Momen Menhut Raja Juli Antoni diamuk Gerindra soal banjir Sumatera

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politikus PSI yang juga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni - sukabumiheadline.com

Politikus PSI yang juga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendapatkan kritikan keras dari politikus Partai Gerindra di DPR RI, terkait bencana banjir yang melanda Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat.

Kritik pedas disampaikan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Mantan istri Presiden Prabowo Subianto, itu menyebut korban bencana banjir Sumatera membutuhkan jaminan hutan kembali pulih pasca banjir bandang dan tanah longsor.

Hal itu disampaikan Titiek saat Komisi IV DPR menggelar rapat dengan menteri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Titiek awalnya menyampaikan bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) bukan hanya karena anomali cuaca.

“Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Hujan deras akibat badai siklon tropis senyar memang faktor alam. Namun, ketidakmampuan tanah menahan air akibat hutan yang gundul adalah ulah manusia,” ujar Titiek, Kamis (4/12).

Baca Juga :  Komisi IV DPR RI ke Menhut: Di Filipina menterinya gentleman, mundur karena gagal atasi banjir

Titiek menambahkan, semua pihak tidak bisa terus-menerus menyalahkan curah hujan yang tinggi setiap terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

“Sementara kita menutup mata terhadap fakta di lapangan,” ungkap Titiek.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar terhubung oleh satu tulang punggung ekologi yang sama, yaitu pegunungan Bukit Barisan.

Ketika banjir terjadi serentak dan berulang, dia menilai ada yang salah dengan tempat penampungan air di hulu. Atas hal itu, Titiek mengatakan bahwa rakyat Aceh, Sumut, dan Sumbar tidak hanya sekadar membutuhkan bantuan sembako pasca bencana.

Namun, pemerintah harus menjamin hutan di wilayah tersebut tidak gundul sehingga bencana banjir dan tanah longsor tidak terus terjadi di masa depan.

Baca Juga :  Rincian korban banjir Sumatera, Jawa Barat kirim bantuan awal senilai Rp7 miliar

“Rakyat di Aceh, Medan hingga Sumbar tidak butuh sekedar bantuan sembako pasca bencana. Mereka butuh jaminan bahwa hutan di atas rumah mereka tidak gundul dan membahayakan nyawa mereka,” tandas Titiek.

Sementara itu, Raja Juli menyatakan dirinya siap dievaluasi, bahkan siap menerima konsekuensi politik apa pun dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, jabatan hanyalah titipan dan kritik masyarakat merupakan bagian dari aspirasi yang patut dihargai, terutama ketika bencana besar memicu pertanyaan soal efektivitas kebijakan kehutanan pemerintah.

“Saya yakin namanya kekuasaan itu milik Allah, dan itu hak prerogatif Presiden. Jadi saya siap dievaluasi,” ujar Raja Juli usai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI.

Berita Terkait

Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng
Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP
4.000 ASN dipastikan akan direkrut jadi Komcad
KDM ancam tak akan perbaiki jalan rusak jika truk ODOL masih melintas
Di Sukabumi dan semua kawasan industri wajib sediakan lahan buat apartemen buruh
Menteri PPN/Kepala Bappenas sebut MBG lebih penting dari pembukaan lapangan kerja
Begini 5 skema MBG selama Ramadhan, dari menu hingga wilayah non-muslim
Kasus PHK hampir 100 ribu, daerah mana terbanyak?

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:04 WIB

Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:48 WIB

Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP

Senin, 2 Februari 2026 - 20:02 WIB

4.000 ASN dipastikan akan direkrut jadi Komcad

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:42 WIB

KDM ancam tak akan perbaiki jalan rusak jika truk ODOL masih melintas

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:06 WIB

Di Sukabumi dan semua kawasan industri wajib sediakan lahan buat apartemen buruh

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131