Gerai Indomaret dan Alfamart bakal dibatasi pemerintah, ada berapa di Sukabumi?

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana di dalam minimarket - sukabumiheadline.com

Ilustrasi suasana di dalam minimarket - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT), Yandri Susanto akan menggelar pertemuan untuk membicarakan terkait wacana pembatasan ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di daerah.

Untuk diketahui, dikutip dari kompas.com, wacana tersebut mengemuka karena Pemerintah sekarang sedang gencar membuka Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau KDMP.

“Saya rencananya ketemu Pak Mendes. Saya belum tahu maksudnya seperti apa (pembatasan ekspansi). Saya dengan Pak Mendes tadi memang mau janjian, ada acara lain. Sekalian saya mau nanya itu, seperti apa maksudnya?” ujar Budi, Selasa (24/2/2026) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Kecamatan terbanyak minimarket di Kabupaten Sukabumi, 12 bangkrut

Sementara itu, dilansir detik.com, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menjelaskan, pengaturan ritel modern telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) maupun Undang-Undang (UU). Kemudian melalui pemerintah daerah (Pemda), aturan zonasi ekspansi ritel modern juga turut diatur.

Menurut Iqbal, ekspansi ritel modern tidak akan mengganggu Kopdes di desa. Pasalnya, ritel modern biasa melakukan ekspansi di wilayah-wilayah yang dekat dengan perkotaan. Sementara Kopdes secara demografi berada di daerah pedesaan.

“Ritel modern itu kebanyakan dari sekian puluh ribu retail modern, terutama retail modern yang berjejaring, itu masih ditempatkan di perkotaan,” katanya.

Baca Juga: Aneh, minimarket di Parungkuda ini jual karya UMKM Sukabumi tapi tidak tahu produk mana

“Alasannya kenapa? Karena ketika mereka mendirikan satu toko, itu pasti mereka menghitung demografinya. Demografinya dihitung, kemudian pendapatan penduduknya juga dihitung. Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan retail modern yang berjejaring, itu ada di desa-desa. Jadi saya pikir nggak ada masalah,” lanjut dia.

Iqbal memastikan, ritel modern dan koperasi akan bersaing dengan sehat lantaran memiliki pangsa pasar yang berbeda. Menurutnya, koperasi lebih mengutamakan produk hasil UMKM lokal. Sementara ritel modern, hampir 90% menjajakan produk hasil pabrikan.

“Pasarnya sudah ada masing-masing,” pungkasnya.

Berita Terkait: Daftar raja minimarket di Indonesia, nomor 5 asal Sukabumi

Jumlah minimarket di Sukabumi

Minimarket di kabupaten Sukabumi
Jumlah minimarket di Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

Jumlah Minimarket di Kota Sukabumi 

Baca Juga: Muhammadiyah luncurkan minimarket syariah MentariMart, tertarik?

Untuk jenis sarana perdagangan pasar, kota ini memiliki 6 pada 2023. Jumlahnya tidak bertambah pada 2024.

Kemudian untuk jenis toko swalayan, pada 2023 berjumlah 55 gerai, dan naik signifikan pada 224 menjadi 78 gerai. Jumlah tersebut terbagi Alfamart 27 gerai (2023) dan 37 gerai (2024). Selanjutnya, Indomart 15 gerai (2023) dan 17 gerai (2024). Lalu Yomart ada 3 gerai (2023) dan jumlahnya tidak berubah pada 2024.

Sedangkan jumlah Supermarket sebanyak 10 pada (2023) dan berkurang 3 pada 2024, menyisakan hanya 7 supermarket saja. Sisanya, supermarket jenis lainnya sebanyak 14 pada 2024.

Rekomendasi Redaksi:

Jumlah Minimarket di Kabupaten Sukabumi 

Untuk jumlah minimarket, pada 2021 terdapat 403 gerai. Bertambah 5 jadi 408 pada 2022, lalu bertambah lagi menjadi 430 gerai pada 2023, dan kembali bertambah dua gerai pada 2024 menjadi 432. Baca selengkapnya: Kecamatan terbanyak minimarket di Kabupaten Sukabumi, 12 bangkrut

Junlah Mal atau Plaza

Pada 2021 dan 2022 terdapat 3 mal di Kabupaten Sukabumi, namun jumlahnya berkurang menjadi tingga 2 sejak 2023, dan tidak bertambah lagi hingga saat ini.

Dengan demikian, sejak 2021 total jumlah pasar, kios, mal dan minimarket di Kabupaten Sukabumi adalah 4.992. Kemudian, naik jadi 5.082 pada 2022. Jumlahnya turun jadi 4.999 pada 2023, dan naik lagi pada 2024 menjadi 5.001. Baca selengkapnya: Menghitung jumlah pasar, kios, minimarket dan mal di Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait

Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH
BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu
BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi
CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
TNI dan polisi dilibatkan tagih pajak ke warga
Jadi “buronan” SPBU seluruh Indonesia, ini spesifikasi Suzuki Thunder

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Rekening demonstran di DPR diblokir, Bank Mandiri atas perintah APH

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:23 WIB

BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp500 ribu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:57 WIB

BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan, Bahlil: Pertalite untuk motor tak dibatasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:32 WIB

Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak

Berita Terbaru

Ilustrasi perempuan sedang duduk di dalam bus - sukabumiheadline.com

Tak Berkategori

Armada dan rute Sukabumi – Bandara Husein Sastranegara Bandung

Minggu, 30 Agu 2026 - 04:42 WIB

WNA China diusir dari Sukabumi

Regulasi

Nikahi perempuan Sukalarang, WNA China diusir dari Sukabumi

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:05 WIB