sukabumiheadline.com – Satpam asal Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Septian (37) yang bekerja di rumah pengacara Farida Felix di Bogor, tewas mengenaskan dibunuh anak majikannya sendiri, Abraham Michael.
Pria malang itu ditusuk saat sedang tidur. Ada 22 luka tusukan di tubuhnya. Dari 22 luka itu, ternyata tusukan terakhir Abraham Michael anak pengacara Farida Felix yang menewaskan Septian.
Fakta ini terungkap dari pernyataan polisi. Abraham Michael melakukan pembunuhan satpam Septian di rumahnya dengan cara sadis. Saat itu, korban yang sedang tidur kemudian dibangunkan pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Abraham kemudian menghujani korban dengan puluhan tusuka menggunakan pisau. Pembunuhan satpam tersebut terjadi di rumah pelaku di Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebelum mengeksekusi korban, pelaku membeli pisau enam jam sebelumnya.
“Kita dapatkan struk pembelian pisau. Ini pada pukul 20.05. Tersangka ini membeli barang barang melakukan tindakan tersebut (pembunuhan),” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho.
Septian sendiri dihabisi nyawanya sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu ia sedang tertidur dan langsung ditikam oleh Abraham. Pelaku kesal sebab sering diadukan ke ibunya oleh Septian karena kerap pulang larut malam.
“Tidak ada perlawanan. Karena baru dibangunkan tidurnya dan dia (korban) kaget,” ujarnya.
Sebanyak 22 tusukan terdapat di tubuh Septian. Dari semua luka itu, ada satu luka yang membuat nyawa Septian melayang. Luka itu ada di leher bagian kiri dari Septian hingga uratnya putus.
“Dari hasil ini, penyebab kematian berdasarkan gorokan terakhir yang dilakukan tersangka di bagian leher,” ujarnya.
Septian meninggalkan seorang istri bernama Dewi (47) dan seorang anak hasil pernikahan mereka selama tujuh tahun. Sementara tiga anak lainnya adalah anak sambung hasil pernikahan Dewi dengan suami sebelumnya.
Septian bekerja sebagai satpam di rumah mewah keluarga Farida Felix baru sekitar lima bulan.
Farida Felix mengaku sangat sedih terkait perbuatan anaknya Abraham Michael. Ia menangis anaknya tega melakukan pembunuhan terhadap satpamnya sendiri.
“Saya sangat tidak setuju dengan pembunuhan itu. Karena itu membuat kepedihan yang mendalam di hati saya, itu membuat kepedihan sangat mendalam di hati saya,” kata Farida Felix kepada wartawan sambil terisak di Polresta Bogor.
Di sisi lain, Farida tetap membanggakan anaknya itu. Menurutnya, Septian menurutnya orang yang sangat baik.
“Jadi saya sangat sedih, sangat sedih. Septian itu anak yang baik, dia selalu mengucapkan selamat pagi bu, selamat malam bu itu yang selalu diucapkan dia kepada saya,” tandasnya.
Sementara itu, Abraham sendiri tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Ia hanya bisa menunduk saat digiring dari ruang tahanan oleh polisi. Ia sudah mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dengan tangan terborgol.
“Terhadap tersangka kita jerat dengan Pasal 340 KUHP atau 338 atau pasal 351 ayat 3. Dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun dan seumur hidup,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo.