Harga Mencapai Jutaan Rupiah per Kg, 5 Kopi asal Jawa Barat Dikenal Dunia

- Redaksi

Jumat, 9 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kopi. l Istimewa

Ilustrasi kopi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Diberkahi dengan alam yang luar biasa, Provinsi Jawa Barat tidak lepas dari hasil alam yang juga berkualitas. Salah satunya yang sudah mendunia adalah biji kopi.

Wajar jika kopi asal Jawa Barat sendiri sudah menjadi komoditas ekspor terbesar ke Belanda pada zaman kolonial. Pihak VOC pun mengunggulkan kopi Arabika di Jawa Barat untuk diperdagangkan.

Kesuksesan dari zaman kolonial tersebut terus dibawa hingga hari ini kopi asal Jawa Barat sudah diproduksi dan diekspor hingga mancanegara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nah, jika selama ini para penikmat kopi telah mengenal Kopi Gunung Puntang dan Kopi Ciwidey yang namanya sudah mendunia. Masih banyak kopi lainnya asal Tanah Pasundan yang juga dikenal dunia dan dihargai jutaan Rupiah per kilogram.

Tidak mengherankan jika Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sempat mengirim sejumlah kopi terbaik dari petani Jabar pada pameran World of Coffee di Milan, Italia pada 23-25 Juni 2022 lalu.

Bahkan, pada hari pertama pameran, kios “West Java Coffee” tersebut sukses menarik perhatian dan banyak dikunjungi pengunjung.

Nyatanya, kopi di Jawa Barat sendiri sudah menjadi komoditas ekspor terbesar ke Belanda pada zaman kolonial. Pihak VOC pun mengunggulkan kopi Arabika di Jawa Barat untuk diperdagangkan.

Berikut 5 kopi khas Jawa Barat yang namanya sudah mendunia, selain Gunung Puntang dan Ciwidey.

1. Kopi Malabar

Dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda dari Malabar di India, kopi ini kemudian ditanam di daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung pada ketinggian 1.500 mdpl. Pada masa kolonial, jenis kopi ini juga dijuluki ‘Java Preanger’.

Diakui dan mendapat empat penghargaan kopi dari Speciality Coffee Association of America Expo, kopi Malabar ini memiliki aroma seperti bunga. Cita rasa yang dikeluarkan pun sedikit manis dengan keasaman yang cukup kuat.

2. Kopi Papandayan

Selain terkenal karena keindahan alam dan matahari terbitnya, ternyata Gunung Papandayan di Kabupaten Garut juga menghasilkan kopi yang luar biasa nikmat. Kopi di pegunungan itu tumbuh pada ketinggian 700-1.200 mdpl yang bersuhu 16-20 derajat Celcius.

Melalui keunggulan geografis tersebut, kopi Papandayan ini menjadi incaran banyak pecinta kopi di seluruh dunia. Bahkan, kopi ini mendapat hasil yang memuaskan dari tes cita rasa oleh Speciality Coffee Association Europe (SCAE) pada 27 Juli 2016 silam.

3. Kopi Palasari

Kopi ini berasal dari lereng Gunung Manglayang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung yang kini dikembangkan menjadi kawasan Kampung Kopi.

Kopi Palasari memiliki citarasa tidak terlalu asam meski berasal dari biji kopi arabika. Di area asalnya, Kopi Palasari lebih dikenal dengan nama Arabika Kolenang yang menjadi singkatan dari Kopi Legok Nyenang.

4. Kopi Gunung Halu

Berasal dari Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, kopi ini dipanggang dengan suhu tertentu untuk memaksimalkan sensasi rasa kopi yang sesuai dengan Gunung Halu. Hal tersebut tidak sia-sia lantaran Kopi Gunung Halu sukses mendapat penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Perancis.

Kopi asal Jabar yang sering diekspor ke Maroko ini memiliki rasa segar dan asam. Kopi ini biasanya tumbuh dengan baik di ketinggian 900 mdpl di Gunung Halu.

5. Kopi Mekarwangi

Setelah Kopi Gunung Puntang, Kopi Mekarwangi ini menjadi dalam ajang Specialty Coffee Association of America (SCAA). Kopi yang berasal dari Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung barat ini tumbuh di ketinggian 1.000-1.5000 mdpl.

Agar memiliki cita rasa manis seperti karamel dan mangga, pohon Kopi Mekarwangi ini sengaja ditanam di sekitar pohon buah. Kopi ini juga sukses menembus pasar dunia seperti Asia, Eropa, Australia, dan Selandia Baru. Di Selandia Baru, Kopi Mekarwangi bahkan dibanderol dengan harga Rp1 juta per kilogramnya.

Berita Terkait

Mengenal 5 karakter alpha woman, bukan berarti tidak memiliki sisi feminin
Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi
Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur
Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya
Kenapa Lamine Yamal dan Keyne secara fisik berbeda?
Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi
Nomor 5 wanita Sukabumi, daftar artis punya gelar bangsawan Solo
Meskipun enak, kandungan gizi telur asin rendah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:34 WIB

Mengenal 5 karakter alpha woman, bukan berarti tidak memiliki sisi feminin

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:20 WIB

Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:13 WIB

Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:08 WIB

Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:19 WIB

Kenapa Lamine Yamal dan Keyne secara fisik berbeda?

Berita Terbaru

Selfi Nafilah tampil berhijab - Instagram

Hikmah

Artis asal Sukabumi diselimuti duka

Selasa, 28 Jul 2026 - 02:23 WIB

Puncak Habibie terbakar - Ist

Sukabumi

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Senin, 27 Jul 2026 - 22:36 WIB