Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penerima dana hibah atau bantuan tunai - sukabumiheadline.com

Ilustrasi penerima dana hibah atau bantuan tunai - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Anggaran hibah Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi meningkat signifikan pada 2024 dibandingkan 2023. Namun, kembali turun pada 2025.

Untuk diketahui, dana hibah pemda lazim diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) atau organisasi kepemudaan (OKP) yang berbadan hukum.

Adapun salah satu syarat organisasi atau lembaga penerima hibah, adalah telah terdaftar pada pemda setempat minimal selama 3 tahun, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pramuka, Kominte Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Karang Taruna, atau organisasi keagamaan seperti pondok pesantren, madrasah dan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggaran hibah Pemkab Sukabumi naik jelang Pilkada 2024

Mengutip data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sukabumi, anggaran dana hibah Pemkab Sukabumi dari 2023 naik pada 2024, dan kembali turun pada 2025.

Berikut rincian anggaran dana hibah Pemkab Sukabumi 2023-2025, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (14/3/2026), dari Realisasi Belanja Pemerintah Kabupaten Sukabumi
Menurut Jenis Belanja (ribu rupiah), 2022–2025, Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, dalam ribu Rupiah (miliar Rupiah).

Untuk informasi, “dalam ribu Rupiah” artinya nilai nominal mata uang yang tertera harus dikalikan seribu (1.000)

Pada bagian Belanja Tidak Langsung atau Indirect Expenditures, poin 1.4, Belanja Hibah atau Grant Expenditures, pada 2022 Rp191.713.112,40, (miliar Rupiah) lalu naik pada 2023 menjadi Rp201.738.167,43 (miliar Rupiah).

Selanjutnya pada 2024, atau pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, Belanja Hibah naik signifikan menjadi Rp282.467.142,90 (miliar Rupiah). Namun, anggaran hibah kembali turun pada 2025 menjadi hanya Rp179.226.522,79 (miliar Rupiah).

Berita Terkait

BA Musdesus Sukamulya Sukabumi: Kades dan Sekdes beda sikap aset desa dikuasai swasta
Menjaga keluarga agar tak berantakan, SPP wanita Sukabumi di atas 25%
Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba
Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 03:00 WIB

BA Musdesus Sukamulya Sukabumi: Kades dan Sekdes beda sikap aset desa dikuasai swasta

Selasa, 3 November 2026 - 09:20 WIB

Menjaga keluarga agar tak berantakan, SPP wanita Sukabumi di atas 25%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jalan Tol Sukalarang dibangun 2027: Membangun konektivitas Sukabumi melalui Bosuciba

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Berita Terbaru

Perayaan di Kastel Windsor karya Paul Sandby, dibuat pada 1776 - Ist

Khazanah

5 November: Guy Fawkes Night hingga papan permainan monopoli

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:01 WIB