sukabumiheadline.com – Hari ini, 12 April digelar Pameran Retrospektif mengenang 82 tahun sosok pelukis R. Irawan Surianatanegara. Sosoknya dikenal sebagai pelukis yang konsisten.
Pameran Retrospektif Irawan Surianatanegara digelar hingga 3 Mei 2026. Pameran dibuka untuk umum setiap hari dan gratis mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB.
Pameran digelar di Orbital Dago Gallery, Jl. Rancakendal Luhur No.7a, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Profil R. Irawan Surianatanegara

Irawan Surianatanegara adalah pelukis otodiak yang hampir seumur hidupnya tinggal di Kota Sukabumi. Namun, dikutip sukabumiheadline.com dari akun Instagram @rbitaldago, ia sendiri dilahirkan sebagai anak pertama dari 9 bersaudara pada 12 April 1944 di Kota Tasikmalaya.
Berbeda dengan profesi ayahnya RM Said Surianatanegara, yang pada saat itu aktif di kepolisian RI, pada era Presiden Sukarno dan Suharto, Irawan memilih profesi sebagai pelukis potret dan
naturalis.
Meskipun demikian, saat menginjak usia 17 tahun, walaupun ia sempat juga menjadi atlet cabang menembak mengikuti jejak sang ayah. Namun, dalam perjalanannya, ia lebih menekuni dunia melukis.

Pameran ini menjadi retrospektif selama ia berkarya dengan memetakan lintasan perjalanan artistik Irawan dalam berbagai fase, dari lukisan observasional yang akurat hingga komposisi yang lebih imajinatif dan reflektif.
Karya-karya yang dipamerkan di Orbital Dago ini merupakan koleksi sang anak, Indah Prianti yang diserahkan oleh sang ayah untuk merawat lukisan-lukisannya.

Selain beberapa karya yang sudah dikoleksi kolektornya. Pameran retrospektif ini bukan sekadar peninjauan kembali perjalanan seorang pelukis, tetapi pengingat bahwa modernisme Indonesia dibangun oleh berbagai jalur: yang eksperimental, yang
ekspresif, dan juga yang kontemplatif.
Irawan Suriatanegara berdiri dalam jalur terakhir itu sebagai pelukis yang konsisten merawat disiplin, menjaga keseimbangan, dan mengolah kesunyian menjadi bahasa visual. Dalam ketekunannya, kita menemukan bukan hanya karya, tetapi juga suatu sikap.









