Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jalan Tol Bocimi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Jalan Tol Bocimi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi menilai skema investasi dan masa konsesi Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau populer disebut Bocimi, kurang transparan. Hal itu disampaikannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V ke Bogor, Jumat (12/6/2026).

Melansir dari laman resmi DPR RI, Komisi V DPR RI menyoroti pentingnya transparansi dalam perhitungan investasi dan penetapan masa konsesi pembangunan Jalan Tol Bocimi dalam rapat bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tersebut.

Karenanya Komisi V menegaskan, proyek strategis nasional tersebut harus didukung perencanaan bisnis yang matang dan akuntabel agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanafi menilai sejumlah aspek mendasar dalam skema investasi Tol Bocimi masih perlu dijelaskan secara lebih rinci, terutama terkait nilai investasi, proyeksi lalu lintas kendaraan, hingga dasar perhitungan masa konsesi yang ditetapkan.

Menurutnya, kejelasan data tersebut penting untuk memastikan proyek berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan memiliki kelayakan ekonomi yang kuat.

“Pertanyaan saya, apakah nilai investasi Rp13 triliun ini sudah termasuk ruas Sukabumi Barat sampai Sukabumi Timur?,” tanyanya dikutip sukabumiheadline.com, Jumat malam.

“Kemudian terkait masa konsesi, apakah dihitung sejak ruas awal beroperasi pada 2018 atau baru akan dihitung setelah seluruh ruas selesai pada 2027,” lanjut Mori.

Ia juga mempertanyakan dasar penetapan masa konsesi hingga 50 tahun. Menurutnya, keputusan tersebut semestinya didasarkan pada perhitungan yang terukur, mulai dari nilai investasi, tarif tol, hingga proyeksi jumlah pengguna jalan.

Karena itu, ia meminta BPJT memaparkan data trafik harian dan capaian aktual dibandingkan target yang telah disusun sebelumnya.

“Apakah pengguna ruas jalan tol ini saat ini dari analisa sudah melampaui target atau masih di bawah target dari yang kita perkirakan di tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.

“Mungkin ini saya butuh penjelasan yang lebih rinci, karena terkait dengan kita sama-sama menghitung apakah betul-betul layak diberikan konsesi selama 50 tahun,” tegasnya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi V DPR RI Supriyanto menyoroti perlunya kejelasan mekanisme penyesuaian nilai investasi apabila terdapat perubahan biaya dalam proses pembangunan.

Menurutnya, realisasi di lapangan kerap berbeda dengan perhitungan awal yang dibuat pada tahap perencanaan sehingga perlu ada skema yang transparan dalam mengakomodasi perubahan tersebut.

“Investasi ini kalau tidak salah kurang lebih Rp13 triliun. Kemudian perhitungan investasi ini pada waktu berangkat dari perencanaan tentu akan berbeda dengan pelaksanaan lapangan. Kalau terjadi perbedaan, misalnya lebih mahal atau justru lebih murah dari perhitungan awal, apakah masih ada penyesuaian? Ini yang perlu dijelaskan,” ujarnya.

Supriyanto mengingatkan agar pertimbangan efisiensi dan investasi tidak mengesampingkan kualitas konstruksi. Ia menegaskan pembangunan jalan tol harus tetap mengedepankan aspek keselamatan, terutama mengingat karakteristik wilayah Sukabumi yang memiliki kontur berbukit dan rawan longsor.

“Jangan sampai hanya mengejar persoalan investasi dengan mengabaikan kekuatan jalan yang ada yang bisa mengakibatkan kecelakaan-kecelakaan atau longsor,” katanya.

Selain itu, Supriyanto juga menekankan pentingnya penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) serta penyelesaian persoalan pembebasan lahan secara adil.

“Masyarakat yang telah berkontribusi terhadap pembangunan maupun pengguna yang membayar tarif tol berhak memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman,” kata dia.

Berita Terkait

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman
KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland
Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini
Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya
Bus bintang 5 yang melayani liburan warga Sukabumi-Yogyakarta dan Surabaya
Perusahaan Kaesang Pangarep terlilit kredit macet bank Rp2,8 triliun
Bioskop Alfamart segera hadir di Sukabumi, harga tiket cuma Rp15 ribu
Merinci volume produksi hasil perkebunan di Sukabumi, kelapa juara

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:02 WIB

KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:04 WIB

Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:47 WIB

Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:56 WIB

Bus bintang 5 yang melayani liburan warga Sukabumi-Yogyakarta dan Surabaya

Berita Terbaru

Ilustrasi seorang warga miskin menjadi terdakwa di pengadilan - sukabumiheadline.com

Hukum

Hukum di Indonesia seperti golok, Mantan Ketua MK: Suram

Minggu, 26 Jul 2026 - 03:40 WIB

Sukabumi

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:58 WIB

Honda F125 - Honda

Otomotif

Intip spesifikasi Honda F125, harga cuma Rp20 jutaan

Sabtu, 25 Jul 2026 - 13:00 WIB