Otoritas Israel culik 2 pemain sepak bola putri Timnas Palestina

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pemain Timnas Palestina Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah - Ist

Dua pemain Timnas Palestina Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah - Ist

sukabumiheadline.com – Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) menyatakan kecaman keras atas penangkapan dua pemain Timnas putri Palestina yang telah mewakili negaranya di level junior maupun senior, Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah oleh otoritas Israel pada Selasa (2/6/2026).

Dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (5/6/2026), PFA dalam unggahan di Instagram resminya mengutuk keras aksi penculikan tersebut.

“Asosiasi Sepak Bola Palestina mengutuk sekeras-kerasnya penangkapan tidak adil terhadap pemain tim nasional wanita Palestina Rand Al Halawani dan Metalle Abu Dayyah oleh pihak berwenang Israel hari ini. Rard dan Natalia adalah pemain internasional muda yang dengan bangga mewakili Palestina di tingkat junior dan senior,” tulis PFA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, PFA menilai penangkapan tersebut bukan insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola penargetan terhadap atlet Palestina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Penangkapan mereka bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola penargetan sistematis terhadap atlet Palestina yang telah didokumentasikan dengan baik, yang terus berlanjut tanpa pertanggungjawaban,” lanjut PFA.

PFA menegaskan bahwa berbagai pembatasan yang dialami atlet Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, statuta FIFA, serta prinsip-prinsip dalam Piagam Olimpiade.

Karenanya, dijelaskan PFA, pemain Palestina kerap menghadapi hambatan dalam kebebasan bergerak, keamanan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

“Apa yang dialami para pemain sepak bola Palestina bukanlah ‘kekhawatiran’, melainkan pelanggaran dan penyimpangan nyata terhadap hukum internasional, statuta FIFA, dan prinsip-prinsip dasar Piagam Olimpiade. Para pemain Palestina secara rutin ditolak kebebasan bergerak, keamanan, dan hak dasar untuk berpartisipasi dalam olahraga dengan kondisi yang sama, hak-hak yang secara eksplisit dijamin FIFA kepada semua pemain di seluruh dunia tanpa diskriminasi,” paparnya.

PFA mengkritik sikap komunitas sepak bola internasional yang dinilai belum mengambil langkah konkret terkait berbagai laporan pelanggaran yang selama ini disampaikan melalui jalur resmi.

PFA menilai belum adanya tindakan tegas terhadap Israel telah memunculkan persepsi adanya penerapan aturan yang tidak konsisten dalam sepak bola global.

“Keheningan dan ketidakpedulian yang terus berlanjut dari komunitas sepak bola internasional tidak hanya mencerminkan standar ganda, tetapi juga memungkinkan praktik-praktik ilegal ini terus berlanjut tanpa hukuman. Selama bertahun-tahun, Asosiasi Sepak Bola Palestina telah mengangkat pelanggaran-pelanggaran ini melalui saluran resmi, namun hingga hari ini, belum ada tindakan serius atau persiapan yang diambil terhadap Israel dalam sistem sepak bola global. Kegagalan ini hanya memperkuat persepsi dan realitas penegakan aturan yang selektif,” tulis PFA.

“Jika FIFA ingin menegakkan statuta-nya sendiri, yang berkaitan dengan hak asasi manusia, non-diskriminasi, dan perlindungan integritas permainan, maka tindakan tegas harus diambil. Akuntabilitas tidak dapat bersifat opsional, dan tidak dapat diterapkan secara selektif.”

“PFA menyerukan kepada FIFA, konfederasi kontinental, dan komunitas olahraga internasional yang lebih luas untuk melangkah lebih jauh dari sekadar pernyataan dan mengambil tindakan disiplin konkret dalam kerangka sepak bola untuk mengatasi pelanggaran yang terus berlanjut ini. Penargetan terhadap atlet Palestina harus diakhiri. Impunitas harus diakhiri. Standar ganda harus diakhiri. Kebebasan untuk Rand Al Halawani dan Nadine Abu Dayyah. Keadilan untuk sepak bola Palestina,” pungkas PFA.

Berita Terkait

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan
5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas
12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia
Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas
Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS
Hampir 50 persen warga AS bosan calon dari parpol
PM Israel serahkan urusan Iran ke AS
Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:01 WIB

5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:51 WIB

12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:07 WIB

Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS

Berita Terbaru

Skuad Persib Bandung 2026/2027 - Bandung Football

Olahraga

Ini 32 pemain Persib musim 2026/2027, Ramon Tanque dipinjamkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 18:39 WIB

Tabrakan maut di Sukabumi - Ist

Sukabumi

Tabrakan maut Sukabumi: Imran Nasrullah tewas di tempat

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:23 WIB

Suzuki e Sky - Suzuki

Otomotif

Suzuki e Sky: Si mungil irit dan efisien, cek harganya

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:43 WIB