Pemeluk Hindu, Budha di Kabupaten Sukabumi Turun, Kristen Naik, Islam?

- Redaksi

Minggu, 24 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tempat ibadah. l Istimewa

Ilustrasi tempat ibadah. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu daerah dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Namun, selain pemeluk Islam, warga Sukabumi yang memeluk agama lain relatif bisa hidup dengan damai. Hal itu bisa dilihat dari kemeriahan setiap peringatan hari besar pemeluk agama lain di kabupaten yang beribukota di Palabuhanratu ini.

Lantas bagaimana perbandingan jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi berdasarkan agama yang dianutnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah ulasan tentang jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi berdasarkan agamanya seperti dikutip sukabumiheadline.com dari laman Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat 2019-2021. Bisa cek di sini.

Islam, sebagai agama mayoritas dianut warga Kabupaten Sukabumi, jumlahnya mencapai dua juta lebih pengikut.

Jumlah Pemeluk Islam di Kabupaten Sukabumi

Menurut data BPS yang bersumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, pada 2019 pemeluk Islam berjumlah 2.328.354 jiwa. Kemudian pada 2020, pemeluk Islam naik menjadi 2.388.237 jiwa.

Selanjutnya pada 2021, pemeluk agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini berjumlah sama dengan tahun sebelumnya, yakni 2.388.237 jiwa.

Baca Juga :  Menampik Disebut Anti Islam, Jenderal Dudung: Saya Santri

Jumlah Pemeluk Kristen Protestan di Kabupaten Sukabumi

Pemeluk agama Kristen Protestan di Kabupaten Sukabumi mengalami kenaikan signifikan pada 2019-2021, di mana pada 2019 pemeluk protestan berjumlah 48.848 jiwa.

Kemudian pada 2020, pemeluk Protestan turun menjadi 40.608 jiwa. Dan pada 2021 naik signifikan menjadi 400.608 jiwa.

Jumlah Pemeluk Katolik di Kabupaten Sukabumi

Seperti halnya pemeluk Protestan, warga Kabupaten Sukabumi yang memeluk Katolik pun mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2019 terdapat 1.821 orang memeluk Katolik. Kemudian pada 2020 naik menjadi 6.806 jiwa, dan naik lagi menjadi 6 822 jiwa pada 2021.

Jumlah Pemeluk Hindu di Kabupaten Sukabumi

Jumlah pemeluk agama Hindu di Kabupaten Sukabumi cenderung stagnan dan menurun. Pada 2019 ada 15 orang pemeluk Hindu. Demikian pula pada 2020, jumlah pemeluk Hindu stagnan di angka 15 orang.

Kemudian pada 2021 tercatat tidak ada pemeluk Hindu di Kabupaten Sukabumi alias 0.

Baca Juga :  Tiga Bulan Masjid Diblokir, Pengusaha Hindu Sewakan Tempat untuk Shalat

Jumlah Pemeluk Budha di Kabupaten Sukabumi

Berikutnya, pemeluk agama Budha di Kabupaten Sukabumi juga mengalami penurunan.

Data BPS mencatat pada 2019 terdapat 9.871 jiwa. Sementara pada 2020, pemeluk Budha tercatat menurun jadi 8.192 jiwa, dan stagnan di angka 8.192 pada 2021.

Jumlah Pemeluk Agama Lainnya di Kabupaten Sukabumi

Selain kelima agama di atas, juga terdapat penjelasan mengenai 13 jiwa pemeluk agama lainnya pada 2019 dan 2020, serta 0 pada 2021.

Namun demikian, tidak dijelaskan maksud dari agama lainnya tersebut.

Demikian dengan data tahun 2022 dan 2023 tidak ditemukan data terbaru terkait jumlah pemeluk agama di Kabupaten Sukabumi.

Jumlah Pemeluk Agama di Jawa Barat

Untuk perbandingan, jumlah penduduk berdasarkan agama yang dianutnya di Provinsi Jawa Barat, adalah sebagai berikut:

Islam: 41.314.121 (2019), 42.589.118 (2020), dan 42.589.118 (2021).

Kristen Protestan: 2.714.335 (2019), 2.178.002 (2020), dan 2.488.113 (2021).

Katolik: 312.715 (2019), 311.679 (2020), dan 312.296 (2021).

Hindu: 42.639 (2019), 50.175 (2020), dan 44.009 (2021).

Budha: 210.453 (2019), 202.115 (2020), dan 202.115 (2021).

Lainya: 13.429 (2019), 13.427 (2020), dan tidak ada data pada 2021.

Berita Terkait

Haram! Hukum semir rambut dengan warna hitam dalam Islam
Mengenal sejarah 3 zaman Paroki Santo Joseph dan perkembangan Katolik di Sukabumi
Kisah Tatiana, gadis pemberani dari Jampang Tengah Sukabumi dihukum mati di Groningen
Sejarah Gedung Sate: Nama awal, data teknis hingga konsep arsitektur
Bolehkah shalat Tahajud tanpa tidur terlebih dulu? Begini maknanya menurut ulama
Perempuan dan wanita dalam terjemahan AlQuran: Islam realisasikan kesetaraan gender
Beda hukum mencukur bulu kemaluan dan pangkas habis jenggot dalam Islam
Ulama harus jadi garda terdepan, Fatwa MUI: Haram buang sampah ke sungai, danau, laut

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 22:37 WIB

Haram! Hukum semir rambut dengan warna hitam dalam Islam

Minggu, 30 November 2025 - 21:02 WIB

Mengenal sejarah 3 zaman Paroki Santo Joseph dan perkembangan Katolik di Sukabumi

Minggu, 30 November 2025 - 13:49 WIB

Kisah Tatiana, gadis pemberani dari Jampang Tengah Sukabumi dihukum mati di Groningen

Sabtu, 29 November 2025 - 14:48 WIB

Sejarah Gedung Sate: Nama awal, data teknis hingga konsep arsitektur

Jumat, 28 November 2025 - 18:29 WIB

Bolehkah shalat Tahajud tanpa tidur terlebih dulu? Begini maknanya menurut ulama

Berita Terbaru

Seorang pria mewarnai rambut beruban dengan cat rambut warna hitam - sukabumiheadline.com

Hikmah

Haram! Hukum semir rambut dengan warna hitam dalam Islam

Minggu, 30 Nov 2025 - 22:37 WIB

BCA Syariah melakukan penanaman pohon di Cisitu , Sukabumi - BCA Syariah

Tak Berkategori

Mitigasi bencana, BCA Syariah tanam 1.500 pohon di Cisitu, Sukabumi

Minggu, 30 Nov 2025 - 16:31 WIB