sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghasilkan total 46.769,03 kuintal atau sekira 46,7 ton buah alpukat per tahun, menurut data 10 Juni 2025.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, dari total 46,7 ton, 100 kuintal di antaranya dihasilkan dari kebun alpukat di Kecamatan Cidahu. Baca selengkapnya: Alpukat Sukabumi dihasilkan 42 kecamatan ini, kenali kandungan gizi dan manfaatnya
Di Cidahu sendiri terdapat dua kebun alpukat, yakni Kebun Alpukat Cidahu Ayeuna di Desa Girijaya, dan Kebun Alpukat AKU di Desa Tangkil. Selain dua kebun tersebut, di Cidahu juga terdapydua kebun lainnya, yakni di Desa Cidahu, dan di kawasan Villa Alpukat Cidahu di Jl. Legok Nyenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Indonesia nomor 4 penghasil alpukat terbesar di dunia, berapa dari Sukabumi?
Kebun Alpukat Cidahu Ayeuna

Kebun Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Kebun alpukat ini terletak di kaki Gunung Salak. Dari pantauan sukabumiheadline.com, Selain menghampar luas dan menyajikan pemandangan indah, kebun ini juga menghasilkan alpukat unggulan dengan daging buah yang tebal.
Salah seorang pengunjung, merekomendasikan kebun ini sebagai agrowisata untuk keluarga.
“Kebun alpukat di bawah kaki Gunung Salak, view bagus, recommended untuk rekreasi bersama keluarga,” kata Arif Priyanto.
“Adem, tempat luas dan nyaman, serta lingkungannya bersih,” timpal pengunjung lainnya, Fikri Alfadhli.
Baca Juga: 25 jenis buah dihasilkan dari Kabupaten Sukabumi, dari alpukat hingga jengkol
Kebun Alpukat AKU

Selain itu, kebun alpukat lainnya di kawasan Cidahu, ada di Desa Tangkil. Kebun ini telah dikembangkan dengan penanaman bibit unggul jenis Alpukat Miki sejak awal 2022.
Program yang digagas organisasi nirlaba Agen Kebaikan Umat (AKU) ini difokuskan untuk meningkatkan potensi pertanian lokal dengan bibit berkualitas yang mampu beradaptasi baik di wilayah tersebut.
Di sini, fokus utama pada jenis Alpukat Miki, yang dikenal unggul dan produktif. Pengembangan ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal. Saat ini pohon-pohon tersebut seharusnya sudah mulai memasuki masa produktif atau berbuah.









