Tren penurunan kredit UMKM Sukabumi di bank umum 3 tahun terakhir

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaku UMKM sedang mengajukan kredit di bank - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pelaku UMKM sedang mengajukan kredit di bank - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Posisi kredit pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sukabumi angkanya terus menurun dalam tiga tahun terakhir, 2023-2025.

Total outstanding loan sebagaimana dirinci di artikel ini, menunjukkan jumlah akumulasi pinjaman yang telah disalurkan oleh bank umum kepada masyarakat atau sektor ekonomi tertentu, misalnya kredit modal kerja atau kredit konsumsi, pada periode 2023-2025 menunjukkan tren penurunan.

Menurut salah seorang pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi, Hevi Khaerudin, di antara sejumlah penyebab menurunnya kredit UMKM, dua di antaranya adalah kondisi ekonomi yang masih dalam ketidakpastian, dan faktanya para pelaku UMKM kesulitan mengakses kredit perbankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya kalau menurut saya sih, pertama karena memang kondisi ekonomi yang masih dalam ketidakpastian,” katanya kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (6/6/2026).

Padahal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kata Hevi, telah menyuntikan dana segar senilai Rp300 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sejak September 2025 hingga Mei 2026.

Meskipun kebijakan ini diklaim sebagai langkah win-win solution untuk membangun ekspektasi ekonomi positif dan merangsang penyaluran kredit di tengah dinamika tantangan ekonomi global, menurut Hevi, faktanya masih jauh dari harapan.

“Padahal, suntikan dana ratusan triliun Rupiah yang bertujuan mengalihkan dana simpanan negara yang semula mengendap di bank sentral menjadi penempatan dana (seperti deposito) di bank umum negara, itu untuk mengoptimalkan perputaran uang, ternyata kan masih jauh dari harapan,” kata pria 48 tahun itu.

Meskipun Purbaya sendiri sudah mengingatkan jika dana tersebut diwajibkan untuk disalurkan menjadi kredit perbankan ke sektor swasta/masyarakat, dengan larangan keras bagi bank untuk menggunakan dana ini membeli surat berharga negara (SBN) atau SRBI, namun kenyataannya tidak serta merta menjadi karpet merah bagi pelaku UMKM untuk mengaksesnya.

“Bagi kami ya, pelaku UMKM, jangankan untuk mengakses kredit miliaran Rupiah, bahkan untuk kredit 10 juta Rupiah saja, itu harus ada jaminan,” kata Hevi.

Posisi kredit UMKM Sukabumi di bank umum 3 tahun terakhir

Ilustrasi nasabah mengambil tabungan di bank - sukabumiheadline.com
Ilustrasi nasabah melakukan transaksi di bank – sukabumiheadline.com

Meskipun total kredit UMKM Sukabumi mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, namun sejumlah sektor menunjukkan kenaikan.

Sektor yang mengalami kenaikan kredit UMKM adalah pertanian kehutanan dan perikanan sebesar Rp657.875.000, pengadaan listrik dan gas sebesar Rp7.959.000, dan konstruksi sebesar Rp241.888.000. Kemudian, sektor transportasi dan pergudangan Rp194.420.000, jasa keuangan dan asuransi Rp14.648.000, dan real estate Rp65.445.000.

Berikut adalah rincian Posisi Kredit Mikro, Kecil dan Menengah yang Diberikan Bank Umum Menurut Sektor Ekonomi di Kabupaten Sukabumi, 2023-2025, dikutip sukabumiheadline.com dari data Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Sabtu (6/6/2026).

  • Pertanian Kehutanan & Perikanan
    Rp529.853.000 (2023)
    Rp527.974.000 (2024)
    Rp657.875.000 (2025)
  • Pertambangan dan Penggalian
    Rp48.334.000 (2023)
    Rp38.105.000 (2024)
    Rp39.361.000 (2025)
  • Industri Pengolahan
    Rp616.048.000 (2023)
    Rp555.253.000 (2024)
    Rp503.994.000 (2025)
  • Pengadaan Listrik dan Gas
    Rp4.856.000 (2023)
    Rp4.910.000 (2024)
    Rp7.959.000 (2025)
  • Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah Dan Daur Ulang
    Rp4.427.000 (2023)
    Rp4.922.000 (2024)
    Rp3.482.000 (2025)
  • Konstruksi
    Rp153.862.000 (2023)
    Rp147.262.000 (2024)
    Rp241.888.000 (2025)
  • Perdagangan Besar Dan Eceran, Reparasi Mobil Dan Motor
    Rp3.988.854.000 (2023)
    Rp3.500.267.000 (2024)
    Rp3.030.678.000 (2025)
  • Transportasi dan Pergudangan
    Rp77.085.000 (2023)
    Rp114.247.000 (2024)
    Rp194.420.000 (2025)
  • Penyediaan Akomodasi Dan Makan Minum
    Rp196.861.000 (2023)
    Rp188.981.000 (2024)
    Rp166.120.000 (2025)
  • Informasi dan Komunikasi
    Rp5.588.000 (2023)
    Rp5.560.000 (2024)
    Rp4.607.000 (2025)
  • Jasa Keuangan dan Asuransi
    Rp14.329.000 (2023)
    Rp11.464.000 (2024)
    Rp14.648.000 (2025)
  • Real Estate
    Rp25.515.000 (2023)
    Rp46.727.000 (2024)
    Rp65.445.000 (2025)
  • Jasa Perusahaan
    Rp58.245.000 (2023)
    Rp50.214.000 (2024)
    Rp47.469.000 (2025)
  • Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
    Rp137.000.000 (2023)
    Rp79.000.000 (2024)
    Rp78.000.000 (2025)
  • Jasa Pendidikan
    Rp53.536.000 (2023)
    Rp65.832.000 (2024)
    Rp55.939.000 (2025)
  • Jasa Kesehatan dan Kegiatan Lainnya
    Rp67.612.000 (2023)
    Rp82.443.000 (2024)
    Rp58.769.000 (2025)
  • Jasa Lainnya
    Rp309.550.000 (2023)
    Rp300.624.000 (2024)
    Rp252.828.000 (2025)

Dari data di atas, dalam tiga tahun terakhir posisi kredit UMKM terus mengalami penurunan. Jika pada 2023 mencapai Rp6.154.692.000, turun jadi Rp5.644.865.000 pada 2024. Penurunan juga kembali berlanjut pada 2025 menjadi hanya Rp5.345.560.000.

Pengertian bank umum 

Ilustrasi UMKM mengajukan pinjaman modal ke bank - sukabumiheadline.com
Ilustrasi UMKM mengajukan pinjaman modal ke bank – sukabumiheadline.com

Bank umum adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan (seperti giro, tabungan, dan deposito) dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Bank ini beroperasi secara komersial dan memfasilitasi lalu lintas sistem pembayaran.

Contoh bank umum di Indonesia adalah Bank Himbara, seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.

Selain itu, bank swasta nasional seperti BCA, Bank Mega, dan Bank Danamon. Demikian dengan bank syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Muamalat juga termasuk bank umum. Namun, BPR tidak termasuk bank umum.

Berita Terkait

Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing
Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang
Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM
Menghitung produksi susu sapi dan kambing di Sukabumi serta kandungan gizinya
Jerit perajin tempe di Sukabumi dipicu Rupiah jeblok

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:28 WIB

Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing

Senin, 22 Juni 2026 - 07:20 WIB

Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:26 WIB

Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:20 WIB

Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:08 WIB

Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil

Berita Terbaru

Regulasi

Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:20 WIB