SUKABUMIHEADLINES.com l BEIJING – Ada banyak bukti menunjukkan eratnya hubungan Islam Nusantara dengan Islam di China. Bahkan, KH Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) semasa hidupnya sering mengingatkan bahwa dirinya memiliki darah Tinghoa dari jalur Tan Kim Han.
Dalam “Islam in China: Mengenal Islam di Negeri Luluhur” dijelaskan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui orang-orang Tiongkok pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dipimpin seorang Muslim Suku Hui, Laksamana Cheng Ho (1371-1433).
Buku yang ditulis Mi Shoujiang dan You Jia ini memuat tentang sejarah dan perkembangan Islam di China, pergolakan sejarah dan perkembangan Islam di China, serta pergolakan sejarah dan kondisi sosial masyarakat muslim di China. Buku ini semakin menarik dibaca karena ditulis langsung oleh penulis asal China tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam buku itu juga diungkap bahwa Islam diperkenalkan ke China pada pertengahan abad ke-7 Masehi.
Setelah disebarkan selama 1300 tahun, Islam telah memiliki lebih dari 20 juta pengikut di Negeri Tirai Bambu itu. Kemudian, Islam mendapatkan banyak sebutan, di antaranya “Hui Jiao” (Agama orang Hui).
Setelah China Baru didirikan pada 1949, pemerintah melarang menggunakan istilah “Hui Jiao” untuk Islam, cukup panggil Islam saja.
Hingga kini, dari 56 kelompok etnis di China, 10 di antaranya menjadikan Islam sebagai agama nasional mereka, yakni etnis Hui, Uighur, Kazak, Dongxiang, Khalkha, Sala, Tajik, Uzbek, Bao’an, dan Tatar.
Kemudian, sejumlah kecil Muslim di antara etnis Mongol, Tibet, Bais, dan Dais.