sukabumiheadline.com – Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) memotret patriotisme bangsa Indonesia masih cukup tinggi. Dalam rilisnya, LSI mengungkap lebih dari 70 persen warga bersedia ikut perang membela Indonesia melawan negara lain.
“Mayoritas (74,9 persen) menyatakan bersedia/sangat bersedia ikut berperang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tulis LSI, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (13/4/2026).
Diungkapkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (12/4/2026), survei soal sikap patriotisme ini menjadi salah satu komponen dari survei “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Responden diberi pertanyaan bahwa bila terjadi perang antara Indonesia melawan negara lain, seberapa bersediakah responden ikut berperang mempertahankan negara kesatuan ini.
Berikut rincian hasil survei LSI:
- 26,4% responden menyatakan sangat bersedia
- 48,5% responden menyatakan bersedia
- 17,4% yang tidak bersedia
- 4,4% sangat tidak bersedia
- 3,2% tidak tahu atau tidak menjawab
Responden juga diberi pertanyaan soal kekhawatiran Indonesia diserang negara lain. Jawabannya, mayoritas (90,1 persen) merasa khawatir dengan ancaman atau serangan dari negara lain terhadap NKRI
- 46,9% responden sangat khawatir
- 43,2% responden khawatir
- 7,6% merasa tidak khawatir
- 1,0% sama sekali tidak khawatir
- 1,2% tidak tahu/tidak menjawab

Responden survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Dari populasi tersebut, peneliti memilih 2.020 responden secara acak menggunakan metode multistage random sampling.
Dengan jumlah sampel itu, margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah mendapatkan pelatihan. Untuk menjaga kualitas data, tim melakukan pengawasan secara acak terhadap 20 persen sampel melalui kunjungan ulang ke responden (spot check).
Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan berarti dalam proses wawancara. Survei ini berlangsung mulai 4 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.









