Direktur RSUD Jampang Kulon Sukabumi: Dokter spesialis suka kabur

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – RSUD Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, ternyata menyimpan masalah pelik. Diketahui, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tersebut sering ditinggal kabur dokter spesialis.

Di sisi lain, rumah sakit yang terletak di Jl. Cibarusah No. 1 tersebut itu juga seringkali mengalami over kapasitas. Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Jampang Kulon, Lusi Apriani, ketika bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.

Lusi juga mengeluhkan sulitnya mempertahankan tenaga medis, terutama dokter spesialis, yang enggan bertugas di wilayah dengan akses jauh dan medan sulit. Sehingga, fenomena dokter ‘kabur’ dari daerah terpencil menjadi tantangan serius pemerataan layanan kesehatan di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan layanan di rumah sakit RSUD Jampang Kulon, kata Lusi, dinilai perlu dijawab dengan penambahan fasilitas sekaligus terobosan sistem rujukan cepat.

Menanggapi kondisi tersebut, Dedi memastikan pembangunan fisik segera berjalan tahun ini untuk menjawab persoalan klasik layanan kesehatan di wilayah selatan.

“Tahun ini ada pembangunan, anggarannya Rp49 miliar untuk tambahan ruang layanan,” kata Dedi dikutip sukabumiheadline.com dari akun media sosialnya, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga :  Hadir di Cireunghas Sukabumi, Kang Dedi Mulyadi Teriak "Saatnya Gubernur Duda"

Selain menggelontorkan anggaran Rp49 miliar untuk penambahan ruang layanan, Dedi Mulyadi menggagas penyewaan helikopter khusus untuk mendukung operasional dan mobilitas udara di RSUD Jampang Kulon dan RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Pengadaan ambulans helikopter dan landasannya ini bertujuan untuk mempercepat evakuasi pasien gawat darurat dari wilayah Jampang ke rumah sakit. Fasilitas ini mendukung peran RSUD Jampangkulon sebagai salah satu rumah sakit rujukan.

“Atau perlu saya siapin heli? Ada helipad di situ enggak? Nanti saya mau kontrak sama heli, status kontraknya gubernur aja. Di mana heli itu nanti digunakan untuk dokter kunjungan. Itu termasuk untuk angkut pasien yang harus diangkut ke rumah sakit,” ucapnya.

Ilustrasi helikopter di depan RSUD Jampang Kulon - Grafis sukabumiheadline.com
Ilustrasi helikopter di depan RSUD Jampang Kulon – Grafis sukabumiheadline.com

Skema yang disiapkan, Dinas Kesehatan akan menyewa helikopter selama satu tahun dengan sistem on call. Armada tersebut disiapkan khusus untuk kebutuhan medis, baik mengantar dokter spesialis kunjungan maupun mengevakuasi pasien rujukan dari wilayah selatan yang memiliki cakupan luas dan akses sulit.

“Dinas Kesehatan nanti sewa heli setahun, on call. Nanti Rumah Sakit Jampang Kulon, Rumah Sakit Pameungpeuk, dilengkapi helipad dan Pemprov akan menyewa heli,” ujarnya.

Baca Juga :  PDIP Jabar kritik pendidikan karakter ala Dedi Mulyadi habiskan Rp6 miliar

Dedi menegaskan, kebijakan penyewaan helikopter ini bukan fasilitas pribadi kepala daerah. Melainkan murni untuk peningkatan layanan kesehatan. Baca selengkapnya: Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad

“Bukan untuk kepentingan gubernur, keliling naik heli, tapi untuk kepentingan paramedis menggunakan heli sebagai sarana cepat menangani pasien dan agar dokter-dokter spesialis itu mau berkunjung ke sana,” tutupnya.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi sudah berjanji untuk memanjakan warga di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, khususnya di bidang kesehatan bakal segera terwujud. Baca selengkapnya: Warga Pajampangan dimanja KDM, ini program 2026 di selatan Sukabumi

Untuk informasi, berbeda dengan mobil siaga, ambulans dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan medis. Dari mulai masker, alat pendeteksi tekanan darah, tempat tidur lipat yang memiliki roda, hingga tabung oksigen. Baca selengkapnya: Ini fasilitas medis di Ambulans Helikopter dan Ambulans Laut untuk warga pedalaman

Berita Terkait

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad
KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan
Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten
Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan
Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:00 WIB

Direktur RSUD Jampang Kulon Sukabumi: Dokter spesialis suka kabur

Senin, 23 Februari 2026 - 02:40 WIB

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:43 WIB

KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan

Kamis, 19 Februari 2026 - 03:30 WIB

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Berita Terbaru

Ilustrasi kades menerima Dana Desa 2026, jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya - sukabumiheadline.com

Regulasi

Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi

Kamis, 26 Feb 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi debt collector merampas sepeda motor milik nasabah leasing - sukabumiheadline.com

Regulasi

5 tips dari polisi hadapi debt collector rampas kendaraan

Kamis, 26 Feb 2026 - 01:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131