Presenter Tio Nugroho Mualaf, Serasa Tersetrum Saat Mendengar Kumandang Adzan

- Redaksi

Senin, 28 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presenter olahraga Muhammad Bagus Aditio Nugroho. l Istimewa

Presenter olahraga Muhammad Bagus Aditio Nugroho. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Hidayah bisa didapatkan siapapun dan kapanpun, serta bagaimana proses hidayah Islam menghampiri hambaNya. Hal tersebut juga berlaku bagi presenter olahraga Tio Nugroho yang memutuskan memeluk Islam usai mendengarkan kumandang adzan.

Hal berbeda dirasakan Tio, mengingat selama 42 tahun hidup, kumandang adzan bukan lah hal baru di telinganya. Sebagai warga yang hidup di tengah mayoritas Muslim, mendengar azan lima kali sehari, adalah hal biasa.

Namun anehnya, di hari saat memutuskan menjadi mualaf, pemilik nama lengkap Immanuel Bagus Aditio Nugroho, itu mengaku merasakan sebuah perbedaan. “Ketika gue mendengar azan yang selama 42 tahun, itu gue sering dengar ya sehari lima kali tapi biasa aja. Tapi di hari itu, gue seperti kena kesetrum,” ujar Tio, dikutip sukabumiheadlines.com dari kanal YouTube Islam Trending TV, pada Senin (28/3/2022) dinihari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, mantan atlet bola basket tersebut mengaku bingung mengapa bisa merinding saat mendengarkan kumandang adzan pada hari itu. Padahal, ia bukan pemeluk Islam. Ia mengaku bergetar ketika mendengar kumandang adzan shalat Subuh usai pulang kerja.

Sehingga, terbersit di hatinya jika hal tersebut, adalah sebuah panggilan. Lantas, Tio memutuskan langsung pergi ke masjid mengikuti panggilan adzan untuk shalat.

Sesampainya di masjid, Tio justru mengaku bingung lantaran belum mengerti tata cara shalat. “Saya mau ke masjid, tapi saya bingung enggak bisa shalat,” aku Tio.

Tak mau hidayah terputus, ia pun menceritakan kepada teman-teman dekatnya. KH Ma’ruf Amin adalah sosok yang yang membimbing prosesi masuk Islam Tio Nugroho. Dua kalimat syahadat diucapkan di kediaman KH Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu 1 Juni 2019. Pembacaan syahadat tersebut diakhiri dengan pemberian nama Muslim kepada Tio. Menurut Kyai Ma’ruf, Tio tidak perlu mengubah namanya secara keseluruhan. “Tinggal tambah saja Ahmad atau Muhammad di depan Bagus Aditio Nugroho. Tapi nama Immanuel jangan dipakai lagi,” nasihat kyai yang kini menjadi Wakil Presiden RI itu.

Usai mengucap dua kalimat syahadat di depan Kyai Ma’ruf, Tio pun menangis dan berkali-kali menyeka air matanya. “2019 adalah masa lalu gue. 2019 ke sini adalah masa depan gue. Gue ngejar akhirat. Enggak pernah mau ketinggalan shalat,” kata Muhammad Bagus Aditio Nugroho.

Berita Terkait

Rasulullah SAW anjurkan perempuan haid sekalipun tetap hadir shalat Id di lapangan
Muhammadiyah sudah tentukan 1 Syawal 1447 H
Deretan prangko bertema Sukabumi, dan tips berburu carik antik
Profil Mojtaba Khamenei, kandidat kuat pemimpin baru Iran dan silsilah ke Rasulullah SAW
Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah keturunan Rasulullah SAW?
Profil, pendidikan dan karier politik Ayatollah Alireza Arafi, suksesor Ali Khamenei yang gugur
Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual
Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:14 WIB

Rasulullah SAW anjurkan perempuan haid sekalipun tetap hadir shalat Id di lapangan

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:18 WIB

Muhammadiyah sudah tentukan 1 Syawal 1447 H

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:00 WIB

Deretan prangko bertema Sukabumi, dan tips berburu carik antik

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:55 WIB

Profil Mojtaba Khamenei, kandidat kuat pemimpin baru Iran dan silsilah ke Rasulullah SAW

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:50 WIB

Profil Ahmed al-Sharaa, Presiden Suriah keturunan Rasulullah SAW?

Berita Terbaru

Suzuki Y43 - Maruti Suzuki

Otomotif

SUV kompak dari Suzuki, mesin 1.200 cc, dijual Rp90 jutaan

Rabu, 25 Mar 2026 - 04:00 WIB