Leuwi Ereng Nagrak Sukabumi, Wisata Tak Harus Mewah yang Penting Asyik

- Redaksi

Jumat, 12 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Wisata Leuwi Ereng. l Istimewa

Kampung Wisata Leuwi Ereng. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com I NAGRAK – Liburan terbaik bukanlah soal kemewahan, tetapi soal kebersamaan dan kekeluargaan. Seperti itulah filosofi yang menggambarkan Desa Wisata Leuwi Ereng, berwisata tidak perlu mewah, yang penting asyik.

Berawal dari tahun 2020, ketika pemerintah desa setempat mendapatkan kompensasi tukar guling tanah dari pembebasan proyek Jalan Tol Bocimi. Lahan tersebutlah yang kemudian dijadikan Desa Wisata Leuwi Ereng.

Penamaan Desa Wisata Leuwi Ereng dikarenakan lokasinya berada di Kampung Leuwi Ereng RT 03/06, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Tempat wisata ini beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan biasanya ramai pengunjung saat weekend.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang pengelola, Aris Sundara (48) menjelaskan, ada berbagai fasilitas menarik di tempat wisata dengan luas 1,2 hektare tersebut.

“Desa Wisata Leuwi Ereng memiliki luas 1,2 hektare yang terdiri dari sawah dan kebun. Terkait fasilitas, kami menyediakan gazebo, tubing (arung jeram dengan ban), flying fox, sepeda gantung, karaoke, dan spot selfie,” papar salah seorang penggerak Karang Taruna Desa Nagrak Selatan itu kepada sukabumiheadline.com, Kamis (11/11/2021).

Diakui Haris, tempat wisata tersebut belum sepenuhnya selesai dibangun karena pihak pemerintah desa berencana membangun kolam renang agar pengunjung yang datang tidak merasa bosan.

“Di daerah Nagrak belum ada konsep wisata alam yang di dalamnya tersedia fasilitas kolam renang. Tujuannya agar pengunjung yang datang tidak hanya berswafoto, tapi juga bisa berenang juga,” tambahnya.

Haris juga mengatakan untuk masuk ke lokasi wisata ini dikenakan biaya tiket sebesar Rp5000 ribu untuk satu orang pengunjung.

Flying
Fasilitas flying fox di Desa Wisata Leuwi Ereng. l Ade Yosca Baharetha

Memasuki Desa Wisata Leuwi Ereng Anda akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp5 ribu per orang. Tiket masuk tersebut tidak termasuk biaya penggunan fasilitas yang tersedia. Karenanya, jika pengunjung ingin mengunakan berbagai fasilitas yang tersedia, dikenakan biaya tambahan yang cukup terjangkau.

Meskipun terbilang murah, tetapi fasilitas yang tersedia bisa dibilang dimanjakan pengunjung. Seperti dikatakan salah seorang pengunjung, Dewi Sumiati (42), yang menceritakan kesan-kesannya mengunjungi Desa Wisata Leuwi Ereng.

“Tempatnya nyaman, tiis, raos kanggo (adem, enak untuk-red) nyantai, terus cocok untuk acara makan bersama keluarga. Pemandangannya juga bagus, cocok buat selfie. Kalau bisa mah ditambah lagi fasilitasnya,” ungkap Dewi.

Berita Terkait

Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur
Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya
Kenapa Lamine Yamal dan Keyne secara fisik berbeda?
Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi
Nomor 5 wanita Sukabumi, daftar artis punya gelar bangsawan Solo
Meskipun enak, kandungan gizi telur asin rendah
Gagal masuk negeri? Ini 20 universitas terbaik di Bandung versi EduRank 2026
Syarat mendaki Gunung Gede-Pangrango: Wajib daftar daring tanpa kecuali

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:08 WIB

Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:19 WIB

Kenapa Lamine Yamal dan Keyne secara fisik berbeda?

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:01 WIB

Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:14 WIB

Nomor 5 wanita Sukabumi, daftar artis punya gelar bangsawan Solo

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:44 WIB

Meskipun enak, kandungan gizi telur asin rendah

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB

Honda F125 - Honda

Otomotif

Intip spesifikasi Honda F125, harga cuma Rp20 jutaan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:00 WIB