22.5 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Politikus PAN Ini Sebut Pengusaha di Kota Sukabumi Pelit

PolitikPolitikus PAN Ini Sebut Pengusaha di Kota Sukabumi Pelit

sukabumiheadline.com l Enam dari 33 kelurahan yang tersebar di empat kecamatan di Kota Sukabumi masuk dalam status dalam zona merah Covid-19.

Di sisi lain, anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi Faisal Anwar Bagindo mengkritik langkah yang diambil Wali Kota Achmad Fahmi karena dinilainya tidak efektif.

“Menurut saya, langkah pak wali kota ini tidak efektif karena lebih banyak berupa wacana dan imbauan-imbauan,” kata Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu kepada sukabumiheadlines.com, Senin (12/7/2021). Selengkapnya baca: 6 Kelurahan Zona Merah Covid-19, Komisi I DPRD Kritik Langkah Wali Kota Sukabumi

Menurut dia, wacana pembukaan rumah sakit (RS) darurat sebagai tidak perlu tergesa-gesa karena masih banyak ruangan di RS R Syamsudin, SH. atau Bunut yang belum difungsikan.

Sementara itu, disinggung soal keterlibatan pengusaha swasta dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kota Sukabumi dinilai Faisal sangat minim.

“Sangat minim. Bahkan, saya berani menyebut pengusaha swasta di Kota Sukabumi itu pelit. Hitung saja, berapa miliar Rupiah uang warga disedot ke luar daerah melalui jaringan minimarket-minimarket yang tersebar di seluruh pelosok kota. Dan saya tidak melihat kontribusi mereka signifikan dalam kondisi saat ini,“ tegas dia.

Selain itu, Faisal menyinggung peran perusahaan-perusahaan, dan bank-bank negara dan swasta yang memiliki kantor cabang yang juga dinilainya minim kontribusi dalam penanggulangan wabah Covid-19 di Kota Mochi.

“Nyaris tidak ada. Saya memahami kondisi saat ini membuat kalangan dunia usaha terdampak penyebaran wabah Covid-19. Namun, tentu berbeda dampak yang dirasakan kalangan usaha besar dengan masyarakat biasa,“ pungkas priayang selalu tampil flamboyan itu.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer