SUKABUMIHEADLINE.com l SUKABUMI – Tidak banyak yang tahu jika di sekitar kawasan objek wisata Selabintana, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terdapat sebuah kompleks permukiman yang sudah selama puluhan tahun dibiarkan terbengkalai hingga terkesan berubah menjadi sebuah kota mati.
Dilansir kanal YouTube Firmansyah Alfikri, tampak kota mati tersebut terdapat banyak bangunan layaknya kompleks perumahan mewah, tapi dibiarkan telantar. Alhasil, kompleks tersebut bak sebuah kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya.
Informasi diperoleh, kompleks perumahan mewah dengan arsitektur bergaya Eropa klasik tersebut dibangun pada 1998 hingga awal 2000-an. Melihat hampir semua bangunan tampak belum rampung dibangun, terkesan kompleks tersebut memang belum pernah dihuni manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Diduga, kompleks perumahan tersebut masih dalam proses pembangunan dan belum sempat dipasarkan. Hal itu terlihat dari semua bangunan yang dibiarkan rusak.
Semua bangunan fasilitas umum dan hunian tampak hancur, pun ilalang memenuhi hampir semua kawasan, meskipun sebagian di antaranya tampak dialihfungsikan menjadi lahan pertanian.
Terlihat rerumputan tak terawat dan tumbuhan perdu serta lumut tumbuh subur di tembok-tembok usang. Bahkan, sebagian rumpun rerumputan memiliki tinggi nyaris menyamai bangunan di dekatnya.

Sementara, kaca-kaca dan genting rumah terlihat hancur dan berjatuhan ke tanah. Demikian pula dengan cat-cat rumah, semuanya terlihat usang dan mengelupas dari dinding.
Tidak diketahui pasti alasan kompleks perumahan itu dibiarkan terbengkalai, meskipun berlokasi di kawasan yang terkenal sejuk dan asri. Sejauh mata memandang, terlihat area perbukitan dan Gunung Gede Pangrango.
“Kompleks di sini terkenal dengan nama Kota Mati Sukabumi, tapi suasana di sini adem banget sih. Banyak pohon cemara, pemandangan keren,” demikian narasi di kanal YouTube dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (24/2/2023) dinihari.

Namun demikian, area di kawasan pintu gerbang kompleks perumahan tersebut terlihat lebih bersih ketimbang di bagian dalam kompleks. Hal itu diduga karena area taman di sekitar pintu gerbang kompleks kerap dijadikan tempat nongkrong warga dan wisatawan yeng berlibur ke kawasan Selabintana.
Layaknya bangunan bergaya Eropa klasik, sejumlah rumah terlihat memiliki cerobong. “Kayak bangunan-bangunan Eropa gitu enggak sih? Ada cerobong-cerobong asapnya.”
Selain bangunan rumah, di dalam kawasan kompleks tersebut juga terdapat bangunan yang diperuntukkan untuk masjid dengan satu menara di salah satu sisinya setinggi sekira 5 meter.
Terlihat kaca di bagian atas yang sejatinya berfungsi sebagai sumber cahaya di dalam masjid, pecah dan rumput tumbuh di dekatnya.

Sedangkan, di bagian kubah terlihat kusam dan lapuk dan ditumbuhi lumut. Demikian di bagian pagar masjid, ilalang tumbuh bahkan melebihi tinggi pagar.
“Ini seperti bangunan masjid. Bangunan masjid ini seperti masjid At Tawun di Puncak, ya,” tutur pemilik video.
Tak hanya itu, juga terdapat sebuah bangunan menyerupai kastil dengan dinding bata merah yang terlihat lapuk dan ditumbuhi lumut.

“Ini kayak sebuah ruangan besar dengan atap bolong. Di kanan dan kiri ada sebuah ruangan seperti kios. Mungkin ini dulu akan dijadikan sport club ataupun kolam renang gitu ya,” demikian narasi dalam video.