Menkeu nilai keberpihakan ke ekonomi syariah nyaris tidak ada

- Redaksi

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi meminjam uang untuk modal bisnis ke bank syariah - sukabumiheadline.com

Ilustrasi meminjam uang untuk modal bisnis ke bank syariah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com  – Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih jauh dari ideal dan belum benar-benar menjadi bagian strategi besar pembangunan nasional.  Padahal, dengan mayoritas penduduk muslim dan potensi pasar yang besar, ekonomi syariah semestinya bisa menjadi pilar penting pertumbuhan yang berkeadilan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sharia Economic Forum Metro Tv,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama bertahun-tahun jadi ekonom, 25 tahun saya jadi ekonom, saya selalu melihat kita ekonomi Islam besar, tapi keberpihakan kepada ekonomi syariah hampir tidak ada sebetulnya,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (13/2/2026).

Purbaya menegaskan, persoalan utama bukan hanya pada pemerintah, tetapi juga pada umat yang dinilainya cenderung pasif. Jika ekonomi syariah ingin dibangun, maka harus dilakukan secara sungguh-sungguh, bukan sekadar menggunakan label. Praktik syariah juga harus mencerminkan prinsip keadilan dan kemudahan, bukan justru membebani pelaku usaha.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya: Bisnis media akan cerah

Di sisi lain, Purbaya juga turut menyinggung praktik lembaga keuangan syariah yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan esensi ekonomi Islam. Meski tidak menggunakan istilah bunga, ia mengatakan skema bagi hasil atau biaya yang diterapkan kerap lebih mahal dibanding perbankan konvensional.

“Artinya gini, kalau mau bangun, bangun betul. Syariah bukan hanya istilah aja, tapi praktik syariahnya betul-betul syariah,” tegasnya.

Janji beri insentif

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - sukabumiheadline.com
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Purbaya mengatakan bahwa dirinya membuka peluang pemberian insentif fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Namun, kebijakan tersebut harus disusun secara matang melalui diskusi serius bersama para pemangku kepentingan.

“Saya sih mengundang teman-teman untuk membuat strategi kebijakan apa. Nanti diskusi dengan teman-teman dari Kementerian Keuangan. Kalau bisa ada insentif yang kita berikan, kita akan berikan. Tapi diskusinya mesti bener,” katanya.

Baca Juga :  Wapres: Ada Awan Gelap Menutupi Indonesia

Ia menilai sekaligus menekankan potensi pasar ekonomi syariah Indonesia sangat besar, tetapi belum diimbangi dengan penguasaan produksi dalam negeri.

Purbaya mencontohkan industri busana Muslim yang kerap disebut terbesar di dunia, tetapi faktanya sebagian besar produk justru dikuasai produsen asal China. Bahkan, ia menyebut kemungkinan masuknya barang impor ilegal masih terjadi dan tengah dibenahi melalui penguatan pengawasan Bea Cukai.

“Saya mau lindungin pasar domestik kita supaya produk-produk kita, produk-produk syariah buatan dalam negeri bisa berkibar di situ. Tapi mesti ciptakan iklim yang baik dari mungkin manajemen, dari financing harus cukup supaya mereka bisa betul-betul menguasai pasar domestik.” ungkapnya.

Berita Terkait

Prabowo bentuk Satgas Percepatan Konversi Motor Listrik, warga Sukabumi: Asal gratis
Ini isi SE Menaker RI tentang BHR/THR karyawan swasta 2026
Tak ada Tol Bocimi, daftar ruas dapat diskon tol 30% saat arus mudik dan balik Lebaran 2026
Gentengisasi: Harga genteng di Jawa Barat ditetapkan Rp4.300 per keping
Tak puas dengan kualitas, rasa dan porsi MBG? Lakukan 5 langkah mudah ini
Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi
Gerai Indomaret dan Alfamart bakal dibatasi pemerintah, ada berapa di Sukabumi?
AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:01 WIB

Prabowo bentuk Satgas Percepatan Konversi Motor Listrik, warga Sukabumi: Asal gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:19 WIB

Ini isi SE Menaker RI tentang BHR/THR karyawan swasta 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:54 WIB

Tak ada Tol Bocimi, daftar ruas dapat diskon tol 30% saat arus mudik dan balik Lebaran 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:48 WIB

Gentengisasi: Harga genteng di Jawa Barat ditetapkan Rp4.300 per keping

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:41 WIB

Tak puas dengan kualitas, rasa dan porsi MBG? Lakukan 5 langkah mudah ini

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131