaan sementara, RP diduga dibayar seseorang untuk mengantarkan narkoba ke warga binaan di Lapas. Kami masih melakukan penyelidikan terhadap asal usul narkoba tersebut,” kata Tenda.

Atas perbuatannya, RP kini terancam pasal berlapis di antaranya pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan tindak pidana obat-obatan sediaan farmasi tanpa izin edar, pasal 435 Jo pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) atau pasal 436 ayat (2) UU nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Baca Juga :  Pengangguran asal Warudoyong Sukabumi Ini Terancam 20 Tahun Penjara

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, RP datang dengan membawa anak kecil. Kemudian, petugas melakukan penggeledahan barang bawaan dan penggeledahan fisik.

Dalam penggeledahan tersebut ditemukan narkoba yang dimasukkan ke dalam kelaminnya, dibungkus selotip warna hitam terus dibungkus kondom.

Berita Terkait

Innalillahi, tokoh Sukabumi Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanoedjiwa meninggal dunia
Diserahkan ke perusahaan, 5 fakta pria asal Sukabumi gandir usai cekcok dengan pacar
Pria Sukabumi ini gantung diri usai cekcok dengan pacar
Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner
Tile cs asal Sukabumi curi motor santri di Majalengka
Kisah gadis belia asal Sukabumi ditipu bos RM sup kaki kambing, dipaksa prostitusi online
Kronologis dua gadis di bawah umur asal Sukabumi dipaksa jadi PSK
Bahaya medsos! 4 remaja Sukabumi dipaksa lakukan prostitusi anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Innalillahi, tokoh Sukabumi Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanoedjiwa meninggal dunia

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:02 WIB

Diserahkan ke perusahaan, 5 fakta pria asal Sukabumi gandir usai cekcok dengan pacar

Sabtu, 17 Januari 2026 - 01:39 WIB

Pria Sukabumi ini gantung diri usai cekcok dengan pacar

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:43 WIB

Bawa 400 liter solar subsidi, pria Sukabumi ditangkap saat nyabu dalam Fortuner

Senin, 15 Desember 2025 - 20:58 WIB

Tile cs asal Sukabumi curi motor santri di Majalengka

Berita Terbaru

UMKM

Ini 22 kecamatan penghasil kopi Sukabumi terbanyak

Rabu, 4 Feb 2026 - 00:27 WIB

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit - sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:48 WIB