18 C
Sukabumi
Senin, Juli 15, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Sudah direstui keluarga, Sule pastikan Mahalini mualaf sebelum dinikahi Rizky Febian

sukabumiheadline.com - Kepastian siapa yang berpindah keyakinan...

Mantan Kuli dan Sopir Angkot di Sukabumi Sukses Usaha Mochi Tolak Ajakan Dua Negara

KontenMantan Kuli dan Sopir Angkot di Sukabumi Sukses Usaha Mochi Tolak Ajakan Dua Negara

sukabumiheadline.com l Kisah sukses seorang mantan kuli bangunan dan sopir angkot di Sukabumi, Jawa Barat, ini bisa menjadi inspirasi bisnis bagi siapapun.

Pria bernama Ujang ini memperlihatkan bahwa insting, kesabaran, doa dan konsistensi merupakan kunci dalam membangun usaha.

Karenanya, mantan kuli bangunan ini pun kini sukses menjadi juragan pabrik mochi. Kisah sukses Ujang ini dibagikan oleh kanal YouTube Pejuang Duit.

Ujang merupakan mantan kuli bangunan yang sukses manjadi pengusaha di Sukabumi dan pernah menolak ajakan kerjasama usaha dari dua negara.

Seperti dikutip sukabumuheadline.com melalui YouTube Pejuang Duit, Sabtu (13/1/2023), sebelum menjadi pengusaha, Ujang pernah bekerja sebagai kuli bangunan dan sopir angkot.

“Sebelum saya buka mochi ini saya hidup sulit dari mulai kerja bangunan sampai jadi calo sopir angkot,” kata pemilik pabrik mochi itu.

Namun berkat kerja keras, tekat yang kuat serta dukungan dari sang istri, akhirnya Ujang terjun dalam industri kuliner. Saat ini, Ujang menjadi owner dalam bisnis yang memproduksi makanan mochi.

Dalam pekerjaan bisnis mochinya, Ujang kini mempunyai sejumlah karyawan yang dapat membantunya.

Adapun salah satu karyawan kepercayaan Ujang adalah Eman yang menjadi penanggung jawab pabrik mochinya. Tugas Eman dalam menjadi penanggung jawab adalah menghitung jumlah biji mochi yang akan diproduksi.

Bukan hanya itu, Eman juga memastikan kualitas biji mochi dan pengemasan mochi pada tahap akhir.

Untuk setiap harinya, pabrik mochi milik Ujang bisa menghasilkan 300 hingga 400 biji mochi. Di dalam pabrik mochi di tempat Ujang memang masih menggunakan beberapa tahan manual.

Pemilik pabrik mochi itu juga mengaku bahwa dirinya masih ingin membuka lapangan kerja bagi yang membutuhkan.

Meski bisnis mochi yang dijalankan Ujang sudah sukses, namun dirinya pernah menolak ajakan kerja sama dari 2 negara.

“Karena mochi ini nggak pakai pengawet jadi hanya paling lama juga empat hari. Karena kan kalau kue basah itu jarang yang bisa bertahan sampai 10 hari itu jarang,” jelas Ujang.

Alasannya pun karena makanan mochi yang ada di pabriknya dibuat tidak menggunakan pengawet.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer