sukabumiheadline.com – Nama Maarten Paes terus dikaitkan dengan Persib Bandung. Salah satunya, akun Bandung Football yang dipercaya Bobotoh sebagai informan karena dinilai memiliki kedekatan dengan manajemen.
Dalam beberapa unggahan, Bandung Football selalu memberikan kode-kode yang mengarah ke kiper Timnas Indonesia tersebut, seperti “Mantap Pisan” (MP) yang merupakan inisial Paes, dan “Peh!”, adalah dua kata yang diidentifikasikan dengan sosok penjaga gawang FC Dallas tersebut.
Sebagai informasi, Peh! adalah ungkapan emosi yang fleksibel, bisa berarti kagum, bingung, kecewa, atau marah, khas Kediri. Ungkapan ini sangat bergantung pada nada dan situasi saat diucapkan. Menjadi terkenal setelah digunakan oleh pesepak bola Maarten Paes, yang memiliki darah Jawa Timur, untuk mengekspresikan emosi takjub saat melihat hal luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti diketahui, Paes sendiri merupakan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Ia memiliki keturunan dari neneknya yang lahir di Kediri, Jawa Timur.
Bagaimana, perjalanan karier dan kehidupan Paes? Berikut ulasan sukabumiheadline.com, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Momen ketika kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes kepincut wanita asal Sukabumi
Profil dan Kehidupan pribadi Maarten Paes
Maarten Vincent Paes (pelafalan dalam bahasa Belanda: [ˈmaːrtə(n) ˈpa:s], lahir 14 Mei 1998, adalah pemain sepak bola profesional yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas.
Ia lahir di Nijmegen, Belanda, dan pernah mewakili Belanda di Timnas Junior, namun kemudian pemain dengan tinggi badan 1,92 meter itu memilih memperkuat tim nasional Indonesia di tim senior.
Pada 8 Maret 2024, FC Dallas mengumumkan Maarten Paes, Alan Velasco, dan Tsiki Ntsabeleng telah memperoleh green card AS, yang memberi mereka status penduduk tetap di Amerika Serikat.
Pada 30 April 2024, Paes resmi memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, Paes pernah menghabiskan masa liburannya di Pulau Dewata, Bali. Maarten tidak sendirian, ia ditemani pacarnya, Luna Bijl. Baca selengkapnya: Momen Marteen Paes menginap di hotel milik pengusaha sukses asal Sukabumi, cek tarifnya
Karier junior
Dikutip sukabumiheadline.com dari Soccerway, Paes memulai karier junior sejak 2009-2012 bersama klub VV Union. Kemudian, sejak 2012–2016 bergabung dengan NEC.
Karier senior*
- 2016–2018, NEC
- 2018–2022, Utrecht
- 2018–2022, Jong Utrecht
- 2022–sekarang, FC Dallas
- Tim nasional Belanda
- 2016–2017, Belanda U-19
- 2018, Belanda U-20
- 2019–2021, Belanda U-21
- 2024– sekarang bersama Timnas Indonesia
Karier klub

NEC: Pada musim 2017-2018, Paes bertugas sebagai penjaga gawang cadangan untuk Joris Delle di NEC.
Utrecht: Pada 4 April 2018, Paes menandatangani kontrak dengan Utrecht dengan kontrak tiga tahun dengan opsi untuk tahun keempat.[5] Dia melakukan debut Eredivisie untuk Utrecht pada 19 Agustus 2018 melawan PEC Zwolle.
FC Dallas: Pada 20 Januari 2022, Paes bergabung dengan klub MLS FC Dallas dengan status pinjaman selama enam bulan. Dikutip dari laman resmi Utrecht berjudul Overgang definitief: Maarten Paes verkocht aan FC Dallas, pada 24 Juni 2022, Dallas menggunakan opsi untuk menjadikan transfer tersebut permanen. Demikian dikutip dari laman resmi klub.
Karier internasional
Paes adalah anggota skuad Belanda U-19 untuk Kejuaraan Eropa U-19 UEFA 2016 dan Kejuaraan Eropa U-19 UEFA 2017, tetapi tidak bermain sama sekali karena berstatus sebagai cadangan untuk Yanick van Osch dan Justin Bijlow dalam masing-masing kejuaraan tersebut.
Pada Januari 2024, diumumkan bahwa Paes telah memutuskan untuk mewakili Indonesia di tingkat internasional.[9] Ia memenuhi syarat untuk mewakili Indonesia melalui nenek dari pihak ibu yang lahir di Kediri.
Pada 30 April 2024, ia memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui naturalisasi, yang kemudian memerlukan izin dari FIFA agar memenuhi syarat untuk bermain di tim nasional.
Ia awalnya dinyatakan tidak memenuhi syarat, karena ia telah mewakili tim nasional Belanda U-21 pada usia 22 tahun, yang melanggar peraturan FIFA yang menyatakan bahwa pemain yang telah bermain untuk tim nasional di tingkat kompetitif di atas usia 21 tahun tidak dapat mengubah tim nasionalnya.
Pada 18 Agustus, Ketua PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa setelah proses panjang, Paes resmi dinyatakan layak mewakili Indonesia di kancah internasional.
Pada September 2024, Paes dipanggil untuk kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Ia melakoni debutnya pada tanggal 5 September dalam hasil imbang 1–1 melawan Arab Saudi.
Dalam pertandingan tersebut, Paes melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti tetapi berhasil menyelamatkan tendangan penalti berikutnya yang dilakukan oleh Salem Al-Dawsari. Alhasil, ia pun dinobatkan sebagai man of the match.
Pada pertandingan berikutnya pada 10 September 2024 melawan Australia, Paes berhasil menjadi clean sheet dalam hasil imbang 0-0.
Sepanjang kariernya bersama klub, Paes pernah meraih Copa Tejas pada 2024, dan dinobatkan sebagai MLS Save of the Year award pada 2024.









