Ingin Didengar Banyak Orang, Gadis Sukabumi Ini Bernyanyi Lewat YouTube

- Redaksi

Minggu, 11 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nirmala Sari, penyanyi asal Nagrak Sukabumi. | Nirmala Sari

Nirmala Sari, penyanyi asal Nagrak Sukabumi. | Nirmala Sari

SUKABUMIHEADLINE.com – Nirmala Sari (23), gadis asal Kampung Ciparanje, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikenal memiliki suara emas.

Perempuan yang akrab disapa Mala itu bahkan pernah mengikuti sejumlah ajang pencarian bakat menyanyi di Sukabumi. Sebut saja ajang Sukabumi Got Talent tahun 2016 silam.

“Pernah ikut acara Sukabumi Got Talent dulu waktu tahun 2016. Alhamdulillah dapat juara tiga tapi vocal group,” kata Mala saat diwawancarai sukabumiheadline.com, Ahad, 11 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nirmala mengaku sudah hobi bernyanyi sejak kelas IV SD. Ia belajar bernyanyi secara otodidak. Bakatnya sempat tersalurkan saat ikut paduan suara di SMA. Dan di bangku SMA itu Mala bersama dua orang temannya sempat ikut lomba bernyanyi tahun 2019 dan mendapat juara favorit.

“Paling waktu SMA aja ikut paduan suara sambil belajar olah vokal. Pernah ikut kontes tahun 2019 di Smansa dan waktu itu dapat juara favorit,” imbuh perempuan yang mengidolakan Raisa tersebut.

Mala kini menyalurkan bakat dan hobi bernyanyinya lewat unggahan di akun YouTube Nirmala Sari. Di kanal itu siapapun bisa mendengar suara emas Mala. Kebanyakan video yang diunggah adalah cover lagu-lagu terkenal.

“Kegiatan sekarang masih suka nyanyi. Bahkan sekarang kalau nyanyi suka divideo dan di-upload ke YouTube. Supaya bisa didengar oleh banyak orang,” katanya lagi.

Meski sering bernyanyi solo , Mala mengaku lebih menyukai grup vokal. “Kalau nyanyi itu sebenarnya lebih suka ke grup karena lebih seru,” pungkasnya.

Berita Terkait

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda
Mendikdasmen akan berlakukan lagi kebijakan tidak naik kelas tahun depan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati

Berita Terbaru