sukabumiheadline.com l Timnas U-19 Indonesia pernah kedatangan dua pemain baru berdarah campuran Jerman dan Indonesia. Mereka adalah kakak beradik Kelana Noah Mahessa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa.
Kelana dan Luah mendapat undangan dari Shin Tae-yong selaku pelatih Timnas U-19 Indonesia. Bahkan, Mahessa bersaudara sudah dilibatkan dalam laga uji coba Timnas Indonesia U-19 melawan tim Kroasia, Hajduk Split, Selasa, 20 Oktober 2020.
Kelana dan Luah Mahessa sama-sama bermain di posisi gelandang. Kelana mencuri perhatian karena tak hanya jago bermain bola, tetapi juga memiliki paras yang rupawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut 5 infonya dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.
1. Keturunan Indonesia
Kelana Noah Mahessa lahir di Jerman, 30 Januari 2001. Memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Rully Mahessa, yang berasal dari Sukabumi. Sedangkan ibunya, Brigitte Mahessa Sperling, seorang warga Jerman.
Sedangkan, Luah Fynn Jeremy Mahessa lahir setahun kemudian, tepatnya pada 30 Juli 2002.
Andai jadi direkrut, Kelana dan Luah tak perlu menjalani proses naturalisasi karena sudah dipastikan Kelana berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Baca Juga: Blasteran Sukabumi dan Jerman Latihan Bersama Klub Liga 1
2. Berkarir di Jerman
Kelana Mahessa kini berkarier di Jerman bersama Bonner SC. Dia juga pernah menimba ilmu di tim FC Koln Junior pada 2017 silam. FC Koln sendiri adalah klub yang cukup ternama di Bundesliga Jerman.
Sedangkan, Luah berstatus bebas transfer dan sempat mengatakan akan mencari klub di Indonesia.
3. Memiliki Postur Badan Standar Pemain Eropa
Kelana Mahesa, yaitu tinggi badannya yang setara dengan pemain-pemain Eropa, yakni 180 cm. Sedangkan Luah Mahessa 181 cm.
Hal ini menjadi salah satu keuntungan bagi pemain muda satu ini untuk bisa bergabung di Timnas U-19.
4. Harga Transfer dan Gagal Membela Klub Liga 1
Dilansir transfermarkt.com, Kelana Mahessa dibandrol seharga Rp897 juta, berdasarkan data 11 April 2021.
Kelana Mahessa sempat mencoba peruntungan untuk mengisi slot pemain di klub Liga 1, Persela Lamongan. Saat itu, Kelana Noah Mahessa baru berusia 17 tahun dan gagal seleksi.
5. Bicara Kasar di Media Sosial