Israel Tak Sanggup Perang Dua Arah Vs Hamas dan Lebanon, PM Netanyahu Dituntut Mundur

- Redaksi

Rabu, 18 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu. l Istimewa

Mantan PM Israel Benjamin Netanyahu. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Israel sedang menyiapkan 2 front perang. Satu sisi di Gaza dengan pejuang Hamas, sisi lainnya ada di Lebanon melawan pejuang Hizbullah.

Mampukah Israel menghadapi dua pejuang Islam dalam perang tersebut. Jawabannya tidak!

Saat Israel menghadapi serangan di sepanjang perbatasannya dengan Lebanon, Mahjoob Zweiri dari Universitas Qatar mengatakan kepada Al Jazeera meskipun militer Israel mengatakan mereka mampu menangani serangan dari berbagai lini, mereka mungkin tidak mampu melakukannya dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi perbatasan Gaza, dia mengatakan bahwa ‘kami [Israel] siap berperang selama tiga minggu lagi’. Jadi jika hal ini terjadi, mereka akan menghadapi serangan dan pergerakan di sepanjang perbatasan mereka selama tiga minggu ke depan. Saya tidak yakin menangani hal ini dalam jangka waktu lama adalah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan,” kata Zweiri.

Kemudian, menurut sumber Hizbullah, serangan dilancarkan ke arah desa Shtula di sisi perbatasan Israel. Media Israel melaporkan adanya korban jiwa. Pembalasan Israel menyusul, menargetkan beberapa desa di sisi perbatasan Lebanon.

Baca Juga :  MUI: Semua Ormas Islam Tolak Kedatangan Timnas Israel

Sebuah pola mulai muncul: Hizbullah terutama menyerang pertanian Shebaa, sebuah wilayah yang disengketakan. Namun, ketika mereka membalas serangan Israel, mereka menargetkan wilayah di dalam wilayah Israel.

Israel mungkin tidak lagi berperang hanya di dua front; tampaknya front ketiga sedang terjadi. Roket diluncurkan ke arah Israel dari Suriah kemarin, mendorong Israel untuk menyerang bandara Aleppo di Suriah.

Israel Panas, Netanyahu Mundur Dituntut Mundur

Warga Israel ramai-ramai meminta Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu mundur. Ini terkait keluarga para tawanan yang ditahan oleh kelompok Hamas di Gaza.
Merekaa mengadakan protes di jalanan Tel Aviv, akhir pekan. Massa menyuarakan kritik tajam di depan Kementerian Pertahanan seraya menyuarakan kemarahan ke Netanyahu.

“Masuk penjara! Bibi (Netanyahu) dan pergi!” teriak para pengunjuk rasa, dikutip Anadolu Agency, Senin (16/10/2023).

Mereka pun dikabarkan mengibarkan sejumlah spanduk. Mulai dari “Bibi (Netanyahu), tanganmu berlumuran darah”, “Kami telah ditinggalkan”, “Segera kembalikan sandera” dan “Tidak ada kepercayaan, mundur”.

Baca Juga :  Diam-diam Israel Dekati Pejabat RI, Pilpres 2024 Jadi Perhatian

Salah satu pendemo, Monica Levy (62) yang kehilangan salah satu anggota keluarganya bernama Mapal Adam (25), mengatakan Netanyahu sepertinya sangat tertarik untuk “mengorbankan rakyat”.

Dia menuntut agar Netanyahu dan pemerintahannya disudahi karena mengabaikan masyarakat di selatan Israel, dekat dengan Gaza, dan malah mengabaikan kehidupan warga di sana.

“Mereka terobsesi dengan politik kecil-kecilan mereka,” kata Levy lagi.

Sebelumnya, sumber-sumber Palestina, termasuk saluran Al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas, mengatakan pada Sabtu bahwa sejumlah besar tahanan Israel yang ditahan di Jalur Gaza telah terbunuh atau terluka selama serangan udara Tel Aviv di daerah kantong tersebut.

Hamas sendiri dilaporkan sempat menangkap sejumlah warga Israel yang tidak diumumkan jumlahnya. Ini terjadi selama serangannya terhadap permukiman dan bangunan militer di sekitar Gaza pada hari pertama operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober.

Pada Senin ini, Hamas mengumumkan bahwa mereka tidak akan merundingkan pertukaran tahanan. Hal ini disampaikan melalui pidato yang disiarkan televisi oleh juru bicara militer Brigade Al-Qassam, cabang militer gerakan tersebut.

Berita Terkait

RS Pusat Pasukan Bela Diri Jepang akan rawat warga Gaza yang sakit dan terluka
Pasukan Israel bersumpah kuasai lebih luas wilayah Gaza
Profil Paetongtarn Shinawatra, PM Thailand dekat dengan kelompok Muslim
Kriangkrai Techamong, PRT picu permusuhan berdarah Thailand-Arab Saudi
Fenomena “anak dengan ekor busuk”, petaka baru generasi muda China
RI kalah dari Timor Leste, ini ranking negara paling korup versi TI
Profil Oleg Gorokhovsky, pemilik bank Ukraina galang dana untuk beli senjata nuklir
Bersiap perang besar di Gaza, PM Israel panggil 400.000 tentara cadangan

Berita Terkait

Kamis, 27 Maret 2025 - 18:54 WIB

RS Pusat Pasukan Bela Diri Jepang akan rawat warga Gaza yang sakit dan terluka

Sabtu, 22 Maret 2025 - 05:38 WIB

Pasukan Israel bersumpah kuasai lebih luas wilayah Gaza

Selasa, 18 Maret 2025 - 10:00 WIB

Profil Paetongtarn Shinawatra, PM Thailand dekat dengan kelompok Muslim

Senin, 17 Maret 2025 - 03:00 WIB

Kriangkrai Techamong, PRT picu permusuhan berdarah Thailand-Arab Saudi

Minggu, 16 Maret 2025 - 19:58 WIB

Fenomena “anak dengan ekor busuk”, petaka baru generasi muda China

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB