27.6 C
Sukabumi
Kamis, Juni 13, 2024

Smartphone dengan Peforma Mewah, Spesifikasi Xiaomi 13T Dilengkapi Kamera Leica

sukabumiheadline.com - Xiaomi selalu menjadi incaran bagi...

Paman Anwar Usman langgar etik lagi, MKMK kembali beri sanksi

sukabumiheadline.com - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK)...

Disebut mualaf, Pangeran William pro Palestina segera jadi Raja Inggris, “Assalamualaikum”

InternasionalDisebut mualaf, Pangeran William pro Palestina segera jadi Raja Inggris, "Assalamualaikum"

sukabumiheadline.com – Memasuki musim panas 2024, terdapat tekanan besar yang tidak terduga. Dalam kuartet jantung monarki – Raja Charles, Ratu Camilla, Pangeran William dan Catherine – baik Raja dan Putri Wales telah didiagnosis menderita kanker.

“Tidak banyak orang yang istri dan ayahnya didiagnosis mengidap kanker berada dalam jarak yang berdekatan. Kadang-kadang dia merasa seperti berada di tempat yang sepi,” kata komentator kerajaan Richard Palmer, dilansir BBC.

Hal ini berarti bahwa Pangeran William telah memusatkan sebagian besar perhatiannya untuk mengurus istri dan keluarga mudanya, sehingga dapat dimengerti bahwa banyak urusannya yang lain ditunda. Kebutuhan untuk menghindari politik dalam pemilu Inggris membuat rencananya semakin dibatasi, termasuk kunjungan yang seharusnya berfokus pada penanganan tuna wisma.

Meskipun Raja Charles telah kembali bekerja dengan penuh semangat, tidak dapat dihindari bahwa masih perlu ada penyesuaian untuk kesehatannya. Itu berarti Pangeran William semakin didorong untuk mengambil peran sebagai pewaris dan berbagi beban.

“Masa depan monarki ada di pundaknya,” kata penulis kerajaan Prof Pauline Maclaran.

Ada kesenjangan yang sangat besar antara Pangeran William dan saudaranya Pangeran Harry. Dan berputar-putar di sekitar penyakit Kate Middleton, saat ia melanjutkan pengobatan kanker, telah menjadi gas beracun dari gosip media sosial dan spekulasi gila. Rasanya seolah-olah dunia kerajaan, yang terbiasa bepergian dengan kecepatan kereta yang tenang, telah berubah menjadi perjalanan yang mudah.

Di tengah badai ini, apa yang ingin dicapai oleh Pangeran William sendiri?

Fokus pada proyek yang nyata, bukam seremonial

Menurut sumber yang dekat dengan sang pangeran, adalah “dampak”. Daripada memotong pita, peluang berfoto, dan gimmick yang mudah, ia ingin memberikan proyek yang membuat perbedaan nyata dan terukur.

“Dia bertanya: ‘Bagaimana saya bisa menggunakan platform saya untuk kebaikan, untuk menciptakan perubahan positif,” kata seorang sumber di kerajaan, dilansir BBC.

“Dia memiliki ambisi besar atas apa yang bisa dia capai.”

Dalam praktiknya, hal ini berarti proyeknya untuk mengurangi tunawisma, mempromosikan masalah kesehatan mental, dan mendukung bisnis lingkungan melalui proyek Earthshot miliknya. Mengembangkan Kepemimpinan Sosial Pangeran William menggambarkan perannya sebagai “kepemimpinan sosial” dan kunjungannya telah diberi label sebagai “hari dampak komunitas”.

Ini adalah visi monarki milenial, melepaskan ikatan dan secara aktif mempromosikan agenda sosial, dengan bahasa yang tidak akan ketinggalan jaman dalam kampanye amal.

Mikrokosmos dari pendekatannya terlihat bulan lalu, ketika sang pangeran, yang sekarang bertanggung jawab atas Cornwall, membantu peresmian pusat kesehatan baru di Kepulauan Scilly. Dia telah bekerja dengan dewan lokal untuk menjalankan proyek ini di Rumah Sakit Komunitas St Mary.

“Dia menyingsingkan lengan bajunya dan memainkan peran penting dalam memastikan pekerjaan dimulai sesegera mungkin,” kata seorang sumber kerajaan, dengan dampaknya adalah “orang tidak perlu pergi ke daratan untuk mendapatkan perawatan”.

Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton
Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton – Istimewa

Disebut telah mualaf

Spekulasi tentang agama Pangeran William menjadi sorotan utama setelah sebuah video tersebar luas di media sosial. Video yang mengeklaim bahwa calon raja Inggris itu telah memeluk agama Islam diunggah oleh akun TikTok british_daily.

Video itu memperlihatkan Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, mengikuti beberapa kegiatan yang melibatkan pemuka agama Islam. “Pangeran William diklaim beragama Islam,” tulis keterangan video dari akun british_daily.

Dalam video berdurasi 1 menit 10 detik tersebut, Pangeran William juga terlihat melakukan Zoom dengan sejumlah orang. Ia juga mengucapkan salam dalam bahasa Arab, “Assalamualaikum“.

Pangeran William juga mengunjungi masjid dan komunitas Muslim. Video ini dengan cepat mendapatkan perhatian dengan lebih dari 193.700 suka, 6.321 komentar, dan dibagikan lebih dari 21.900 ribu kali.

Pangeran William beberapa kali mengikuti kegiatan yang libatkan pemuka agama Islam. Pangeran William dan Kate Middleton saling berpandangan saat mengunjungi Muslim Center di London, Inggris, Kamis (9/3/2023). William beberapa kali mengunjungi masjid dan komunitas Muslim.

Klaim bahwa Pangeran William telah memeluk Islam menjadi pembahasan di kalangan pers Inggris dan menjadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, Istana Buckingham tidak memberikan pernyataan resmi untuk membantah atau mengonfirmasi tuduhan tersebut.

Pernyataan tegas Pangeran William untuk menghentikan konflik antara Israel dan Hamas ditambah dengan laporan tentang kunjungannya ke masjid dan komunitas Muslim semakin memperdalam spekulasi tentang agamanya. Namun, sebagian besar fokus publik adalah pada dampak politik dan reputasi sang pangeran serta keluarga kerajaan Inggris.

Meskipun spekulasi tentang agama Pangeran William mencuat, bagi rakyat Inggris yang penting adalah keyakinan bahwa sang pangeran tetap setia pada keluarga kerajaan dan memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang baik bagi negaranya di masa depan. Bagi sebagian besar warga, hal ini bukanlah masalah tentang keyakinan agama pribadi, melainkan kesetiaan dan kualitas kepemimpinan yang diharapkan dari seorang calon raja.

Keluarga Kerajaan Inggris pro Palestina 

Selain disebut telah mualaf, Pangeran William juga kerap menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi warga Palestina di Jalur Gaza.

Pangeran William mengimbau agar konflik kemanusiaan yang telah menelan ribuan korban jiwa itu segera dihentikan. Hal ini disampaikan William saat berkunjung ke Palang Merah London pada Selasa (20/2/20234) dalam rangka membahas krisis kemanusiaan yang meningkat, salah satunya yang sedang terjadi di Gaza.

“Saya sangat prihatin dengan besarnya korban jiwa akibat konflik di Timur Tengah sejak 7 Oktober lalu. Sudah terlalu banyak korban yang kehilangan nyawa,” tutur William seperti dikutip dari Reuters.

Pria 41 tahun itu juga menyampaikan bahwa sudah terlalu besar penderitaan yang dialami warga Gaza akibat konflik Israel–Hamas. Karenanya, ia sangat berharap konflik segera berakhir dan perdamaian pun ditegakkan. Calon Raja Inggris itu juga menuturkan adanya keharusan untuk meningkatkan dukungan bagi warga Gaza.

“Saya seperti kebanyakan orang lainnya, ingin mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin. Ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan dukungan kemanusiaan bagi warga Gaza,” ungkap William seperti dikutip dari Daily Mail.

Sumber yang dekat dengan keluarga Kerajaan Inggris mengatakan bahwa William telah berpikir panjang dan keras, mengenai apakah ia akan buka suara atau tidak sebelum pernyataan ini. Namun krisis kemanusiaan yang sangat besar di Gaza akhirnya mengharuskan William untuk ikut angkat bicara dalam kunjungannya ke Palang Merah London baru-baru ini.

Pembantu kerajaan menegaskan bahwa apa yang dilakukan William merupakan bentuk reaksi naluriah sebagai manusia terhadap hilangnya banyak nyawa yang tidak bersalah. Sebagai seorang ayah, William mengaku sangat bisa merasakan penderitaan yang dialami oleh anak-anak di Gaza.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer