22.2 C
Sukabumi
Minggu, Mei 26, 2024

Smartphone dengan Peforma Mewah, Spesifikasi Xiaomi 13T Dilengkapi Kamera Leica

sukabumiheadline.com - Xiaomi selalu menjadi incaran bagi...

Biodata Lee Da Hyeon, Bidadari Voli Korea Selatan Idola Baru Netizen Viral Joget TikTok

sukabumiheadline.com l Setelah sebelumnya ada Zehra Gunez...

Yamaha Gear Facelift Siap Meluncur, Desain Bongsor ala Skutik Maxi

sukabumiheadline.com l Yamaha kembali berencana meluncurkan skutik...

Ponpes Ar-Rahman Sukabumi, profil lembaga dan lulusan berkualitas internasional

KhazanahPonpes Ar-Rahman Sukabumi, profil lembaga dan lulusan berkualitas internasional

sukabumiheadline.com – Ada banyak pondok pesantren (Ponpes) di Sukabumi, Jawa Barat, yang mengusung konsep boarding school dengan sistem pembelajaran full day. Sehingga selain sebagai santri yang mempelajari ilmu agama, siswa juga mendapatkan pendidikan umum sesuai kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek).

Salah satu Ponpes yang menerapkan konsep tersebut, adalah Ar-Rahman. Ponpes ini terletak Desa/Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi.

Namun, meskipun sebagai ponpes, lembaga pendidikan formal di Ar-Rahman bukan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau Madrasah Aliyah (MA), tetapi SMP dan SMA. Dengan begitu, ponpes mengklaim hal itu sebagai konsep pendidikan yang menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan umum dan keagamaan.

Profil Ponpes Ar-Rahman

Ponpes Ar-Rahman, diambil dari salah satu Asmaul Husna (Maha Pengasih), digagas oleh mantan Kapolda Sumatera Barat, Kapolda Jawa Barat dan terakhir Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol (Purn) Drs. H Adang Firman.

Ponpes Ar-Rahman Sukabumi, profil lembaga dan lulusan berkualitas internasional
Ponpes Ar-Rahman Sukabumi, profil lembaga dan lulusan berkualitas internasional. – Istimewa

Menurut Kepala Sekolah SMAS Unggulan Ar-Rahman, Lukman Hakim, Adang Firman sejak masih aktif di kepolisian memang bercita-cita mendirikan lembaga pendidikan yang berkualitas, namun bisa diakses oleh semua kalangan.

Hal lain yang melatar belakangi keinginan Adang Firman mendirikan ponpes ini adalah ketika dirinya menjabat banyak melihat kalangan pejabat Muslim di Tanah Air, namun kurang memahami ilmu agamanya sendiri.

“Dari situlah beliau muncul gagasan turut serta membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan,” ujar Lukman.

Bak gayung bersambut, cita-cita Adang Firman mendapatkan dukungan dari Paguyuban Pratidina, yang beranggotakan Alumni Akabri Polisi angkatan 1973.

Adang Firman kemudian mulai membangun kompleks pendidikan pada 2008. Ketika semua fasilitas sudah siap, pihak Ar-Rahman melakukan ujicoba sistem pembelajaran dengan beberapa murid berprestasi di wilayah sekitar.

Ketika sudah dirasa cukup mendapatkan murid, maka pada medio 2009 Ar-Rahman resmi beroperasi. Diketahui, ketika awal dibuka, Ponpes Ar-Rahman hanya memiliki 19 santri dari kalangan warga sekitar. Namun, setahun kemudian nak signifikan menjadi 180 santri.

Ponpes Ar-Rahman Sukabumi, profil lembaga dan lulusan berkualitas internasional. - Istimewa
Ponpes Ar-Rahman Sukabumi, profil lembaga dan lulusan berkualitas internasional. – Istimewa

“Pendiri juga bercita cita siapapun yang menuntut ilmu, bekerja dan lainnya memiliki rasa kasih sayang terhadap sesamanya, maka dari itu diberi nama Ar-Rahman,” terangnya.

Metode pendidikan

Ponpes Ar-Rahman menerapkan metode pendidikan balance, yakni keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama, sehingga akan melahirkan lulusan yang kuat iman dan akhlaknya serta mumpuni di bidang umumnya.

“Sehingga ketika lulusan, misalnya, menjadi polisi atau dokter, maka dia juga seorang santri,” jelas Lukman.

“Selain itu meskipun payungnya pesantren tapi di kita SMA dan SMP bukan MTs dan MA, kadi balance,” imbuhnya.

Hal itu juga sesuai dengan slogan, visi dan misi Ar-Rahman, yakni:

Slogan Ar-Rahman: “Khoirunnas Anfauhum Linnas, artinya sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya.”

Visi Ar-Rahman: “Menghasilkan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas dan humanis.”

Menurut Waka bidang kurikulum Desi Trisnawati berdirinya Ponpes Ar-Rahman berawal dari semangat Pendiri sekaligus Pembina Ar-Rahman, Adang Firman untuk senantiasa memberikan kebermanfaatkan bagi masyarakat.

Ia menyebut, dari awal pendirian tahun 2009, sekolah Ar-Rahman sudah memberikan kontribusi luar biasa, sebab, tidak fokus kepada siswa. Namun juga peduli terhadap warga sekitar, dengan melibatkan seluruh masyarakat yang ada di sekitar yang ingin bekerja.

Dia menjelaskan Ar-Rahman adalah sekolah yang berbasis ponpes. Selain memberikan pendidikan umum dengan kurikulum dari Kemendikbud ristek, namun mengombinasikan dengan keagamaan, yang menjadi ciri khas Ar Rahman.

Lebih lanjut, Ar-Rahman dapat mensejajarkan dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya karena keterserapan lulusannya di perguruan tinggi dalam negeri seperti ITB, UI, UGM, IPB, Unpad, UPI, Brawijaya, Undip. Lalu di sekolah kedinasan Akpol, IPDN, STAN, STSN dan STTD.

Tak hanya di dalam negeri, alumni Ar-Rahman juga kuliah di perguruan tinggi luar negeri yang ada di Malaysia, Singapura, Turki, Prancis, Yordania dan China.

Untuk yang di Turki seperti Istanbul university, Bandırma Onyedi Eylül University, Kırklareli University dan Sakarya University.

“Siswa-siswi kami juga bisa bersaing di pesta sains IPB kemudian meloloskan siswa-siswi ke level Provinsi, untuk olimpiade sains nasional di bidang fisika,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan untuk prestasi non akademik yang lebih banyak diraih oleh anak didiknya.

“Seperti olah raga silat karena sudah bisa masuk level Internasional, renang, memanah, taekwondo dan beberapa bidang dari pengembangan diri dari sekolah, bisa mencetak dan mengukir prestasi yang luar biasa,” jelasnya.

Prestasi santri Ponpes Ar-Rahman 

Soal prestasi, santri Ponpes Ar-Rahman mampu berbicara di tingkat wilayah hingga nasional. Tak heran jika sudah banyak alumninya yang kini melanjutkan pendidikan di sejumlah  perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta favorit dan di luar negeri.

Kegiatan donor darah santri Ponpes Ar-Rahman Sukabumi. - Istimewa
Kegiatan donor darah santri Ponpes Ar-Rahman Sukabumi. – Istimewa

Dengan demikian Ar-Rahman harus mampu menjadi sebuah lembaga pendidikan, yang bisa mengakomodir sebuah potensi anak ke arah yang lebih positif.

Dengan memegang prinsip adaptif dengan terus mengadopsi setiap kemajuan dan menganalisa kebutuhan di masa depan, metode pembelajaran di Ponpes Ar-Rahman sudah sesuai dengan tantangan apa yang akan mereka hadapi 20 tahun ke depan.

Diketahui, sejak berdirinya upada 2008 silam hingga 2024, Ponpes Ar-Rahman sudah menghasilkan 13 angkatan. Hal itu menunjukan bukti bahwa mereka sanggup dan mampu berkiprah dalam berbagai profesi mulai yang berkarir di pemerintahan, berbisnis dan lainnya.

Untuk santri, di ponpes ini mendidik siswa yang berasal dari Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Papua, Sumatera dan daerah lain. Mereka menerima ilmu program unggulan yang saat ini berjalan yaitu tahfidz AlQuran 30 Juzz dan Dirasah Islamiyah.

Dirasah Islamiyah merupakan program unggulan yang diberlakukan untuk seluruh santri dengan standar tertentu dan untuk santri khusus dengan standar yang lebih tinggi. Kemudian Bahasa arab dan Inggris.

Kemudian program unggulan pembinaan siswa berprestasi bidang fisika, geografi, ekonomi dan matematika.

Tahfiz AlQuran santri Ponpes Ar-Rahman Sukabumi. - Istimewa
Tahfiz AlQuran santri Ponpes Ar-Rahman Sukabumi. – Istimewa

Dengan demikian, ketika ada event tingkat lokal, tingkat nasional, provinsi, maka mereka sudah siap. Adapun program yang sedang dirancang yaitu kunjungan ke beberapa universitas di dalam dan luar negeri.

Wisma Ponpes Ar-Rahman Sukabumi. - Istimewa
Wisma Ponpes Ar-Rahman Sukabumi. – Istimewa

Beasiswa Ponpes Ar-Rahman

Mengenai program ke depannya Ar-Rahman merencanakan pesantren alam, tujuannya untuk memfasilitasi anak-anak dari warga sekitar ponpes yang kurang mampu untuk belajar. Tentunya Ar-Rahman akan memberikan mereka beasiswa.

Dengan begitu, para santri akan mendalami ilmu agama termasuk tahfidz juga diberikan materi pelajaran umum. Para santri itu akan diberikan keahlian dalam pertanian serta peternakan, mengingat lahan yang dimiliki Ar-Rahman ini seluas 40 hektar.

Selain itu, Ar-Rahman sedang merencanakan pembangunan rumah sakit yang Sumber Daya Manusia (SDM) akan di-support oleh Ar-Rahman.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan ada sekolah berkaitan dengan kesehatan, minimal SMK Kesehatan atau selevel perguruan tinggi seperti sekolah tinggi ilmu kesehatan.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer