Pernah Terlilit Utang, Kini Pria Sukabumi Ini Punya Usaha Beromzet Rp280 Juta per Bulan

- Redaksi

Rabu, 8 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dede Mulyana Saputra. l Istimewa

Dede Mulyana Saputra. l Istimewa

sukabumiheadline.com l SUKABUMI – Roda hidup memang berputar, kadang di bawah, kemudian naik ke atas. Ketika berada di bawah penting tetap sabar dan meminjam istilah anak muda sekarang, jaga agar “tetap waras”.

Demikian dialami Dede Mulyana Saputra, seorang pengusaha kedai kopi yang pernah terlilit utang besar, tapi mampu bangkit dan kini memiliki usaha dengan omzet ratusan juta Rupiah per bulan.

Bermodalkan uang yang relatif kecil dan tekad serta keyakinan kuat, seorang pria asal Sukabumi, Jawa Barat berhasil membangun bisnis kedai kopi beromzet ratusan juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernah Terlilit Utang

Mengutip dari kanal YouTube Money Fighter, Dede mengakui jika dirinya pernah terlilit utang besar ke salah satu bank.

“Bahkan, gaji saya aja yang didapat setiap bulan pun, tak cukup untuk membayar cicilan utang itu,” kata Dede dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (8/6/2022) pagi.

Namun, berkat dukungan keluarganya, ia tetap sabar dan terus berusaha mencari jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.

“(Dulu) saya mempunyai utang yang cukup besar dan gaji tidak bisa menutupi hutang saya. Dulu terjerat riba, tapi saya mau berubah,” kata Dede.

Perlahan tapi pasti, Dede pun mulai bangkit dengan bermodalkan uang yang relatif kecil yang ia gunakan untuk membuka usaha kedai kopi.

Perlahan usahanya terus berkembang dan kini telah memiliki tiga cabang yang semuanya berlokasi di Sukabumi.

Modal Usaha dan Omset

Dede akhirnya benar-benar berhasil membalikkan keterpurukan dirinya lewat usaha rintisannya itu. Dengan modal awal hanya Rp3 juta, Dede kini bisa meraup omzet hingga Rp285 juta lewat bisnis kedai kopinya.

Omzet usaha sebesar itu ia Raup dari tiga cabang kedai kopi yang dimilikinya. Bahkan, Dede mampu mendirikan tiga cabang kedai kopinya hanya dalam waktu sembilan bulan saja.

Untuk informasi, kedai utama miliknya berlokasi di Jl. Selabintana Wetan, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya di belakang stasiun radio SMS FM. Sedangkan, kedua cabang lainnya berada di Kecamatan Sagaranten dan Nyalindung.

Diakuinya, perjalanannya membangun bisnis bermula ketika ia memutuskan untuk berhijrah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jadi awalnya ikut bergabung dengan Pedagang Hijrah Sukabumi. Dari situlah ide bisnisnya muncul. Waktu itu saya sempat jualan risol.

Selain berdagang, menurut Dede, Pedagang Hijrah Sukabumi juga banyak melakukan kegiatan sosial, seperti mendukung sebuah acara dengan kop. “Waktu itu saya ambil kopi dari orang,” kata Dede.

Sejak itulah Dede mulai berpikir untuk untuk memiliki kedai kopi sendiri. Tak cukup sampai di situ, ia juga memutuskan untuk memiliki brand kopi sendiri. Ia kemudian menamakan kedainya Sono Coffee Sukabumi.

Nah dari situ terbesitlah saya ingin punya brand kopi sendiri. pengin punya warung kopi sendiri dan diniatkan ada ruang untuk dakwah,” tambahnya.

Dede menambahkan, selain berbisnis, ia juga memberi ruang bagi siapapun untuk belajar berbisnis langsung kepada dirinya. Bahkan, jika ingin belajar meracik kopi di kedainya, ia membuka pintu selebar-lebarnya tanpa dipungut biaya apapun.

“Kalau kemudian mereka ada peluang bisnis, ya silakan. Atau kalau mau kerjasama, saya juga siap,” pungkas Dede.

Berita Terkait

Pernah meledak di Sukabumi 2 tewas, Bahlil: Pemerintah siapkan CNG 3 kg ganti elpiji
Jual saham Aman Resorts, konglomerat asal Sukabumi ini bukan lagi raja hotel dunia
Standar gaji ART Indonesia usai UU PPRT disahkan, beda jika rangkap baby sitter
MBG akan dipangkas hanya 4 hari, negara hemat APBN Rp50 triliun
10 negara pengekspor beras terbesar di dunia, 4 dari ASEAN tanpa Indonesia
Lumbung pangan, petani Sukabumi ngumpul di 10 kecamatan ini
20 kecamatan dengan petani perempuan terbanyak dan sedikit di Sukabumi, di bawah Nasional
Membanding produksi semangka Sukabumi, Indonesia dan dunia

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:51 WIB

Pernah meledak di Sukabumi 2 tewas, Bahlil: Pemerintah siapkan CNG 3 kg ganti elpiji

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:38 WIB

Jual saham Aman Resorts, konglomerat asal Sukabumi ini bukan lagi raja hotel dunia

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:31 WIB

Standar gaji ART Indonesia usai UU PPRT disahkan, beda jika rangkap baby sitter

Rabu, 29 April 2026 - 13:49 WIB

MBG akan dipangkas hanya 4 hari, negara hemat APBN Rp50 triliun

Rabu, 29 April 2026 - 03:26 WIB

10 negara pengekspor beras terbesar di dunia, 4 dari ASEAN tanpa Indonesia

Berita Terbaru

Ilustrasi pelajar SMP - sukabumiheadline.com

Tak Berkategori

2 Mei Hardiknas: Fakta miris RLS Kabupaten Sukabumi hanya 8,50 tahun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:15 WIB