sukabumiheadline.com – Tujuh anggota komplotan penggandaan uang ditangkap Satuan Reserse Kriminal, Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat.
Ketujuhnya diciduk dari wilayah Ciwalen, Kabupaten Cianjur, Minggu (15/9/2024). Ketujuh pelaku warga Cianjur dan Sukabumi, yaitu S (37), H (43), A (43), JS (54), YS (44), OS (42) dan AS (54).
Kepala Polres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi mengatakan pengungkapan kasus penipuan penggelapan dengan modus penggandaan uang berasal dari laporan dua orang korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korbannya yang melaporkan ada dua orang,” kata Rita didampingi Kepala Satuan Reskrim, AKP Bagus Panuntun saat konferensi pers di Sukabumi, Ahad (15/9/2024).
Baca Juga:
Korban SW (51) seorang guru asal Depok melaporkan kerugian Rp100.000.000 dan BI (43) karyawan swasta dari Labuhan Batu, Sumatera Utara mengalami kerugian Rp250.000.000.
Praktik penipuan dengan modus menggandakan uang terjadi di dua lokasi, yaitu Perum Grand La Palma, Desa Karawang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, pada 28 Mei 2024.
Satu lokasi di Kampung Cibalung, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada 4 September 2024.
“Sebenarnya, kerugian korban pada kasus penipuan ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar sebab ada tiga tempat kejadian perkara (TKP), namun satu korban lagi belum memberikan laporan,” ujar dia.
Baca Juga:
Dijanjikan 10 kali lipat
Rita menjelaskan dalam melancarkan aksi penipuannya, para tersangka mempunyai peran masing-masing. Kepada para korbannya, tersangka menjanjikan dapat menggandakan uang sebanyak 10 kali lipat.
Setelah korban sudah menyediakan uang tunai, para pelaku menyewa tempat untuk menjalankan ritual. Sebelum ritual dijalankan, pelaku meminta korbannya untuk memasukkan uang ke dalam kotak besar berwarna hitam yang sudah disediakan.
“Korban harus mengikuti ritual dipimpin salah satu tersangka yang berpura-pura sebagai ustad yang bisa menggandakan uang,” jelas dia.
“Korban dan kotak berisi uang lalu ditinggalkan di dalam kamar yang diperintahkan untuk mengikuti ritual seperti yang diperintahkan pelaku,” sambung Rita.
Namun, lanjut dia, saat korban di dalam kamar, para pelaku langsung meninggalkan lokasi dan membawa kabur uang milik korban. Sedangkan uang di dalam kotak itu adalah uang palsu, uang mainan.
Saat ini, pihak kepolisian masih mengembangkan kasusnya. Kepada warga yang merasa menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang untuk segera melapor kepada Polres Sukabumi Kota agar cepat ditangani.
Sedangkan perbuatan para tersangka, Rita mengatakan dijerat pasal 378 KUHP jouncto pasal 372 KUHP.
“Para pelaku di ancam pidana penjara paling lama empat tahun,” kata Rita.