sukabumiheadline.com l Ribuan bangunan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengalami kerusakan. Hal itu, menyebabkan banyak siswa terpaksa harus belajar di ruangan lain yang juga tidak layak digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Salah satu bangunan sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah, adalah SDN Pacing yang berlokasi di Kampung Pacing, RT 001/004, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas.
Di sekolah tersebut, terdapat tiga lokal bangunan yang kondisinya memprihatinkan, di mana atap bocor karena banyak genteng yang sudah pecah atau jatuh ke tanah. Hal itu akibat kayu rangka atap yang sudah lapuk lalu patah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ruangan kelas tersebut ditumbuhi berbagai rumput, sehingga membuat pondasi bangunan juga lapuk dan rawan ambruk.
Menurut Kepala SDN Pacing, Rohidin, berdasarkan keterangan dari kepala sekolah sebelumnya, kerusakan dua lokal kelas untuk kelas 5 dan kelas 6 serta satu lokal untuk kantor itu sudah sejak 5 tahun silam, tepatnya 2018.
“Kerusakan tiga lokal bangunan sekolah itu, sejak 2018. Jadi sejak itu tidak bisa digunakan KBM karena kondisinya rusak berat,” jelas pria yang menjadi kepala sekolah sejak delapan bulan lalu itu.
Akibatnya, sebanyak 20 siswa kelas 6 dipaksa belajar di ruangan perpustakaan yang kondisinya juga tidak layak guna karena lebih kecil dengan sejumlah bagian dinding sudah retak.
“Ruang perpustakaan itu tidak layak digunakan untuk KBM karena rusak, tapi tidak seberapa dibandingkan ruang kelas,” kata Rohidin.

Sudah Mengajukan Perbaikan ke Pemkab Sukabumi
Rohidin menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah berupaya maksimal untuk memperbaiki bangunan sekolah itu serta mengajukan permohonan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melalui Dinas Pendidikan (Disdik).
“Kita sudah mengajukan bantuan kepada Disdik baik melalui proposal maupun komunikasi secara lisan,” ungkap dia.
Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Junaedi mengatakan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terbaru, terdapat ribuan bangunan sekolah yang rusak.
Adapun rinciannya, sebanyak 931 bangunan bangunan SD kategori rusak berat, 2.453 rusak sedang dan 3.214 mengalami rusak ringan.
“Kemampuan kami untuk memperbaiki kelas yang rusak dengan berbagai kategori, memang tidak bisa tuntas dalam satu tahun karena anggaran yang terbatas,” jelas Jujun.
Jujun menjelaskan, untuk merenovasi 597 bangunan SD, rehab sedang dan berat perlu anggaran sebesar Rp44 miliar.
Selain itu, terdapat 42 bangunan SMP rusak dan dibutuhkan sekitar Rp4 miliar untuk memperbaikinya.