SUKABUMIHEADLINE.com l Perubahan sikap DPP Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengaku komitmen patuh terhadap konstitusi setelah sebelumnya mendukung penundaan Pemilu 2024, disindir Wakil Ketua DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah.
Fahri menilai kumpulan partai yang menarik ucapannya tersebut hanyalah bentuk dari komplotan yang gagal. “Kita tidak bisa lagi dikelabui oleh komplotan Senayan,” tulis Fahri di akun Twitter-nya dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (15/4/2022).
Fahri menilai, langkah PAN tersebut merupakan bentuk lepas tangan dan tidak bertanggung jawab. “Partai politik tertentu ingin cuci tangan dengan mengatakan bahwa sejak awal mereka tidak setuju perpanjangan dan penambahan tiga periode,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diberitakan sebelumnya, PAN menyatakan menarik diri sebagai pendukung penundaan Pemilihan Umum 2024. Sikap PAN berubah setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan menolak wacana tersebut.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno melalui keterangan tertulis, Senin, 11 April 2022 mengatakan, “Selaras dengan itu, kami di PAN juga memiliki komitmen yang sama untuk tunduk dan patuh pada konstitusi,” ujarnya.
Ia mengatakan, apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden merupakan komitmen bersama-sama.
“Apa yang disampaikan Presiden Jokowi membuktikan komitmen beliau untuk taat pada konstitusi dan harus dijaga bersama-sama,” ucapnya.
Eddy pun mengajak seluruh pihak untuk fokus mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 2024.