Menkeu Purbaya: Bisnis media akan cerah

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan proyeksi bahwa industri media akan cerah tahun ini, seiring upaya perbaikan dan pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah. Dengan pertumbuhan tersebut, maka bukan tidak mungkin industri penyiaran dalam negeri akan turut merasakan dampak perputaran ekonomi seperti belanja iklan.

“Nanti Anda di dunia media juga, keadaan ekonominya akan berbeda dari tahun lalu. Kenapa Anda dapat ekonomi sedikit? Karena ekonominya melambat sehingga yang pasang iklan untungnya pas-pasan,” kata Purbaya dilansir IDN dalam acara ‘Semangat Awal Tahun 2026’ di Jakarta, Rabu (14/1/2026) lalu.

“Tapi, ketika ekonominya akan bertumbuh 6% atau lebih, keadaannya akan berbeda. Demand [permintaan] kencang, akan banyak kompetisi, akan banyak orang membutuhkan advertisement,” sambungnya menegaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Purbaya yakin pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional akan mencapai dan mendekati level 6% pada 2026, seiring upaya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Untuk mengejar target tersebut, Purbaya menegaskan akan mempercepat realisasi belanja pemerintah, khususnya di kementerian dan lembaga (K/L) yang selama ini dinilai lambat menyerap anggaran.

Dia mengaku akan turun langsung memastikan belanja negara berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. “Nanti Kementerian/Lembaga yang biasanya belanjanya pelan, saya akan ya “sikut-sikut” sedikit biar kerja,” kata Purbaya.

Ia juga tidak segan memangkas anggaran instansi yang dinilai tidak mampu merealisasikan belanja secara optimal. Selain dari sisi fiskal, Purbaya juga menaruh perhatian besar pada peran sektor swasta. Pemerintah akan memperbaiki iklim investasi melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking untuk mengurai berbagai hambatan usaha.

Melalui satgas tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan pengaduan secara langsung terkait kendala investasi dan operasional. Seluruh pengaduan akan dibahas secara terbuka setiap pekan.

Berita Terkait

Ini 12 rute dan harga tiket maskapai di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Menghitung revenue dari 16 mitra sponsor Persib musim 2026/2027, berapa miliar?
Libur Maulid Nabi SAW: 5 stasiun di Sukabumi terbanyak penumpang KA Pangrango
Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH
Top 10 provinsi penghasil semen terbesar di Indonesia, Jawa Barat juara
Harga tiket, fasilitas dan jadwal pagi/siang/sore KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cipatat
Sudah groundbreaking, tapi KRL Sukabumi bukan prioritas, ini kendalanya
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:04 WIB

Ini 12 rute dan harga tiket maskapai di Bandara Husein Sastranegara Bandung

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Menghitung revenue dari 16 mitra sponsor Persib musim 2026/2027, berapa miliar?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Libur Maulid Nabi SAW: 5 stasiun di Sukabumi terbanyak penumpang KA Pangrango

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Top 10 provinsi penghasil semen terbesar di Indonesia, Jawa Barat juara

Berita Terbaru