21.4 C
Sukabumi
Sabtu, April 13, 2024

Blueberry, sniper cantik Rusia pembantai tentara Ukraina

sukabumiheadline.com - Sosok Blueberry sangat misterius. Namun,...

Soal tangan buruh wanita asal Bojonggenteng Sukabumi putus, Latas: Disnaker harus proaktif

sukabumiheadline.com - Paskakecelakaan kerja yang terjadi di...

Prabowo-Gibran Melejit di Web KPU, Sirekap Tidak Akurat Dikeluhkan KPPS Sukabumi

SukabumiPrabowo-Gibran Melejit di Web KPU, Sirekap Tidak Akurat Dikeluhkan KPPS Sukabumi

sukabumiheadline.com l Penghitungan suara pemilihan presiden (Pilpres) di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) memunculkan perbedaan data yang mencolok. Data yang ditampikan di web pemilu2024.kpu.go.id berbeda dengan data manual pada Formulir C1.

Keluhan juga disampaikan sejumlah Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Salah seorang KPPS, Dede Gunawan, mengaku melakukan rekap manual sejak Rabu (14/2/2024) hingga Kamis (15/2/2024) pagi.

“Berat, kami berkerja melakukan rekapitulasi manual sampai Kamis subuh,” kata Dede kepada sukabumiheadline.com, Kamis.

Hingga rekapitulasi manual selesai, permasalahan berikutnya, Dede mengaku mendapat masalah saat menginput data ke Sirekap KPU, di mana aplikasi tidak mampu membaca secara akurat angka yang tertera di formulir C1.

“Gagal terus, enggak bisa membaca data dengan akurat. Misalnya 68 terbaca 668. Ini yang bikin repot,” keluhnya.

“Saya sampai bolos kerja ini. Izin ke perusahaan untuk menyelesaikan rekapitulasi ini,” pungkasnya.

Tanggapan KPU

Perbedaan suara tiga capres-cawapres antara web dan hitungan manual itu terlihat pada penghitungan suara di TPS 094 Cianjur, Jawa Barat.

Di web KPU, calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh suara 222. Tapi dalam hitungan manual, mereka hanya memperoleh 112 suara sah.

Di web, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka juga tercatat mendapatkan suara 884. Sementara jumlah hitungan manualnya hanya 84 suara sah.

Selanjutnya, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md di web tercatat mendapat 817 suara. Padahal penghitungan manual hanya 17 suara sah.

Komisioner KPU Idham Holik menyatakan perbedaan data itu karena ketidakuratan teknologi komputasi Sirekap membaca data yang berasal dari foto dokumen formulir C1.

“Berkenaan dengan hal tersebut nanti pada saat rekapitulasi di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) akan diperbaiki,” kata Idham melalui aplikasi perpesanan, Rabu malam, 14 Februari 2024.

Idham mengatakan, akan ada perbaikan hasil pembacaan data Sirekap terhadap foto formulir C1. Dia mengatakan itu akan dilakukan di depan para saksi dan Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dalam forum rapat rekapitulasi panitia pemilihan kecamatan atau PPK.

“Di sinilah fungsi Sirekap dalam mengontrol dan mentransparansikan hasil pemilu di TPS,” tutur Idham.

Hasil penghitungan sementara tersebut bersumber dari anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS. Tugas anggota KPPS adalah mengunggah hasil penghitungan suara dari kertas plano C1 dengan memfotonya melalui aplikasi Sirekap. Sehingga yang terbaca pada web adalah hasil yang terunggah oleh anggota KPPS itu.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer