Islam Berkembang Pesat di China

- Redaksi

Sabtu, 6 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Umat Muslim di China. l Istimewa

Umat Muslim di China. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l BEIJING – Ada banyak bukti menunjukkan eratnya hubungan Islam Nusantara dengan Islam di China. Bahkan, KH Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) semasa hidupnya sering mengingatkan bahwa dirinya memiliki darah Tinghoa dari jalur Tan Kim Han.

Dalam “Islam in China: Mengenal Islam di Negeri Luluhur” dijelaskan bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui orang-orang Tiongkok pada abad ke-15 dan 16 Masehi, dipimpin seorang Muslim Suku Hui, Laksamana Cheng Ho (1371-1433).

Buku yang ditulis Mi Shoujiang dan You Jia ini memuat tentang sejarah dan perkembangan Islam di China, pergolakan sejarah dan perkembangan Islam di China, serta pergolakan sejarah dan kondisi sosial masyarakat muslim di China. Buku ini semakin menarik dibaca karena ditulis langsung oleh penulis asal China tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam buku itu juga diungkap bahwa Islam diperkenalkan ke China pada pertengahan abad ke-7 Masehi.

Setelah disebarkan selama 1300 tahun, Islam telah memiliki lebih dari 20 juta pengikut di Negeri Tirai Bambu itu. Kemudian, Islam mendapatkan banyak sebutan, di antaranya “Hui Jiao” (Agama orang Hui).

Setelah China Baru didirikan pada 1949, pemerintah melarang menggunakan istilah “Hui Jiao” untuk Islam, cukup panggil Islam saja.

Hingga kini, dari 56 kelompok etnis di China, 10 di antaranya menjadikan Islam sebagai agama nasional mereka, yakni etnis Hui, Uighur, Kazak, Dongxiang, Khalkha, Sala, Tajik, Uzbek, Bao’an, dan Tatar.

Kemudian, sejumlah kecil Muslim di antara etnis Mongol, Tibet, Bais, dan Dais.

Berita Terkait

Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina
Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan
5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas
12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia
Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas
Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS
Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol
PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:01 WIB

5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:51 WIB

12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas

Berita Terbaru

Anak-anak Suku Baduy - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Khazanah

Mengenal agama Suku Sunda

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:21 WIB