Mengenal Komunitas Field Herping Halimun Salak Kabandungan Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 12 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Herping Halimun Salak sedang nebgintip hewan reftil. l Dok. Pribadi

Komunitas Herping Halimun Salak sedang nebgintip hewan reftil. l Dok. Pribadi

sukabumiheadline.com – Warga Sukabumi pasti sudah banyak tahu jenis hewan yang menjadi concern Komunitas Field Herping Halimun Salak (FHHS), tetapi mungkin tidak banyak yang tahu soal eksistensi komunitas ini.

Komunitas FHHS bermarkas di Kecamatan Kabandungan, dibentuk pada Agustus 2020 lalu di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Komunitas FHHS didirikan sebagai wadah saling bertukar informasi tentang berbagai jenis herpetofauna bagi para individu yang tertarik kepada hewan reptil dan ampibi, khususnya mulai dari pengamatan, herping, spoting, flipping, foto, identifikasi, dan penanganan lainnya.

“Awal tujuan pembentukan Field Herping Halimun Salak ini sebagai wadah bertukar informasi berbagai jenis herpetofauna bagi siapapun yang tertarik kepada hewan reptil dan ampibi, khususnya mulai dari pengamatan, herping, spoting, flipping, foto, identifikasi, dan penanganan lainnya,“ kata Ketua Komunitas Herping Halimun Salak Eki Abdul Kholik kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (11/9/2021).

Ditambahkan Eki, Komunitas FHHS mempelajari berbagai hal tentang hewan reptil dan ampibi, karena binatang tersebut memiliki peran penting sebagai pengurai bagi produsen dalam rantai makanan.

“Visi komunitas ini sebagai wadah untuk bertukar informasi/pikiran bagi para Field Herper, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama melestarikan dan menjaga keanekaragaman herpetofauna dan menjaga kesejahteraan alam,“ kata Eki.

Baca Juga :  Tebing Longsor Jebol Rumah Warga Nagrak Sukabumi

Selain itu, Eki menyebut komunitasnya memiliki misi untuk memperkenalkan reptil dan amfibi secara langsung pada habitat dan sekitarnya, memberikan informasi cara penanganan dan cara berhati-hati ketika berhadapan langsung dengan reptil dan amfibi, baik kepada anak-anak maupun dewasa.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan salah satunya dengan cara mencintai hewan reptil dan amfibi ini, dan mengubah paradigma yang salah mengenai hewan reptil dan amfibi yang sudah melekat di dalam benak masyarakat,“ pungkas pria berusia 27 tahun itu.

Berita Terkait

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian
Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah
Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam
Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025
Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi
Solar panel untuk SD di Sukabumi: 1000Cahaya dan Greenfaith Indonesia sedekah energi
Mengenal 7 hobi Nabi Muhammad SAW, dari olah raga, spiritual hingga buah favorit
Aisyiyah dan PA Sukabumi perkuat gerakan keadilan sosial keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:40 WIB

Lawan suhu ekstrem, BMH dan PT IAD peluk hangat warga Gaza di pengungsian

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:41 WIB

Budidaya tiga jenis Philodendron asli Sukabumi, laku ratusan ribu Rupiah

Senin, 5 Januari 2026 - 16:15 WIB

Melon pepino, manfaatkan pot dan lahan sempit, ini kandungan gizi dan cara menanam

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:30 WIB

Diwarnai ricuh dan adu penalti, BRA melaju ke perempat final Bareti Cup Buniwangi 2025

Minggu, 21 Desember 2025 - 21:01 WIB

Mitigasi bencana, aksi penanaman pohon di Gunung Karamat Sukabumi

Berita Terbaru

Model rambut wanita panjang berlayer 2026 - Ist

Trend

5+1 model rambut wanita panjang ber-layer 2026

Selasa, 3 Feb 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi daftar makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita

Selasa, 3 Feb 2026 - 02:00 WIB