Kuliah atau santai? Ini 5 model blazer wanita modern untuk hijabers Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 27 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 model blazer wanita modern untuk hijabers Sukabumi - Hijup Magazine

5 model blazer wanita modern untuk hijabers Sukabumi - Hijup Magazine

sukabumiheadline.com – Kita dulu mungkin selalu berpikir bahwa blazer adalah jas yang hanya digunakan untuk ngantor. Namun saat ini, blazer juga lazim dikenakan saat santai atau kuliah. Terlebih, saat kini blazer wanita modern lebih beragam dan modis.

Selain itu, blazer juga dibuat dari berbagai macam bahan, warna dan model, sehingga bisa dikenakan sesuai kebutuhan dan acara. Bahkan kekinian, blazer tidak hanya dari bahan kain katun, namun juga denim atau lainnya.

Dengan ragam yang tersedia saat ini, hijabers Sukabumi dapat menyesuaikan model dan bahan blazer. Dari mulai formal, semi formal, bahkan santai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 5 model blazer wanita modern untuk hijabers Sukabumi dikutip sukabumiheadline.com dari Hijup Magazine.

Rekomendasi Redaksi:

1. Model blazer terbuka panjang dengan motif

Blazer Terbuka Panjang dengan Motif
Blazer terbuka panjang dengan motif – Hijup Magazine

Blazer dengan model terbuka dan sepajang lutut cocok untuk kamu yang ingin tampil casual dan tomboy tapi tetap modis. Blazer model panjang ini pas sekali kalau kamu padukan dengan celana panjang sporty dan sepatu kets.

Baca Juga: 5 Foto Cantiknya Hijaber Calon Mantu Komedian Ucok Baba

Agar lebih ceria, motif dengan gambar berukuran besar sangat pas dipasangkan dengan manset polos sebagai innernya. Jangan lupa pakai jilban segiempat yang dililitkan di leher pada bagian ujungnya supaya tidak menganggu gerakan kamu.

Baca Juga:

2. Model blazer denim

Blazer Denim
Blazer Denim – Hijup Magazine

Bahan denim memang fleksibel,  bisa masuk kemana saja, cocok dibuat baju model apapun, termasuk untuk blazer. Kelebihan blazer dari denim adalah fungsinya yang sekaligus bisa dijadikan jaket, dan akan melindungi kamu dari panas maupun dinginnya cuaca.

Baca Juga: Simple dan Kekinian, Ini Lho 5 Outfit Olah Raga Buat Hijaber

Tambahan aksen kantong besar di kiri dan kanan, menjadikan siapa saja yang memakainya tampil lebih trendi. Sebagai padu padan kamu pakai saja blouse dengan motif stripe dan rok plisket polos sebagai bawahannya.

Rekomendasi Redaksi:

3. Model blazer warna coral

Model Blazer Warna Coral
Model Blazer Warna Coral – Hijup Magazine

Pilihan model blazer wanita muslimah lain dari HIJUP adalah Araz Blazer warna coral untuk kamu yang ingin tampil cheerful saat ke kantor, ngampus, atau sekedar hangout dengan teman setelah pulang kerja.

Baca Juga: Berawal Curhat ke Teman, Setelah Itu Hijaber Cantik Ini Dilamar 2.000 Pria

Warna mencolok ini akan makin stunning jika kamu padukan dengan warna hitam sebagai celana atau kemeja. Ada dua pocket dengan penutup pada blazer ini, dan aksen kancing dengan lipatan di kedua ujung lengan. Sementara model V panjang pada kerah akan membuat ilusi jenjang pada badan bagian atas kamu.

Rekomendasi Redaksi:

4. Blazer formal warna salem

Blazer formal warna salem
Blazer formal warna salem – Hijup Magazine

Pergi kerja dengan memakai blazer sudah biasa, tapi kalau modelnya itu-itu saja pasti membosankan. Blazer formal bisa dibuat dengan model yang dimodifikasi, misalnya dengan satu kancing di bagian atas.

Baca Juga: Laluna Kristi, Hijaber Cantik Sukabumi yang Hobi Jajal Trek Lumpur

Kancing di atas ini akan membuat blazer tampak lebih elegan saat dipakai. Adanya satu kancing saja di bagian atas, membuat inner baju kamu sedikit terlihat dan membentuk image formal. Padukan dengan celana panjang warna dan model apapun.

Rekomendasi Redaksi:

5. Model blazer formal basic one set

Model blazer formal basic one set
Model blazer formal basic one set – Hijup Magazine

Ide blazer wanita modern yang lainnya menggunakan model basic, yaitu model blazer yang tidak jauh beda dengan jas pria. Karena one set, maka celananya juga dibuat dari bahan dan warna yang sama dengan blazer.

Baca Juga: Megawati Hangestri Rajin Baca Shalawat Ini, Rahasia Tampil Moncer di Red Sparks Korea Selatan

Sedangkan untuk mempercantik penampilan, kamu tinggal pakai inner atau baju bagian dalam yang serasi. Begitu juga dengan hijabnya, pilih yang warnanya senada dengan blazer dan celananya.

Berita Terkait

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya
Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA
42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027
6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia
Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya
Kebijakan tidak naik kelas, Guru di Sukabumi ingatkan Kemendikdasmen harus hati-hati
5 tantangan laki-laki Gen Z 2027: Krisis biaya hidup hingga resesi seks
Ketika perempuan Sukabumi tak pernah kehilangan identitas Sunda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Owner Batik Lokatmala Sukabumi dukung kurikulum batik untuk SD hingga SMA

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:00 WIB

42 universitas di Indonesia masuk Times Higher Education World University Rankings 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

6 tren kuliner 2027, cita rasa lokal dan Asia Timur: Ramen Birria, Burger Taco hingga Cinnamon Roll Focaccia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Tidak demam tapi tubuh terasa panas, ini penyebab dan cara mengatasinya

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB