Haram! Islam melarang menjual rambut yang sudah dipotong

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang wanita sedang memotong rambutnya yang panjang - sukabumiheadline.com

Seorang wanita sedang memotong rambutnya yang panjang - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Hukum menjual rambut dalam ajaran Islam adalah haram (dilarang) karena rambut adalah bagian dari tubuh manusia yang dimuliakan, sehingga tidak boleh diperjualbelikan atau diperlakukan dengan cara yang merendahkan.

Hal ini berlaku baik untuk rambut yang masih menempel maupun rambut yang sudah terpisah dari tubuh, serta tidak hanya dalam konteks menyambung rambut tetapi juga segala bentuk pemanfaatan lainnya yang bertujuan untuk menghinakan.

Dasar hukum

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam Islam, menjual anggota tubuh tertentu, seperti menjual tangan, ginjal, termasuk rambut dan kuku, hukumnya tidak diperbolehkan. Jika ada anggota tubuh yang sudah dipotong, seperti rambut dan kuku, maka tidak boleh dijual oleh siapa pun, baik oleh pemiliknya sendiri atau orang lain.

Hal ini karena manusia dan seluruh anggota tubuhnya sangat dimuliakan sehingga tidak boleh diperjualbelikan, sebagaimana Allah SWT memuliakan keturunan Adam (bani Adam) sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 70.

Berdasarkan ayat tersebut, para ulama sepakat bahwa tidak boleh ada bagian tubuh manusia yang dihinakan atau direndahkan, termasuk menjualnya.

Model rambut face framing layer
Model rambut face framing layer. – Istimewa

Para ulama juga berpendapat bahwa sesuatu yang tidak boleh dijual saat masih menempel pada tubuh, juga tidak boleh dijual setelah terpisah, seperti rambut dan kuku.

Dengan demikian, di dalam Islam, menjual anggota tubuh tertentu, seperti menjual tangan, ginjal, termasuk rambut dan kuku, hukumnya tidak diperbolehkan.

Jika ada anggota tubuh yang sudah dipotong, seperti rambut dan kuku, maka tidak boleh dijual oleh siapa pun, baik oleh pemiliknya sendiri atau orang lain. Hal ini karena manusia dan seluruh anggota tubuhnya sangat dimuliakan sehingga tidak boleh diperjualbelikan.

Hal ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu berikut;

ما لا يجوز بيعه متصلاً لا يجوز بيعه منفصلاً، كشعر الآدمي

“Sesuatu yang tidak boleh dijual dalam keadaan tersambung, maka tidak boleh dijual dalam keadaan sudah terpisah, seperti rambut manusia.”

Juga disebutkan dalam kitab Bahr al-Ra-iq berikut;

وشعر الإنسان والإنتفاع به أى لم يجز بيعه والإنتفاع به لأن الأدمي مكرم غير مبتذل فلا يجوز أن يكون شيئ من أجزائه مهانا مبتذلا

“Rambut manusia dan memanfaatkannya, maksudnya tidak boleh menjual dan memanfaatkannya, karena manusia itu dimuliakan dan tidak boleh dihinakan, sehingga tidak boleh sedikitpun dari bagian tubuhnya direndahkan dan dihinakan.”

Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah juga disebutkan sebagai berikut;

و اتفق الفقهاء على عدم جواز الانتفاع بشعر الادمى بيعا و استعمالا لان الادمى مكرم

“Para ulama fiqih sepakat bahwa tidak boleh memanfaatkan rambut manusia, baik untuk diperjualbelikan atau digunakan, karena manusia dimuliakan.”

Oleh karena itu, jika rambut dan kuku sudah dipotong, maka di dalam Islam dianjurkan untuk segera ditanam di tanah agar tidak ada orang lain yang memanfaatkan, seperti menjualnya atau menggunakanya.

Konsekuensi

Dosa: Melakukan jual beli rambut adalah tindakan haram dan akan mendapatkan dosa.

Anjuran: Jika rambut sudah terpotong, umat Islam dianjurkan untuk menanamnya di tanah agar tidak ada orang lain yang memanfaatkan untuk tujuan yang tidak dibenarkan.

Namun, larangan tidak berlaku untuk rambut palsu yang terbuat dari bahan lain (misalnya, sintetis atau hewan non-babi) atau untuk rambut yang didonasikan untuk tujuan yang baik dan tidak diperjualbelikan.

Berita Terkait

Suami dipenjara, tiga madzhab melarang istri gugat cerai
Kisah Umar bin Khattab pecat panglima perang Khalid bin Walid karena tak pernah salah
Tinjauan fiqih memungut uang untuk peringatan HUT RI setiap 17 Agustus
Penyakit ain dalam Islam: Dalil, ciri-ciri dan tips mencegah sakit tak kasat mata
Artis asal Sukabumi diselimuti duka
5 ribu pasutri di Sukabumi cerai, 380 PA kumpul perkuat fiqh al-waqi’ dan fiqh al-tahawwulat
Mengingat sejarah kurban, kapan Idul Adha pertama kali dirayakan?
Berkurban dengan cara utang, begini pandangan Islam

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Suami dipenjara, tiga madzhab melarang istri gugat cerai

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:35 WIB

Kisah Umar bin Khattab pecat panglima perang Khalid bin Walid karena tak pernah salah

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Tinjauan fiqih memungut uang untuk peringatan HUT RI setiap 17 Agustus

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 03:41 WIB

Penyakit ain dalam Islam: Dalil, ciri-ciri dan tips mencegah sakit tak kasat mata

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:23 WIB

Artis asal Sukabumi diselimuti duka

Berita Terbaru

Ilustrasi kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Internasional

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:32 WIB

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga

Minggu, 23 Agu 2026 - 23:00 WIB

Chery Q dijual segini, hatchback pertama yang punya bagasi luas - Chery

Otomotif

Chery Q dijual segini, hatchback pertama yang punya bagasi luas

Minggu, 23 Agu 2026 - 22:06 WIB