Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kabel telepon dan internet semrawut - sukabumiheadline.com

Ilustrasi kabel telepon dan internet semrawut - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kabar baik buat warga Sukabumi, pasalnya jalanan di daerah ini bakal bebas kabel semrawut dan truk over dimension dan overload (ODOL).

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan besar-besaran terhadap infrastruktur di Jawa Barat.

Fokus utama dalam langkah strategis ini mencakup digitalisasi kabel telekomunikasi melalui sistem bawah tanah (underground) serta penertiban operasional kendaraan berat guna menjaga kualitas Jalan Provinsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, KDM menargetkan pada 2029 seluruh jaringan kabel telekomunikasi dan listrik di pusat-pusat kota Jawa Barat sudah beralih ke sistem bawah tanah.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) dan perusahaan penyedia layanan internet, program ini dimulai dari penataan kabel di sekitar kawasan Gedung Sate, Bandung, dan wilayah perkotaan di Karawang.

Penataan ini mengedepankan pola integrasi pembangunan. KDM meminta agar setiap pengerjaan drainase, trotoar, maupun jalan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dilakukan secara bersamaan dengan pemasangan kabel bawah tanah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah praktik gali-tutup lubang yang berulang dan merusak estetika serta fungsi fasilitas umum yang telah diperbaiki.

Ilustrasi truk ODOL bermuatan pasir melebihi kapasitas ditilang polisi dan dishub - sukabumiheadline.com
Ilustrasi truk ODOL bermuatan pasir melebihi kapasitas ditilang polisi dan dishub – sukabumiheadline.com

Selain penataan kabel, KDM memberikan ultimatum keras kepada para pengusaha tambang di wilayah Sumedang, khususnya di Cimalaka. Ia menyoroti rusaknya jalan provinsi di jalur Tanjung Siang dan Cikamurang akibat lalu lintas kendaraan berat yang melebihi kapasitas muatan.

KDM menegaskan larangan melintas bagi truk pengangkut batu di rute-rute jalan provinsi yang baru saja diperbaiki dan diprioritaskan untuk akses pariwisata. Jika pelanggaran masih terus terjadi, ia tidak segan untuk merekomendasikan pencabutan izin operasi tambang terkait.

“Prinsipnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung seluruh kegiatan produksi yang bermanfaat selama tidak merusak lingkungan dan tidak menghancurkan infrastruktur jalan. Pembangunan harus berjalan seiring dengan pemeliharaan aset publik,” tegas Dedi Mulyadi.

Dalam pertemuan tersebut, KDM juga memberikan solusi atas kendala perizinan yang dihadapi proyek PLTA Cisokan (Pump Storage), yang digadang-gadang akan menjadi PLTA terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 1.040 MW. Pihak PLN melaporkan tantangan terkait perizinan kuari batu seluas 11 hektar di dalam kawasan proyek.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa untuk kepentingan PSN yang tidak menggunakan jalan publik dan berada di dalam kawasan lahan yang telah dibebaskan sendiri oleh PLN, proses administrasi akan dipermudah. Ia memastikan dukungan penuh agar proyek energi ini dapat berjalan sesuai target demi pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat Jawa Barat.

Berita Terkait

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis
KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah
Di Sukabumi Wamendikdasmen ungkap setengah juta lebih anak di Jabar tak sekolah
KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Razia knalpot brong, Pemprov Jabar siapkan knalpot standar gratis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:22 WIB

KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

Berita Terbaru