Menelisik Asal-usul Masjid di Atas Bukit Gegerbitung Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 22 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com l GEGERBITUNG – Nama Masjid Baiturrahman begitu populer di telinga warga Sukabumi, selain karena kerap di-posting oleh para pengunjung, masjid tersebut juga memiliki banyak ciri khas dibanding masjid-masjid lainnya di Sukabumi.

Masjid Baiturrahman berada di Kampung Cibogo, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurut warga yang mengunjungi masjid itu, tempat ibadah umat Muslim ini terbilang megah.

Masjid megah ini dibangun oleh seorang pengusaha properti asal Jakarta yang bernama H. Ilham. Menurut informasi, konon sang pemilik ingin membangun masjid ini sejak tahun 1997, akan tetapi baru bisa terlaksana setelah 18 tahun kemudian. Karena baru pada 2015 sang pemilik membeli lahan untuk masjid tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Screenshot 2022 11 04 01 00 04 94 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Jamaah Masjid Baiturrahman Gegerbitung. l Istimewa

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Baiturrahman merupakan masjid kedua yang dibangun oleh Haji Ilham, setelah sebelumnya ia juga membangun masjid yang megah di Jakarta bernama Masjid Ar-Rahman.

Baca Juga :  Banting Setir dari Kontraktor, Pemuda Nagrak Sukabumi Sukses Bertani Hidroponik

Dari sisi arsitektur, bangunan masjid ini memiliki ciri khas berupa perpaduan antara bangunan ala Madinah untuk bagian kubah dan budaya Jawa kental terlihat di bagian ornamen masjid. Uniknya lagi, bagian depan bangunan ini menghadap ke Mekkah dan di bagian belakang menghadap ke para Wali Songo.

Tidak heran jika masjid yang dihiasi ornamen kaligrafi dari ukiran kayu jati ini, untuk pembangunannya disebut menghabiskan anggaran sebesar Rp8,5 miliar, dengan waktu pengerjaan selama tiga tahun, 2015-2018.

IMG 20221104 010138
Masjid Baiturrahman Gegerbitung. l Istimewa

 

Biaya sebesar itu terbilang wajar, mengingat masjid yang berdiri di atas lahan seluas satu hektare ini, berada di tengah hutan, bahkan di atas bukit. Wajar jika keberadaannya mengundang rasa penasaran siapapun untuk mengunjunginya.

Baca Juga :  Penjualan Kelapa Muda di Jalan Alternatif Nagrak Sukabumi Turun Drastis

Ateria Suryadi (48), salah seorang pengunjung, mengakui jika masjid tersebut terbilang megah. Menariknya, selain berada di atas bukit, masjid tersebut juga di keliling situ atau danau di bagian kaki bukit.

“Pemandangannya menakjubkan, selain di atas bukit, juga ada danaunya,” kata Ateria. “Jadi kalau kita berada di,atas view-nya bagus, indah,” imbuh dia kepada sukabumiheadline.com, Kamis (21/10/2021).

Screenshot 2022 11 04 01 11 42 04 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
View Masjid Baiturrahman Gegerbitung. l Istimewa

Namun begitu, menurut Ateria, suasana saat beribadah shalat rasanya seperti biasanya, layaknya melakukan shalat di masjid-masjid lainnya.

“Kalau suasana saat shalat, ya biasa saja. Sama seperti di masjid-masjid lain,” kata dia.

Untuk Anda yang penasaran ingin mengunjungi Masjid Baiturrahman ini, akses jalan menuju mesjid dapat dilihat melalui google maps , atau dapat mengikuti petunjuk arah yang mulai dapat dilihat setelah memasuki Kecamatan Gegerbitung.

Meskipun di tengah hutan, tapi tidak perlu khawatir karena banyak pengunjung yang melakukan wisata religi ke masjid tersebut.

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru