Intip Koleksi Museum Hiu Purba Megalodon Berusia Jutaan Tahun di Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 17 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l SURADE – Warga Sukabumi sebagian tentunya sudah mengetahui keberadaan Museum Hiu Purba Pertama di Indonesia Ada di Sukabumi. Bahkan, saat ini pembangunan Taman Megalodon disebut tengah dalam proses perencanaan.

Berawal dari penemuan fosil hewan purba Hiu Megalodon di Desa Gunung Sungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menuai sorotan berbagai kalangan.

Screenshot 2023 06 17 17 58 32 23 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Untuk melestarikan warisan purbakala ini, Museum Megalodon pertama di Indonesia pun kemudian resmi dibangun di Sukabumi, tidak jauh dari lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Museum ini didirikan persis dikawasan berbagai fosil ini ditemukan, yakni di Desa Gunung Sungging, Surade, yang menurut penelitian lokasi tersebut merupakan kuburan berbagai hewan purba yang hidup di zaman jutaan tahun silam.

Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa
Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Lokasi museum berada tepat di samping Kantor Desa Gunung Sungging. Memanfaatkan sebuah bangunan milik desa yang diperuntukkan museum, kemudian dirapikan oleh warga, lalu diubah menjadi Museum Megalodon.

Setelah resmi didirikan, keberadaan museum tersebut diharapkan akan menjadi penyelamat kekayaan alam zaman purba yang di temukan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi itu.

Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa
Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Dengan keberadaan museum tersebut, diharapkan setiap ada penemuan benda bersejarah serupa tidak dijual bebas oleh masyarakat.

Kepala Desa Gunung Sungging, Nanang membenarkan ratusan fosil banyak ditemukan di wilayahnya.

Bahkan, saat ini menurut data yang tercatat, fosil yang telah menjadi penghuni Museum Megalodon ini di antaranya fosil gigi hiu Megalodon, Moluska jenis kerang purba, keong purba, tulang paus, hingga ambergris atau muntahan paus pada masa Purba.

“Fosil gigi Megalodon berukuran variatif, dari yang terkecil berukuran kurang lebih 1 centimeter hingga 15 centimeter. Sedangkan, ukuran Moluska yang ditemukan juga bervariatif,” ungkap Nanang.

Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa
Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Ditambahkan Nanang, lokasi tempat ditemukannya fosil hiu purba akan menjadi salah satu warisan geologi atau geoheritage dunia.

Karenanya, di lokasi tempat fosil fosil ini terpendam akan dijadikan sebagai Museum Site.

Hal itu diungkapkan Wakil Badan Pengelola Geopark Ciletuh – Palabuhanratu, Muhammad Teguh bahwa Museum Site itu konsepnya seperti sebuah Taman Megalodon.

“Kelak fosil-fosil yang ditemukan di sana akan ditonjolkan di permukaan tanah singkapan (lokasi galian fosil), tentunya ini akan sangat menarik pagi pengunjung juga peneliti di kemudian hari,” ungkap Nanang.

Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa
Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Sementara, peneliti Geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Aswan dalam acara Collection Talk Jejak Kehidupan Laut Purba Jampang Sukabumi, beberapa waktu lalu menyebut bahwa kawasan Jampang di zaman purba bukan daratan seperti saat ini melainkan hamparan lautan.

Aswan juga menyebut, berdasarkan hasil penelitian Geologi dan Paleontologi, wilayah Jampang yang berada di Kabupaten Sukabumi ini sangat menarik.

Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa
Koleksi Museum Hiu Purba di Surade, Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Pasalnya, pemandangan alam wilayah selatan Sukabumi yang saat ini terlihat begitu memesona mata, pada masa jutaan tahun silam merupakan lautan yang sangat dalam.

“Sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah pajampangan, sebelum 35 juta tahun lalu atau pada periode Eosen merupakan daratan, Namun pada 35 juta tahun lalu daerah tersebut berubah menjadi lautan, barulah pada 5 juta tahun lalu daerah tersebut kembali menjadi daratan,” paparnya.

Dia mengungkapkan, fosil-fosil Moluska laut purba yang ditemukan ini diperkirakan hidup pada 13 juta atau 12 juta tahun lalu.

Selain fosil-fosil Moluska laut, juga ditemukan fosil tulang belakang paus purba yang diperkirakan hidup sekita 8 juta hingga 5 juta tahun silam.

Selain itu, ditemukan pula fosil gigi hiu putih raksasa purba atau Megalodon. Para peneliti meyakini salah satu mangsa (makanan) dari Hiu Megalodon tersebut adalah paus purba.

“Ini membuktikan bahwa daerah Sukabumi itu dulunya adalah laut,” yakin Aswan.

Sementara, Plt Kepala Museum Geologi Bandung, Iwan Kurniawan menyebut bahwa fosil paus purba yang ditemukan di Sukabumi merupakan jenis Balaenoptera sedangkan Megalodon termasuk ke dalam famili Otodontidae.

Bagian fosil paus purba yang ditemukan di Sukabumi antara lain pecahan tengkorak, rahang, dan ruas-ruas tulang belakang. Koleksi purba tersebut ditemukan pada tahun 2017 lalu.

“Ukuran paus tidak besar karena saat mati usianya pun masih muda,” ujar Iwan.

Adapun terkait fosil Megalodon yang ditemukan, Iwan mengatakan ukurannya sangat besar dan ini adalah sesuatu yang sangat berharga.

“Di Indonesia hiu Megalodon tidak banyak, yang ditemukan besar hanya di Surade, ada beberapa juga fosil Megalodon yang kita temukan, tapi ukurannya lebih kecil, seperti yang ditemukan di Bojonegoro,” jelas Iwan.

Lebih jauh Iwan mengungkapkan sudah ada 64 fosil hewan vertebrata purba atau hewan bertulang belakang prasejarah yang ditemukan di daerah Surade, Sukabumi, termasuk Megalodon dan paus purba, fosil – fosil yang kemudian menjadi koleksi Museum Geologi Bandung ini otomatis menjadi milik negara dan kekayaan dunia.

Berita Terkait

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi
Kisah Danar Asmara, penjual cilok asal Sukabumi gabung label dan masuk dapur rekaman
Kok bisa perempuan punya kumis? Ternyata ini penyebabnya
MUI beri pujian film yang dibintangi artis asal Sukabumi ini
Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi
Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:00 WIB

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kisah Danar Asmara, penjual cilok asal Sukabumi gabung label dan masuk dapur rekaman

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Kok bisa perempuan punya kumis? Ternyata ini penyebabnya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:36 WIB

MUI beri pujian film yang dibintangi artis asal Sukabumi ini

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Pernah dibuang ke Sukabumi, kini film Hamka Awal Mula dibintangi artis asal Kota Mochi

Berita Terbaru

Ilustrasi dukun di Indonesia - sukabumiheadline.com

Kultur

5 cerita dan cap hitam teluh Jampang Sukabumi

Minggu, 1 Nov 2026 - 01:00 WIB

Le Minerale sponsori Persib Bandung - Ist

Nasional

Muncul seruan boikot Le Minerale dipicu video aksi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:00 WIB