sukabumiheadline.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap progres konstruksi Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 Parungkuda-Sukabumi Barat saat ini telah mencapai 71,95%, dan diproyeksikan dapat beroperasi pada tahun ini.
Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, Seksi 3 ruas Parungkuda-Sukabumi Barat memiliki total panjang mencapai 13,7 kilometer (km).
Adapun total ruas Jalan Tol Bocimi adalah 54 km dengan anggaran Rp7,7 triliun. Di mana, pembangunannya saat ini tengah dipercepat dalam rangka mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Sukabumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 Ruas Cibadak (Parungkuda)–Sukabumi Barat [13,7 km] kini mencapai 71,95%. BPJT bersama BUJT terus mengawal pembangunan agar segera rampung, demi mengurangi kepadatan di Simpang Cibadak,” kata Wilan dalam akun Instagram resminya dikutip Senin (9/2/2026).
Lebih lanjut, kehadiran Tol Bocimi Seksi 3 Parungkuda-Sukabumi Barat nantinya bakal memangkas waktu tempuh masyarakat.
“BPJT terus mendorong BUJT untuk menyelesaikan pembangunan tol ini sebagai upaya nyata mengurai kepadatan lalin di Simpang Cibadak dan mempercepat waktu tempuh perjalanan masyarakat Sukabumi dan sekitarnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Trans Jabar Tol (TJT) menargetkan konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3 Ruas Tol Parungkuda-Sukabumi Barat akan rampung pada pertengahan 2026.
Direktur Utama PT TJT, Abdul Hakim menjelaskan bahwa saat ini progres konstruksi Seksi 3 Tol Bocimi telah mencapai 66%. Pihaknya terus mengebut pembangunan agar dapat rampung sesuai target yang ditetapkan.
“Untuk seksi tiga yang sedang kita bangun, progresnya betul sekitar 66%, kita upayakan itu selesai tahun depan. Jadi, kalau dari sisi kontrak kita dengan otoritas BPJT itu seingat saya Juni ya, pertengahan tahun depan,” kata Abdul dilansir Bisnis.
Ruas tol ini sebelumnya ditargetkan untuk dapat rampung pada Triwulan I/2025. Belakangan diketahui bahwa terdapat dinamika suplai bahan baku yang sempat tersendat.
Namun demikian, tambah Abdul Hakim, pihaknya saat ini tengah merumuskan sejumlah solusi untuk menangani masalah tersebut. Sementara itu, khusus untuk Seksi 4 (Sukabumi Barat-Sukabumi Timur) saat ini masih dalam tahap proses pembebasan lahan.
Dari total trase sepanjang 13 km, proses pembebasan lahan masih berada di angka 10%.









