sukabumiheadline.com – Kaki Daun lahir sebagai sebuah komunitas yang peduli terhadap cagar budaya dan lingkungan hidup. Kaki Daun lahir dan tumbuh di kawasan Palagan Perjuangan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Pada 9 November tahun ini, usia Kaki Daun tepat 11 tahun, walaupun baru dideklarasikan pada tanggal yang sama satu tahun setelah kelahirannya.
“Usia yang terbilang muda, tapi Kaki Daun turut berperan aktif dalam melestarikan cagar budaya, dan ikut berupaya mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai hak asasi setiap warga negara indonesia,“ ujar Ketua Komunitas Kaki Daun Saepul Rohman kepada sukabumiheadline.com, Ahad (8/8/2021).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebut Saepul, hingga kini Kaki Daun terus berupaya membangun kesadaran tentang kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun dan mengancam kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
“Sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang konsisten oleh semua pemangku kepentingan,“ imbuh dia.
Karenanya, sebut Saepul, Kaki Daun terus aktif mewujudkan keterpaduan pembangunan antarsektor dan antarpelaku dalam pemanfaatan ruang melalui program Gema Raksa untuk penanganan bencana alam dengan melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan konservasi lingkungan.
“Banyak kegiatan sudah dilakukan, dari mulai penanaman pohon, hingga bersih-bersih kawasan bersejarah, seperti talang di kawasan Palagan Bojongkokosan. Bahkan, memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia tahun lalu, kami membentangkan bendera merah putih berukuran raksasa di tebing situs perjuangan Palagan Bojongkokosan,“ pungkasnya.