sukabumiheadline.com l CIBADAK – Bencana tebing longsor yang terjadi di Kampung Gudang RT 04/06, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang terdampak.
Hal itu karena merasa kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi yang dinilai lamban dan tanpa solusi.
Seorang pria bernama Hasan Ali Nadwy kemudian mencurahkan kekesalannya di akun media sosial (medsos) Facebook miliknya pada Senin (27/2/2023).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Hasan, bencana alam tersebut sudah mulai terjadi sejak tahun 2007 silam, sehingga sudah banyak rumah dan kepala keluarga (KK) menjadi korban terdampak.
Hasan juga menyesalkan karena sejatinya bencana serupa sudah sering terjadi sejak tahun 2007 silam dan sudah menelan sebanyak lima rumah amblas tergerus aliran Sungai Ciheulang.
“Bismillahirrahmanirrahim
Bade ngiring curhat abdi srg baraya (mau ikut curhat saya dengan teman-teman –red).
Terkait dgn bencana longsor yg terjadi di kp gudang desa ciheulang tonggoh, yang sdh menelan banyak rumah, terhitung dri tahun 2007-2023.

Ket poto 1 : adalah pemukiman warga yg sdh ambruk,sekitar 5 rumah yg tdk tersisa, dan juga masih banyak rumah yg terancam dan satu masjid jami arridho,” tulis Hasan dalam narasi unggahannya di salah satu grup medsos, dikutip sukabumiheadline.com, Selasa (28/2/2023) pagi.
Dalam unggahannya, Hasan menyertakan tiga buah foto dan video disertai narasi masing-masing.
“Poto ke 2 dan vidio : masih d tempat yg sama, kejadian kemarin 27 februari 2023, satu unit rumah ambruk, yg di isi 1 kk(4 jiwa) termasuk anak-anak dan balita.

Dari kejadian d atas, langkah yg d ambil aparatur pemerintahan juga lembaga yg berwenang atas kejadian ini, dari dulu(2007) sering dtg dan menyampaikan “sing hati2” , tanpa ada penanganan khusus, sumawona masihan kange ngontrak sabulan bulan wae mah.

Mung hanya sebatas survei tanpa aksi,” lanjut Hasan dalam Narasinya.
Hasan kemudian meminta teman-temannya di medsos agar menyampaikan keluhannya kepada pejabat terkait.
“Manawi di baraya sf gaduh kenalan srg pejabt pusat anu berwenang dina kajadian iyeu,hyong pang dugikeun ,pang ningalikeun, ikhtiyar dr rt desamah ,tos mindeng (barangkali di Gurp SF punya kenalan pejabat pusat yang berwenang dalam kasus ini, ingin dicek karena upaya ke RT dan pihak desa sudah dilakukan-red),” kata Hasan.
Diberitakan sebelumnya, tebing setinggi 30 meter dan panjang 20 meter amblas tergerus aliran Sungai Ciheulang yang meluap setelah diguyur hujan lebat. Baca lengkap: Pemandangan Mengerikan Longsor di Cibadak Sukabumi
Saat berita ini diturunkan, redaksi sedang meminta konfirmasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.