Ironi dan 5 Drama Messi: Barcelona Lapor UEFA, PSG Terancam Hukuman Tiga Tahun

- Redaksi

Senin, 9 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Messi saat pamitan di Camp Nou, Minggu (8/8/2021). l Istimewa

Momen Messi saat pamitan di Camp Nou, Minggu (8/8/2021). l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Lionel Messi sudah resmi meninggalkan Barcelona dalam sebuah acara perpisahan di Camp Nou, Minggu (8/8/2021) sore WIB. Messi berpamitan pergi dari Barcelona sambil berurai air mata saat memberikan sambutan.

Messi dikabarkan akan bergabung dengan Les Parisiens -julukan Paris Saint-Germain (PSG). Namun, PSG terancam hukuman larangan tampil dalam kompetisi antarklub Eropa selama tiga tahun.

Hal tersebut tentu menjadi ironis, mengingat keputusan PSG merekrut Messi adalah demi ambisi juara Liga Champions Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 5 drama Leonel Messi yang dirangkum sukabumiheadlines.com dari berbagai sumber.

1. Gerard Pique Berang

Rekan setim Messi di Barcelona, Gerard Pique, menuding manajemen Blaugrana yang menjadi penyebab utama La Pulga mesti pergi. Kondisi keuangan Barcelona memang sedang tak baik-baik saja. Presiden klub, Joan Laporta, bilang bahwa kerugian klub mencapai 400 juta euro.

Oleh karena itu, Barcelona sedang mencoba untuk memangkas banyak gaji para pemainnya. Di LaLiga juga diberlakukan pembatasan gaji.

Pique menyalahkan manajemen dengan kondisi keuangan klub saat ini. “Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen tak ada dalam kondisi terbaik dan itu sudah menghukum kami,” kata Pique seperti dikabarkan oleh As.

2. Komentar Pelatih

“Ini akan menjadi hal luar biasa untuk kompetisi kami (League 1). Tapi sejujurnya saya sampaikan, Messi seharusnya mengakhiri karier dan pensiun di Barcelona,” ujar Pelatih FC Metz, Frederic Antonetti, dilansir dari laman IBTimes, Senin (9/8/2021).

“Akan bagus untuk Ligue 1, dia pemain terbaik di dunia. Sepak bola Prancis telah memenangkan banyak hal dan berkembang pesat dalam beberapa musim terakhir,” ujar Jorge Sampaoli yang menangani Marseille.

3. Hukuman Mengancam PSG

Hukuman mengintai klub PSG jika mendatangkan Messi tanpa menjual pemain-pemain bintang mereka pada bursa transfer musim panas 2021.

Jika PSG ngotot mempertahankan Kylian Mbappe di saat Lionel Messi sudah berada di tengah-tengah mereka, berpotensi mendapat hukuman larangan tampil di Liga Champions, atau tepatnya di kompetisi antarklub Eropa selama tiga tahun.

4. Barca Lapor UEFA

Barcelona mengajukan protes kepada Federasi Sepakbola Eropa (UEFA). Barcelona menyebut kondisi keuangan PSG tidak lebih baik ketimbang mereka, demikian Marca dalam laporannya.

Barcelona meminta UEFA menyelidiki kondisi keuangan PSG karena menurut mereka, rasio gaji di PSG melebihi 99%, sedangkan Barcelona 54%. Karenanya kubu Barca menyebut PSG telah melanggar Financial Fair Play (FFP). Barcelona mengklaim aturan FFP juga harus diperhatikan PSG dalam proses perekrutan Messi.

Meroketnya rasio gaji PSG berdasarkan pada bursa transfer musim panas ini, di mana tim sudah mendatangkan pemain-pemain top bergaji mahal seperti Sergio Ramos, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum dan Gianluigi Donnarumma.

Padahal, Marca melaporkan jika PSG mengalami defisit 200 juta euro dalam beberapa musim terakhir. Hal ini melebihi ambang defisit yang diizinkan FFP, minus 40 juta euro.

Demi menyeimbangkan neraca keuangan PSG harus menjual pemain mahal seperti Kylian Mbappe dan Angel Di Maria. Namun, Pelatih PSG Mauricio Pochettino mengatakan, takkan menjual Mbappe, meskipun ada Messi.

5. PSG Harus Memutar Otak

Manajemen PSG mesti memutar otak supaya mereka tidak dikenai hukuman oleh UEFA, dalam hal ini FFP jika kehadiran Messi akan berujung petaka bagi mereka.

“PSG sangat jelas ingin mempertahankan para pemain bintangnya (termasuk Mbappe). Hanya saja, PSG bisa mendapatkan sanksi selama tiga tahun. PSG bertekad memenangkan trofi Liga Champions, namun semuanya akan sia-sia jika mereka dikenai sanksi tiga tahun,” tulis salah satu program radio Spanyol, El Transistor, mengutip dari Twitter @MadridXtra.

Semenjak berdiri pada 1970, PSG memang belum pernah juara Liga Champions. Prestasi terbaik mereka hanya menjadi finalis pada 2019-2020. Saat itu di partai puncak, PSG tumbang 0-1 dari Bayern Munich.

Berita Terkait

IWL 2026/2027: FC Bekasi City Women diperkuat dua pesepakbola putri asal Sukabumi
Melbourne Victory FC vs Persib di ACL Two Rabu sore, hasil berbeda di liga domestik
Analisis pertandingan Persib vs Isenmulang Kalteng FC: Kondisi internal dan taktik
Igor Tolic absen laga Ahad sore, Runje: Persib siap menang vs Isenmulang Kalteng FC
Cek jadwal Geopark Run Series 2026-2027 Sukabumi, daftar online di sini
Jadwal Persib November 2026 di Super League, ACL Two dan Shopee Cup
Pernyataan pelatih Melbourne Victory FC usai kalah dari Persib
ACL Two 2026/2027: Pelatih Melbourne Victory FC puji skuad Persib jelang laga malam ini

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 00:01 WIB

IWL 2026/2027: FC Bekasi City Women diperkuat dua pesepakbola putri asal Sukabumi

Senin, 2 November 2026 - 12:00 WIB

Melbourne Victory FC vs Persib di ACL Two Rabu sore, hasil berbeda di liga domestik

Minggu, 1 November 2026 - 09:00 WIB

Analisis pertandingan Persib vs Isenmulang Kalteng FC: Kondisi internal dan taktik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Igor Tolic absen laga Ahad sore, Runje: Persib siap menang vs Isenmulang Kalteng FC

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Cek jadwal Geopark Run Series 2026-2027 Sukabumi, daftar online di sini

Berita Terbaru

VinFast VF 3 - VinFast

Otomotif

Intip spesifikasi VinFast VF 3, SUV mungil versi termurah

Senin, 2 Nov 2026 - 18:23 WIB

Ilustrasi remaja perempuan dan orang tua memakai kacamata - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Tips memilih kacamata minus berdasarkan usia

Senin, 2 Nov 2026 - 17:00 WIB