Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

Ilustrasi musim kemarau - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sejumlah wilayah di Indonesia disebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mulai memasuki musim kemarau 2026. BMKG juga memprediksi musim hujan 2026 akan berakhir secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk kawasan selatan seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, puncak musim hujan diperkirakan mulai usai pada Februari hingga Maret.

Adanya perbedaan waktu berakhirnya musim hujan tidak bisa disamaratakan karena luasnya wilayah Indonesia. Karakteristik iklim yang sangat beragam membuat tiap daerah memiliki jadwal peralihan musim yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia kan daerahnya sangat luas. Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret ya. Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

Adapun untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diperkirakan mulai memasuki peralihan menuju musim kemarau sejak April, setelah intensitas hujan berangsur menurun sejak akhir Februari hingga Maret. Adapun musim kemarau di kawasan ini diproyeksikan berlangsung hingga sekitar September.

BMKG juga memperkirakan musim hujan di wilayah selatan Indonesia akan kembali terjadi menjelang akhir tahun. “Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober,” lanjut Teuku.

Sementara itu, pola musim yang berbeda terjadi di wilayah Indonesia yang berada dekat garis Ekuator, khususnya di Sumatra bagian utara. Wilayah ini memiliki karakteristik dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.

“Tapi perlu diingat bahwa di daerah ekuator, bagian utaranya ini agak berbeda. Misalnya saya berikan contoh untuk daerah Sumatra ya, untuk Aceh, kemudian Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dia memiliki kondisi di mana terjadi dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau,” jelasnya.

Saat ini, sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga Sumatra Barat bahkan sudah mulai memasuki awal musim kemarau, meskipun dengan kondisi yang tidak terlalu kering.

BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi kembali turun di wilayah tersebut pada periode April hingga Juni sebelum kembali memasuki musim kering berikutnya.

Teuku menegaskan perbedaan karakteristik iklim ini membuat waktu berakhirnya musim hujan di Indonesia tidak bisa disamakan antara wilayah selatan dan wilayah dekat ekuator.

“Jadi berbeda antara karakteristik iklim yang ada di daerah dekat ekuator dengan daerah Selatan, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara,” tegas dia.

Berita Terkait

Prakiraan cuaca Sukabumi 24-31 Maret: Waspada hujan disertai petir sepekan ke depan
Petani wajib waspada, BRIN ingatkan fenomena Godzilla hingga Oktober
Prakiraan cuaca Sukabumi saat Idul Fitri 1447 H, 20 – 21 Maret 2026
Prakiraan cuaca Sukabumi 24-28 Februari, hujan ringan hingga shower
Waspada angin kencang, prakiraan cuaca Sukabumi 7 hari ke depan
Ben Shenhar: 50% umur manusia ditentukan faktor genetik
17 Februari bakal ada fenomena gerhana matahari cincin
Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Februari, berawan hingga hujan disertai petir

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 23:28 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 24-31 Maret: Waspada hujan disertai petir sepekan ke depan

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:22 WIB

Petani wajib waspada, BRIN ingatkan fenomena Godzilla hingga Oktober

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:54 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi saat Idul Fitri 1447 H, 20 – 21 Maret 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:00 WIB

Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG

Senin, 23 Februari 2026 - 21:07 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 24-28 Februari, hujan ringan hingga shower

Berita Terbaru