Prakiraan cuaca Sukabumi 10 hari ke depan, mamingan kuyup

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengendarai sepeda motor matic saat hujan deras - sukabumiheadline.com

Mengendarai sepeda motor matic saat hujan deras - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Wilayah Sukabumi, Jawa Barat, diprediksi masih diguyur hujan hingga 10 hari ke depan. Dilansir dari prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah ini masih diguyur hujan dengan intensitas bervariasi.

Meskipun malam mingguan (mamingan) wilayah Sukabumi diprediksi hujan, tapi jangan khawatir, karena ini baru prakiraan. Namun untuk jaga-jaga, sebaiknya selalu persiapkan jas hujan atau payung ketika bepergian ke luar rumah. Kalau tidak, maminganmu bisa basah kuyup.

Perkiraan cuaca Sukabumi 10 hari ke depan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tampilan prakiraan cuaca - sukabumiheadline.com
Tampilan prakiraan cuaca – sukabumiheadline.com

Di Indonesia, lembaga yang bertanggung jawab mengeluarkan informasi prakiraan cuaca adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi BMKG, Kamis (18/12/2025), berikut adalah prakiraan cuaca untuk wilayah Sukabumi, dalam 10 hari ke depan, 18 – 27 Desember 2025:

  • Kamis, 18 Desember: Kelembapan udara 40%, dan suhu tertinggi dan terendah 24°/20°
  • Jumat, 19 Desember: Kelembapan udara 50%, dan suhu tertinggi dan terendah 24°/20°
  • Sabtu, 20 Desember: Kelembapan udara 80%, dan suhu tertinggi dan terendah 24°/19°
  • Ahad, 21 Desember: Kelembapan udara 90%, dan suhu tertinggi dan terendah 24°/20°
  • Senin, 22 Desember: Kelembapan udara 50%, dan suhu tertinggi dan terendah 26°/20°
  • Selasa, 23 Desember: Kelembapan udara 80%, dan suhu tertinggi dan terendah 26°/20°
  • Rabu, 24 Desember: Kelembapan udara 70%, dan suhu tertinggi dan terendah 27°/21°
  • Kamis, 25 Desember: Kelembapan udara 70%, dan suhu tertinggi dan terendah 27°/21°
  • Jumat, 26 Desember: Kelembapan udara 40%, dan suhu tertinggi dan terendah 24°/21°
  • Sabtu, 27 Desember: Kelembapan udara 40%, dan suhu tertinggi dan terendah 26°/20°
Baca Juga :  Prakiraan cuaca Sukabumi 7 hari ke depan, dan sampai kapan musim hujan 2026?

Baca Juga: Prakiraan cuaca dan 15 ayat AlQuran tentang kekuasaan Allah SWT turunkan hujan

Pengertian prakiraan cuaca 

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, prakiraan cuaca adalah prediksi kondisi atmosfer di masa mendatang, yang dibuat dengan menerapkan prinsip-prinsip sains untuk memahami dan memperkirakan bagaimana atmosfer akan berubah.

Prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data tentang kondisi atmosfer saat ini – terutama suhu, kelembapan, dan tekanan udara – dan menggunakan ilmu meteorologi untuk memproyeksikannya ke masa depan.

Baca Juga :  Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Februari, berawan hingga hujan disertai petir

Informasi yang diberikan meliputi suhu udara, peluang terjadinya presipitasi (hujan atau salju), kecepatan dan arah angin, tingkat kelembapan, hingga kondisi awan.

Dalam pandangan Islam, hujan merupakan fenomena alam yang memegang peran penting dalam siklus kehidupan di bumi. Tidak hanya sekadar proses jatuhnya air ke tanah, dalam Islam fenomena hujan disebutkan puluhan kali dalam ayat AlQuran.

Dalam AlQuran, fenomena hujan digambarkan sebagai keindahan, kebijaksanaan, dan rahmat-Nya. Bahkan, menurut Abdul Syukur al-Azizi dalam buku Hadits-Hadits Sains, kata hujan disebut sebanyak 55 kali dalam AlQuran, antara lain dalam QS Az-Zukhruf: 11, yang artinya:

Yang menurunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”

Berita Terkait

Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG
Prakiraan cuaca Sukabumi 24-28 Februari, hujan ringan hingga shower
Waspada angin kencang, prakiraan cuaca Sukabumi 7 hari ke depan
Ben Shenhar: 50% umur manusia ditentukan faktor genetik
17 Februari bakal ada fenomena gerhana matahari cincin
Prakiraan cuaca Sukabumi 8-15 Februari, berawan hingga hujan disertai petir
Hanya 0-155 MDPL: Kecamatan dengan daratan terendah di Sukabumi, bukan Palabuhanratu
Mengapa MDPL? Sejak kapan? Siapa penggagas pengukuran ketinggian di atas permukaan laut?

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:00 WIB

Kapan mulai musim kemarau 2026? Ini prediksi BMKG

Senin, 23 Februari 2026 - 21:07 WIB

Prakiraan cuaca Sukabumi 24-28 Februari, hujan ringan hingga shower

Selasa, 17 Februari 2026 - 05:52 WIB

Waspada angin kencang, prakiraan cuaca Sukabumi 7 hari ke depan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:29 WIB

Ben Shenhar: 50% umur manusia ditentukan faktor genetik

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:00 WIB

17 Februari bakal ada fenomena gerhana matahari cincin

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131