Mengenal jenis, dampak kejahatan lingkungan di Sukabumi dan hukuman bagi pelaku

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kawasan hutan sisa pembalakan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi kawasan hutan sisa pembalakan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kejahatan lingkungan atau environmental crime adalah tindakan ilegal yang merusak lingkungan hidup, ekosistem, dan keanekaragaman hayati demi keuntungan pribadi atau bisnis.

Kejahatan lingkungan meliputi pembalakan liar, perdagangan satwa dilindungi, penambangan ilegal, dan pembuangan limbah B3 tanpa izin, yang dianggap ancaman serius dan sering terkait dengan kejahatan lain seperti pencucian uang dan korupsi.

Kejahatan ini melanggar hukum dan merugikan manusia serta hewan, dengan contoh spesifik seperti pembakaran hutan, pelanggaran baku mutu limbah, serta perdagangan ilegal spesies terancam punah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Sejumlah aktivitas terkait kejahatan lingkungan di Sukabumi, Jawa Barat, terus terjadi, meskipun sejumlah pelaku sudah ditangkap aparat penegak hukum. Namun, aktivitas serupa kembali terjadi, seolah penegakkan hukum tidak memberikan efek jera bagi pelaku.

Di sisi lain, warga yang menjadi korban terdampak, terus berjatuhan dan berguguran. Belum lagi kerugian yang bersifat material dan immaterial.

Bentuk-bentuk kejahatan lingkungan

Ilustrasi berburu binatang dilindungi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi berburu binatang dilindungi – sukabumiheadline.com

Kejahatan Terkait Kehutanan: Pembalakan liar, pembakaran hutan dan lahan. Berkaca dari kasus di Sukabumi, praktik ini erat kaitannya dengan aktivitas tambang ilegal. Sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan mencabut puluhan izin aktivitas milik perusahaan di Sukabumi. Baca selengkapnya: Sukabumi 20, Pemprov Jawa Barat tutup 118 tambang ilegal

Kejahatan Satwa dan Tumbuhan Liar: Perdagangan ilegal satwa liar yang terancam punah, perburuan, dan kepemilikan ilegal. Beberapa waktu lalu, Cagar Margasatwa Cikepuh yang terletak di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengabarkan jika salah seekor dari empat Kumbang Tanduk mati ditembak pemburu liar.

Kabar tersebut di-posting Yayasan Cikananga di akun media sosial (medsos) mereka. Padahal, pihak Cagar Margasatwa Cikepuh menyebut bahwa dalam enam pekan terakhir mereka telah belajar banyak tentang perilaku dispersal Kumbang Tanduk. Baca selengkapnya: Satu dari 4 Ekor Kumbang Tanduk di Cagar Margasatwa Cikepuh Sukabumi Mati Ditembak

Baca Juga :  Satu dekade MUFFEST 2025, ajang pamer karya UMKM Batik Sukabumi-Cianjur
Ilustrasi tambang rakyat ilegal - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tambang rakyat ilegal – sukabumiheadline.com

Kejahatan Pencemaran: Pembuangan dan perdagangan ilegal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pelanggaran baku mutu limbah industri.

Kejahatan Sumber Daya Alam: Penambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU Fishing).

Kejahatan Iklim: Penyelundupan zat perusak ozon (Ozone-Depleting Substances).

Baca Juga: 4 lingkungan di Sukabumi yang tidak pernah selesai

Dampak dan karakteristik

Ilustrasi kampung diguyur hujan deras hingga menyebabkan banjir - sukabumiheadline.com
Ilustrasi kampung diguyur hujan deras hingga menyebabkan banjir – sukabumiheadline.com

Ancaman Serius: Menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kehidupan di bumi, kesehatan manusia, dan ekosistem.

Sering Terkait Kejahatan Lain: Seringkali terhubung dengan kejahatan finansial seperti pencucian uang, korupsi, bahkan perdagangan manusia dan narkoba. Baca selengkapnya: Sudah Kecolongan Miliaran Rupiah, Polisi Tutup Tambang Emas Ilegal di Sukabumi

Bersifat Transnasional: Batas negara tidak membatasi kejahatan ini, menjadikannya isu global yang memerlukan kerjasama internasional. Untuk kasus di Sukabumi, beberapa waktu lalu, sebuah perusahaan milik warga negara Korea Selatan diduga mengelola tambang ilegal di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk mendalami dugaan itu, petugas Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi kembali mendatangi lokasi perusahaan PT Howon Giyobon Giyobo. Namun, saat disambangi warga Korea tersebut tak mau bertemu dengan petugas. Baca selengkapnya: Perusahaan milik warga Korea Selatan diduga kelola tambang ilegal di Sukabumi

Hukuman bagi pelaku kejahatan lingkungan

Ilustrasi tahanan sel polisi - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tahanan sel polisi – sukabumiheadline.com

Pelaku kejahatan lingkungan di Indonesia diancam hukuman penjara 1 hingga 15 tahun dan denda miliaran rupiah berdasarkan UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

Baca Juga :  Momen Bupati Sukabumi dipuji setinggi langit oleh KDM, sebelumnya sempat dikritik

Sanksi berat berlaku bagi perusakan, pencemaran, atau pembakaran lahan, termasuk tindakan yang menyebabkan kematian manusia, serta sanksi tambahan bagi korporasi, seperti sempat diungkapkan Menteri LH terkait kasus di Sukabumi. Baca selengkapnya: Menanti janji Menteri LH sanksi perusahaan tambang penyebab bencana di Sukabumi

Hukuman berdasarkan jenis pelanggaran

Ilustrasi polisi memeriksa tersangka didampingi pengacaranya - sukabumiheadline.com
Ilustrasi polisi memeriksa tersangka didampingi pengacaranya – sukabumiheadline.com

Pencemaran/Kerusakan Lingkungan (Sengaja): Pidana penjara 3–10 tahun dan denda Rp3 miliar–Rp10 miliar.
Kelalaian (Culpa): Pidana penjara 1–3 tahun dan denda Rp1 miliar–Rp3 miliar.
Memasukkan Limbah B3/Terlarang: Pidana penjara 5–15 tahun dan denda Rp5 miliar–Rp15 miliar.

Pembakaran Lahan: Pidana penjara 3–10 tahun dan denda Rp3 miliar–Rp10 miliar.

Akibat Kematian/Luka Berat: Jika perusakan lingkungan mengakibatkan orang luka berat atau mati, pelaku diancam penjara lebih berat, hingga 5 tahun atau lebih.

Sanksi tambahan (korporasi)

Penyitaan keuntungan, penutupan tempat usaha, perbaikan akibat kejahatan, hingga kewajiban ganti rugi.
Pelanggaran administratif juga dapat berakibat pada pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang terbukti melanggar Baku Mutu Lingkungan.

Seperti contoh kasus di Sukabumi beberapa waktu lalu, ketika pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mengungkap adanya bos besar di belakang aktivitas tambang ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Temuan tersebut merupakan pengembangan dari sebelumnya, di mana sebanyak 88 tambang emas ilegal di Kawasan TNGHS ditutup oleh Kemenhut melalui Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) pada Kamis (20/11/2025) lalu.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 88 Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau tambang emas ilegal dan turut diamankan 81 tenda serta lima unit genset. Baca selengkapnya: Kemenhut: Ada bos besar tambang ilegal di Gunung Halimun-Salak Sukabumi

Berita Terkait

Hak tersangka diperkuat dalam KUHP baru
Hukum istri ambil uang suami menurut Pasal 481 KUHP baru
Dukung SE KDM larang truk sumbu 3, Amdatara: Perlu waktu implementasi dan sinkronisasi
Kemendagri ancam batalkan SE Dedi Mulyadi yang larang truk sumbu 3 angkut AMDK
Ini hukuman pidana bagi penjual miras menurut KUHP baru, warga Sukabumi wajib tahu
Hukum suami menikah lagi menurut KUHP baru: Penjara 4 tahun hingga denda Rp200 juta
Bolehkah wartawan dituntut pidana? Ini putusan terbaru MK
KUHP baru, Wamenkum: Jika laporan diabaikan polisi, ajukan praperadilan

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:04 WIB

Mengenal jenis, dampak kejahatan lingkungan di Sukabumi dan hukuman bagi pelaku

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:27 WIB

Hak tersangka diperkuat dalam KUHP baru

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:18 WIB

Hukum istri ambil uang suami menurut Pasal 481 KUHP baru

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:01 WIB

Dukung SE KDM larang truk sumbu 3, Amdatara: Perlu waktu implementasi dan sinkronisasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:41 WIB

Kemendagri ancam batalkan SE Dedi Mulyadi yang larang truk sumbu 3 angkut AMDK

Berita Terbaru

Gedung tua peninggalan Belanda - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Khazanah

Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya

Kamis, 29 Jan 2026 - 03:02 WIB