Melestarikan Seni Sunda Melalui Sukabumi 1980, Ada Ariel Tatum dan Happy Salma

- Redaksi

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Happy Salma dan Ariel Tatum menari Jaipong. l Bakti Budaya Djarum Foundation

Happy Salma dan Ariel Tatum menari Jaipong. l Bakti Budaya Djarum Foundation

sukabuniheadline.com l Sukabumi pada era 1980 adalah masa jaya segala budaya yang semuanya terangkum dan pernah dirayakan warga di wilayah ang berada di tanah Priangan Barat itu.

Menuju penghujung 2023, Titimangsa Foundation yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation menyelenggarakan pagelaran seni bertajuk Lestari Tradisi, berjudul Sukabumi 1980. Baca lengkap: Melestarikan Seni Sunda Melalui Sukabumi 1980, Ada Ariel Tatum dan Happy Salma

Menurut Happy Salma, selaku founder Titimangsa Foundation, pentas ini bukan sekadar unjuk gigi semata, namun upaya bagi artis asal Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi itu menghidupka kembali budaya dan seni tradisi Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait: Pekan Ini Ariel Tatum ke Sukabumi untuk Menari Jaipong

Melalui Sukabumi 1980, Happy Salma mengaku ingin merayakan berbagai seni tradisi yang dimiliki oleh Indonesia.

“Ketika saya masih kecil, sanggar-sanggar di Sukabumi masih hidup ya, masih terdengar gegap gempitanya,” ungkapnya saat jumpa pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK), west mall Grand Indonesia pada Jumat (1/12/2023) lalu.

“Saya ingin juga memetakan berapa sih sanggar yang masih aktif, maka tercetuslah ide tentang Sukabumi 1980,” imbuhnya.

Aku Happy Salma, saat dirinya masih kecil, ia belajar menari di halaman rumah bersama teman-teman sebayanya di Cibadak.

Demikian pula saat dirinya tinggal di Kudus, Jawa Tengah, ia kembali teringat akan konsep pertunjukan di halaman rumah.

“Menari di halaman tuh, memberikan romantisme tersendiri, saya belajar nari lagi juga karena anak perempuan saya. Sunda juga ada tariannya loh, akhirnya latihan menari lagi karena iseng, dan menggandeng Ariel yang sudah mulai aktif menari Jawa,” jelas Happy.

“Jadi proses persiapan Sukabumi 1980 ini organik sekali,” sambungnya.

Happy Salma dan Ariel Tatum bakal menggelar pementasan satu tari Jaipong yang terinspirasi dari skripsi seorang mahasiswa dan diunggah di YouTube.

“Koreografinya gampang sekali. Sukabumi 1980 jadinya turut menampilkan penari-penari Sunda dan kesenian tradisi Sunda yang ada. Kami tidak akan sendirian,” katanya.

Sukabumi 1980

Sukabumi 1980 adalah sebuah rangkaian pagelaran seni tradisi yang berasal dari Sunda.

Dengan mengambil latar tempat di Sukabumi, penonton diajak untuk mengingat kembali suasana Sukabumi di tahun 1980-an ketika disuguhkan pentas seni rakyat di tengah-tengah masyarakat setempat.

Pagelaran ini menghadirkan seni tari, musik karawitan, dan sinden; yang dipandu oleh Merwan Meryaman dan Jeni Aripin, serta dibawakan oleh seniman asli setempat dari Sanggar Seni Gapura Emas, Sanggar Gumintang, juga penampilan khusus oleh Ariel Tatum, Dewi Gita, Donna Agnesia, Kiara Anjar Candrakirana, dan Happy Salma.

Pagelaran seni yang mengangkat kebudayaan Sunda ini akan berlangsung di Selabintana Conference Resort, Sukabumi, Jawa Barat, pada 8 Desember 2023, mulai pukul 16.00 WIB.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB