sukabumiheadline.com – Sejumlah media yang dekat dengan pemerintah Iran membocorkan isi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diklaim menjadi dasar kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat setelah 107 hari konflik.
Sementara itu, isu program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok perlawanan di kawasan disebut telah dikeluarkan secara permanen dari agenda negosiasi.
Jika seluruh ketentuan tersebut terlaksana, kesepakatan Iran-AS berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mengakhiri ketegangan yang sempat mengguncang pasar energi global dan mengancam jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokumen yang dilaporkan oleh Kantor Berita Mehr itu disebut akan menjadi landasan negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran. Namun hingga kini, baik pemerintah AS maupun Iran belum merilis atau mengonfirmasi secara resmi seluruh isi kesepakatan tersebut.
Jika benar diterapkan, kesepakatan ini tidak hanya mengakhiri konflik bersenjata antara kedua negara, tetapi juga berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia.
Berikut 14 poin utama yang disebut terdapat dalam draf kesepakatan tersebut, sebagaimana diberitakan Mehr, Senin (15/6/2026):
1. Penghentian perang secara permanen
Iran dan Amerika Serikat sepakat menghentikan seluruh operasi militer secara permanen dan segera di semua front konflik, termasuk di Lebanon.
2. AS menghormati kedaulatan Iran
Washington berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran dan menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.
3. Blokade angkatan laut dicabut dalam 30 hari
Amerika Serikat disebut akan mengakhiri seluruh blokade maritim terhadap Iran dalam waktu maksimal 30 hari setelah kesepakatan berlaku.
4. Penarikan pasukan AS dari sekitar Iran
AS berkomitmen mengurangi dan menarik pasukan militernya dari wilayah-wilayah yang berada di sekitar Iran.
5. Selat Hormuz dibuka kembali
Jalur pelayaran strategis Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu 30 hari berdasarkan mekanisme yang disepakati bersama dengan Iran.
6. Sanksi minyak Iran ditangguhkan
Amerika Serikat akan menangguhkan berbagai sanksi terhadap sektor minyak, petrokimia, dan produk turunannya sehingga Iran dapat kembali menjual energinya ke pasar internasional.
7. Iran kembali menikmati seluruh pendapatan energinya
Selain penangguhan sanksi, Teheran juga memperoleh akses penuh terhadap hasil penjualan minyak dan produk petrokimia yang sebelumnya dibatasi.
8. Dana rekonstruksi minimal USD 300 miliar
Amerika Serikat dan sekutunya diwajibkan mengajukan program rekonstruksi Iran dengan nilai sedikitnya USD 300 miliar atau sekitar Rp4.900 triliun.

9. Negosiasi lanjutan selama 60 hari
Kedua pihak akan menggelar perundingan selama 60 hari guna mencapai kesepakatan final mengenai isu nuklir dan pencabutan sanksi secara menyeluruh.
10. Iran menegaskan tidak akan membuat senjata nuklir
Teheran kembali menegaskan komitmennya terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan menyatakan tidak akan memproduksi senjata nuklir.
11. Tidak ada pasukan tambahan dan sanksi baru
Selama masa negosiasi berlangsung, Amerika Serikat berjanji tidak akan menambah kekuatan militernya di kawasan maupun menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.
12. Dana Iran yang dibekukan senilai USD 24 miliar dibebaskan
Sebesar USD 24 miliar aset Iran yang selama ini dibekukan akan dilepaskan. Setengah dari jumlah tersebut harus dicairkan sebelum negosiasi final dimulai.
13. Dibentuk mekanisme pengawasan
Kesepakatan tersebut akan diawasi oleh mekanisme khusus untuk memastikan seluruh poin dijalankan oleh kedua pihak.
14. Kesepakatan final disahkan melalui PBB
Perjanjian damai akhir nantinya akan diperkuat melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain 14 poin tersebut, draf yang beredar juga menyebut bahwa pembicaraan final hanya akan fokus pada tiga isu utama, yakni program pengayaan uranium Iran, pencabutan sanksi, dan rekonstruksi ekonomi Iran.









