Sinopsis Tropic of Emerald syuting di Sukabumi, film Belanda dibintangi Esmée de la Bretonière

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Esmée de la Bretonière - RTL Nieuws

Esmée de la Bretonière - RTL Nieuws

sukabumiheadline.comTropic of Emerald, jika diterjemahkan secara harfiah ke Bahasa Indonesia menjadi “garis balik zamrud”, merujuk pada sebuah konsep atau lokasi yang berhubungan dengan daerah tropis dan warna hijau zamrud, seringkali dalam konteks fiksi atau deskripsi geografis yang puitis, dan tidak memiliki terjemahan baku tunggal karena sifatnya yang deskriptif.

Dengan demikian, Tropic of Emerald bisa diartikan sebagai wilayah tropis yang hijau subur (seperti hutan hujan) atau sebuah tempat imajiner yang dinamai demikian untuk kesan kemewahan dan keindahan alami.

Untuk konteks spesifik, misalnya judul buku atau lokasi fiksi, terjemahannya bisa disesuaikan agar tetap memiliki nuansa yang sama, seperti “zona tropis zamrud” atau “lintang zamrud”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada 1997, Tropic of Emerald adalah sebuah judul film dengan genre drama yang diproduksi sineas Belanda. Film ini mengambil gambar di kawasan perkebunan karet di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk informasi, perkebunan karet tersebut kini sudah berganti menjadi perkebunan kelapa sawit. Baca selengkapnya: Sukabumi juara salip Garut, 5 kabupaten produksi kelapa sawit terbesar di Jawa Barat

Poster film Tropic of Emerald - IMdB
Poster film Tropic of Emerald – IMdB

Tropic of Emerald atau dalam bahasa Belanda berjudul De gordel van smaragd, adalah sebuah film drama yang menggunakan bahasa Belanda dan dirilis pada 2 Oktober 1997.

Film berdurasi 120 menit ini merupakan garapan Sutradara Orlow Seunke, dan skenario Ditulis oleh Mijke de Jong dan Orlow Seunke.

Film ini juga dibintangi sejumlah artis Tanah Air sebagai peran pembantu, seperti Christine Hakim, José Rizal Manua sebagai Amat, Tio Djarot sebagai Tjipto, Ivan F. Aldino sebagai Ondervrager, H.I.M. Damsyik sebagai Kleermaker, dan Jajang Pamontjak memerankan Naaister, serta artis Belanda Elske Falkena sebagai Marijke.

Baca Juga: 5 fakta Bobby Bobob: Sutradara film alumni SMAN 1 Cikembar dan eks HRD PT GSI Sukabumi

Sinopsis Tropic of Emerald

Pierre Bokma dan Bram van der Vlugt
Pierre Bokma dan Bram van der Vlugt

Film ini bercerita tentang Theo Staats yang diperankan Pierre Bokma, seorang Belanda asal Nijmegen yang pergi ke Soekamadjoe untuk mengelola kebun karet milik pamannya Oom (diperankan Piet Kamerman). Theo dipandu oleh Bonn (diperankan Frans Tumbuan), seorang man deur berdarah Indo, untuk menjadi kepala pabrik getah karet milik Oom.

Bonn menceritakan perdagangan karet hingga kehidupan damai di Hindia Belanda, yang dia sebut sebagai negeri impian bagi seluruh orang Eropa. mereka biasa meluangkan kerika weekend bersama koeli-koeli dan tjenteng untuk berburu Harimau Jawa yang dianggap sebagai hama.

Baca Juga :  Miris, bocah 11 tahun di Gunungguruh Sukabumi alami gizi buruk dan TBC

Sementara di malam hari, mereka terbiasa pergi ke sebuah kafe bernama Harmonie. dia jatuh cinta dengan Ems yang diperankan Esmée de la Bretonière, seorang wanita Indo yang menjadi biduan di Kafe Harmonie.

Ems sendiri merupakan istri dari juragan kebun karet lainnya yang bernama Hermann yang diperankan Bram van der Vlugt.

Seiring berjalannya waktu, mereka berdua pun berselingkuh. Namun, perselingkuhan mereka diketahui Hermann. Karena Hermann pria yang baik, Ems memutuskan untuk bertahan bersama Hermann.

Baca Juga: Profil dan filmografi Dedi Setiadi, sutradara terbaik Indonesia asal Sukabumi jadi idola Nikita Willy

Salah satu adegan film Tropic of Emerald - Alchetron
Salah satu adegan film Tropic of Emerald – Alchetron

Selanjutnya, ketika Jepang berhasil merebut Hindia Belanda, nasib warga Belanda jadi tidak menentu. Sebagian besar juragan Belanda ditangkap pihak Jepang dan dibawa ke kamp-kamp konsentrasi. Bahkan, sebagian besar dari mereka dipancung karena menolak setia dengan Jepang. Hermann tewas ditembak, tetapi Ems selamat karena dia orang Indo.

Rumah-rumah, perkebunan, dan pabrik mereka disita Jepang. Theo yang tadinya bersembunyi berusaha mencari tahu nasib Ems, tetapi dia pun tertangkap Jepang. Ems bersama pembantunya yang bernama Soetinyang diperankan Christine Hakim, berusaha mencari Theo.

Ems kemudian diantarkan oleh seorang informan untuk menghadap ke salah seorang perwira Jepang (diperankan Hiromi Tojo). Di sana, dia diberitahu bahwa Theo akan dieksekusi pancung. Ems pun akhirnya menyogok perwira dengan tubuhnya.

Baca Juga: Second Change dan Life is Full Surprise, Momen Sutradara Hollywood Syuting di Sukabumi, Ini Lokasinya

Theo selamat dari eksekusi tersebut dan Ems pun jadi wanita simpanan si perwira. selama di kamp, Theo digunduli, dipaksa berbicara bahasa Jepang dan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo. Ia juga menerima berbagai penyiksaan fisik yang menyebabkan mata kanannya agak rabun dan kakinya pincang.

Setelah Jepang kalah oleh pasukan Sekutu, para tawanan Belanda di kamp mengibarkan kembali bendera Belanda. Mereka berpikir situasi sudah aman. Namun ternyata, datang segerombolan orang kampung berpita bendera merah putih membawa klewang, clurit, bambu runcing, dll, melakukan sweeping ke kamp dan merebut tentara Jepang. Sejumlah orang Belanda ditangkap.

Beruntungnya, Theo bersama Ems berhasil kabur. Tetapi melihat keadaan Theo yang harus dipapah oleh Ems, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Ems di Soekamadjoe.

Baca Juga :  Jabatan dan komposisi jenis kelamin 4 ribu PPPK di Kabupaten Sukabumi, terbanyak guru

Theo dan Ems pikir keadaan sudah aman. tetapi ternyata gerombolan orang kampung lainnya juga melakukan sweeping ke rumah-rumah serta lahan perkebunan dengan tujuan menangkap atau membunuh hidup-hidup semua orang sipil Belanda, Indo, Cina, dan Ambon..Gerombolan ini menamakan diri mereka sebagai Pelopor dan Pemoeda.

Theo dan Ems berhasil kabur ke hutan dan secara tidak sengaja bertemu dengan si Oom yang juga berhasil kabur dari kamp dan berencana akan kembali ke rumahnya.

Namun tak disangka, rumah si Oom sudah dihuni sejumlah orang pribumi yang tampaknya merupakan aktifis pro-Republik. Rumah Oom dijadikan tempat pengetikan dan percetakan selebaran dan spanduk revolusioner, konveksi, dan gudang panen dari sawah dan kebun karet milik Oom yang tadinya disita Jepang.

Oom marah dan berkata bahwa Jepang sudah kalah, maka otomatis rumah dan kebunnya yang tadinya disita harus kembali jadi miliknya. Tetapi, ternyata Oom malah dibunuh di tempat.

Theo dan Ems juga hampir dibunuh, tetapi dicegah oleh Soeti. Ia mengatakan bahwa bekas juragannya cuma warga sipil yang jadi korban Jepang, bukan orang jahat yang berusaha merintangi perjuangan kemerdekaan. Selanjutnya, untuk sementara waktu Theo dan Ems tinggal di rumah Soeti.

Baca Juga: Mini biografi Wisjnu Mouradhy: Film, penghargaan untuk sutradara dan aktor asal Sukabumi lahir 1921

Ketika memasuki agresi militer 1947, giliran militer Belanda yang melakukan sweeping untuk mencari simpatisan Pelopor dan Pemoeda, serta sejumlah orang yang bergabung ke dalam TNI. Pada operasi ini, si komandan membunuh orang tua Soeti.

Theo dan Ems yang marah dengan komandannya, pun akhirnya mereka diciduk, karena dicurigai jadi pendukung Republik. Mereka pun dibawa ke markas Belanda untuk diinterogasi, namun mereka kembali berhasil kabur.

Klimaksnya, adalah ketika akhir revolusi 1949, ketika pemerintah Belanda dan Indonesia membuka kesempatan bagi warga sipil berdarah Belanda dan Indo untuk memilih kewarganegaraan.

Media Belanda mempropagandakan jargon “Van Moederland Naar Vaderland” (From Motherland to Fatherland). Theo dan Ems bersepakat memilih jadi warga negara Belanda, dan mereka pun berangkat ke Jakarta untuk registrasi dan persiapan pulang ke Belanda.

Namun, di tengah perjalanan, Ems yang merasa dirinya adalah orang Indonesia turun tiba-tiba.

Kedua sejoli ini akhirnya berpisah.

Berita Terkait

Daftar film Indonesia 2026 bertema anak dan sinopsis, tayang di bioskop temani Idul Fitri
5+3 film tentang wanita 2026 internasional & nasional dan alasan di baliknya
5+5 film Indonesia paling banyak ditonton 2025, genre horor mendominasi
Mengenal 5 bagian istilah dalam dunia film, dari pra hingga pascaproduksi
5+2 Box Office Hollywood 2025 dan empat fakta menarik lain
K-Popers, ini lho deretan film Korea 2026, tayang di mana?
Sinopsis Kampung Geulis, sinetron komedi religi diperankan artis asal Sukabumi di tv mana?
Daftar film Indonesia dan Hollywood bakal bikin tahun baru makin seru

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:35 WIB

Sinopsis Tropic of Emerald syuting di Sukabumi, film Belanda dibintangi Esmée de la Bretonière

Senin, 5 Januari 2026 - 08:01 WIB

Daftar film Indonesia 2026 bertema anak dan sinopsis, tayang di bioskop temani Idul Fitri

Selasa, 30 Desember 2025 - 01:51 WIB

5+3 film tentang wanita 2026 internasional & nasional dan alasan di baliknya

Minggu, 28 Desember 2025 - 14:00 WIB

5+5 film Indonesia paling banyak ditonton 2025, genre horor mendominasi

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:01 WIB

Mengenal 5 bagian istilah dalam dunia film, dari pra hingga pascaproduksi

Berita Terbaru